Soal Bom di Pospol Kartasura, Buya Syafii Maarif Sebut Pelakunya Kalap

Kompas.com - 05/06/2019, 06:14 WIB
Sejumlah petugas bersiaga di sekitar lokasi dugaan bom bunuh diri di Pos Polisi Kartasura Polres Sukoharjo, tepatnya di Tugu Kartasura, Selasa (4/6/2019) dini hari. TRIBUN JATENG/DANIEL ARI PURNOMOSejumlah petugas bersiaga di sekitar lokasi dugaan bom bunuh diri di Pos Polisi Kartasura Polres Sukoharjo, tepatnya di Tugu Kartasura, Selasa (4/6/2019) dini hari.

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Aksi teror bom terjadi di Pos Polisi Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah. Buya Syafii Maarif angkat bicara terkait terror bom yang terjadi pada Senin (05/06/2019) tadi malam.

Buya Syafii menyampaikan aksi terror tersebut dilakukan oleh orang yang kalap.

"Yang kita sedih itu mereka memakai agama. Seakan-akan itu perintah Tuhan," ujar Buya Syafii Maarif saat ditemui, Selasa (4/6/2019).

Baca juga: Pascaledakan Bom Bunuh Diri, Pos Polisi Kartasura Sukoharjo Kembali Berfungsi

Buya menyampaikan, Islam dan agama pada umumnya itu untuk membangun peradaban. Agama bukan untuk membangun kebiadaban.

Orang-orang yang melakukan terror lanjutnya salah satunya karena terpengaruh ideologi luar. Padahal, ideologi tersebut ditempat asalnya justru berantakan.

"Terpengaruh ideologi impor yang di asalnya berantakan tapi di sini laku, itu kan aneh," tegasnya.

Baca juga: Mahfud MD: Ungkap Kasus Bom Bunuh Diri Pos Polisi Sukoharjo Sejelas-jelasnya...

Selain itu, Buya melihat aksi terror juga karena pengaruh informasi yang sengaja disebarkan lewat di media sosial. Sehingga, masyarakat harus memakai akal sehat ketika mendapatkan informasi dari media sosial.

"Mereka kan tidak berfikir panjang. Apakah mereka memikirkan masa depan bangsa dan negara, saya rasa tidak," tegasnya.

Baca juga: Kronologi Bom Bunuh Diri di Pos Polisi Kartasura hingga Gali Keterangan Pelaku

Buya meminta semua pihak untuk tidak memperkeruh keadaan. Apalagi sampai dengan saat ini ekses dari Pemilu 2019 masih belum selesai.

"Elit politik jangan mengompori, memperparah keadaan ini. Yang radikal ya akan menumpang di situ juga, karena mereka ingin juga menunjukan eksistensinya," pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X