Pesan Idul Fitri Risma: Jaga Toleransi, Perkuat Persatuan dan Kesatuan

Kompas.com - 05/06/2019, 15:22 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyalami Wakil Wali Kota Whisnu Sakti Buana saat menggelar open house menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah di rumah dinas wali kota, Jalan Sedap Malam, Surabaya, Rabu (5/6/2019). KOMPAS.com/GHINAN SALMANWali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyalami Wakil Wali Kota Whisnu Sakti Buana saat menggelar open house menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah di rumah dinas wali kota, Jalan Sedap Malam, Surabaya, Rabu (5/6/2019).

SURABAYA, KOMPAS.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melangsungkan open house di rumah dinas Wali Kota, Jalan Sedap Malam, Surabaya, dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, Rabu (5/6/2019).

Risma mengaku rutin menggelar open house saat Lebaran setiap tahunnya. Hal itu bertujuan untuk mendekatkan diri dengan jajaran perangkat daerah di lingkungan Pemkot Surabaya dan warga Kota Surabaya.

"Saya ucapkan minal aidzin wal faidzin, atas nama pribadi, keluarga, serta seluruh aparat di lingkungan Pemkot Surabaya. Saya mohon maaf lahir dan batin atas segala kesalahan, baik sengaja maupun tidak," kata Risma.

Baca juga: Pesan Idul Fitri, Edy Rahmayadi Minta Sebar Kebaikan, Wali Kota Bilang Medan Rumah Kita

Pada kesempatan itu, Risma tampak membagi-bagikan sejumlah bola kepada anak-anak yang turut hadir bersama orangtua mereka.

Risma juga memberikan kursi rodanya kepada salah satu anak penyandang disabilitas yang berkunjung ke rumah dinas wali kota tersebut.

Pemberian kursi roda itu, lantaran kursi roda yang dimiliki anak penyandang disabilitas terlalu kecil dan tidak muat digunakan.

Pada momen Lebaran ini, Risma berpesan kepada seluruh masyarakat Surabaya agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan.

Dengan begitu, masyarakat Surabaya tidak akan mudah untuk terpecah belah antar-umat maupun antar-bangsa.
 
"Mari kita jaga persatuan dan kesatuan, karena tidak mungkin kita bisa meraih mimpi-mimpi kita tanpa ada suasana dan lingkungan yang kondusif dan damai, yang akan membuat kita tergerak untuk bisa maju lagi," tutur Risma.

Risma beeharap kepada seluruh masyarakat, terutama umat Muslim, yang telah menjalankan puasa sebulan penuh agar dapat memberikan manfaat ke depan untuk lebih bersemangat lagi dalam bekerja dan menjalankan aktivitas sehari-hari.

Ia menyebut, tahun depan bangsa Indonesia akan menghadapi era baru perdagangan dunia, World Trade Organization (WTO).

"Karena itu kita harus tetap bekerja keras, bahkan mungkin lebih keras lagi untuk kita bisa menjadi tuan dan nyonya di kota sendiri," ujar wali kota perempuan pertama di Surabaya itu.

Baca juga: Idul Fitri, AHY dan Ibas Silaturahim ke Rumah Megawati

Kota Surabaya, imbuh Risma, dihuni oleh berbagai suku bangsa dan agama. Bila seluruh warga dapat selalu menjaga toleransi dan menghargai antar sesama, ia yakin bahwa Kota Pahlawan ke depan akan terus maju dan mampu bersaing dengan kota-kota besar di dunia.

"Karena itu, mari kita jaga persatuan dan kesatuan, banyak sekali perbedaan tapi pasti ada kesamaan. Mari kita jaga persamaan itu untuk Surabaya lebih baik dan untuk Indonesia lebih baik,” tutur dia.

Open house di rumah dinas wali kota itu tidak hanya dihadiri warga Muslim. Namun, warga dari etnis dan agama lain juga turut hadir dan turut memeriahkan momen Hari Raya Idul Fitri bersama.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Risma Banjir Dukungan, Balai Kota Dipenuhi Karangan Bunga dan Ibu-ibu Gelar Aksi Solidaritas

Risma Banjir Dukungan, Balai Kota Dipenuhi Karangan Bunga dan Ibu-ibu Gelar Aksi Solidaritas

Regional
Kembali Terjadi, 20 Ton Pasir Timah Seharga Rp 3 M Diselundupkan dari Natuna

Kembali Terjadi, 20 Ton Pasir Timah Seharga Rp 3 M Diselundupkan dari Natuna

Regional
Pemkab Karawang Kekurangan Reagen PCR Covid-19, Berencana Beli 5.000 Unit

Pemkab Karawang Kekurangan Reagen PCR Covid-19, Berencana Beli 5.000 Unit

Regional
Oleh Partai, Mereka Dicopot karena Dianggap Membelot...

Oleh Partai, Mereka Dicopot karena Dianggap Membelot...

Regional
Riau Peringkat 6 Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Nasional

Riau Peringkat 6 Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Nasional

Regional
Warga Temukan Bayi Terbungkus Selimut Tipis di Pos Ronda, Polisi: Kondisinya Masih Hidup

Warga Temukan Bayi Terbungkus Selimut Tipis di Pos Ronda, Polisi: Kondisinya Masih Hidup

Regional
25.297 Jiwa Terdampak Banjir Tebing Tinggi, Gubernur Sumut: Perut Dulu Ini Untuk Rakyat...

25.297 Jiwa Terdampak Banjir Tebing Tinggi, Gubernur Sumut: Perut Dulu Ini Untuk Rakyat...

Regional
Gara-gara Dendam, Tiga Remaja Bunuh Karyawan SPBU di Bengkulu

Gara-gara Dendam, Tiga Remaja Bunuh Karyawan SPBU di Bengkulu

Regional
Pelanggaran Protokol Kesehatan Saat Pilkada Tinggi, Bawaslu Beri Sanksi Tegas ke Paslon Kepala Daerah

Pelanggaran Protokol Kesehatan Saat Pilkada Tinggi, Bawaslu Beri Sanksi Tegas ke Paslon Kepala Daerah

Regional
Gubernur Gorontalo Larang Isolasi Mandiri Setelah 16 Guru Positif Covid-19

Gubernur Gorontalo Larang Isolasi Mandiri Setelah 16 Guru Positif Covid-19

Regional
Diduga Langgar Kode Etik, KPU dan Bawaslu Ketapang Disidang DKPP

Diduga Langgar Kode Etik, KPU dan Bawaslu Ketapang Disidang DKPP

Regional
[POPULER NUSANTARA] Soal Kabar Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi dari Pintu Belakang, Ini Kata Polisi | Dokter Yudhi Meninggal karena Covid-19

[POPULER NUSANTARA] Soal Kabar Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi dari Pintu Belakang, Ini Kata Polisi | Dokter Yudhi Meninggal karena Covid-19

Regional
RS Rujukan Covid-19 Kulon Progo Penuh sejak Klaster Dukcapil Muncul

RS Rujukan Covid-19 Kulon Progo Penuh sejak Klaster Dukcapil Muncul

Regional
Jadi Komoditas Ekspor, Bahan Baku Briket Arang di Jawa Tengah Mulai Langka

Jadi Komoditas Ekspor, Bahan Baku Briket Arang di Jawa Tengah Mulai Langka

Regional
'Suami Saya Salah, tapi Tolong, Jangan Bawa Keluarga'

"Suami Saya Salah, tapi Tolong, Jangan Bawa Keluarga"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X