Dinkes Cianjur Pastikan Wabah di Cidaun bukan Cacar Monyet

Kompas.com - 04/06/2019, 21:14 WIB
Ilustrasi Cacar Monyet Shutterstock.comIlustrasi Cacar Monyet

CIANJUR, KOMPAS.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memastikan jika wabah yang menyerang sejumlah warga Desa Neglasari, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, bukan virus cacar monyet atau monkeypox sebagaimana diberitakan sebelumnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Cianjur, Neneng Efa Fatimah menyebutkan, berdasarkan hasil investigasi di lapangan, dapat dipastikan jika penyakit yang menyerang warga Desa Neglasari adalah scabies atau sejenis penyakit kulit yang disebabkan tungau atau kutu kecil.

“Hasil investigasi tim medis kami di lapangan dan pemeriksaan terhadap pasien dapat dipastikan bahwa itu scabies atau borok. Dari awal juga sebenarnya kami sudah menduga itu (scabies) dari ciri-ciri yang ada pada pasien,” kata Efa, kepada Kompas.com, saat dihubungi, Selasa (4/6/2019).

Baca juga: Dinkes Cianjur Investigasi Dugaan Wabah Cacar Monyet di Cidaun

Terkait jumlah penderitanya sendiri, pihaknya menyebut ada tujuh orang yang terserang scabies dan enam orang di antaranya adalah santri yang tinggal di pesantren setempat.

“Penyebabnya karena penggunaan air dari saluran parit yang kurang higienis sehingga menimbulkan penyakit kulit, pada tangan dan bisa menyebar ke anggota tubuh lainnya,” kata Efa.

Saat ini, tim investigasi dibantu petugas puskesmas setempat masih melakukan pencarian kasus tambahaan, termasuk pemeriksaan dan pengobatan.

“Pemantauan kami lakukan secara terus menerus. Kami juga akan segera melakukan penyuluhan tentang penyakit kulit dan penanganannya serta PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat),” ungkap dia.

Efa menuturkan, awalnya berita itu berasal dari salah seorang warga DKI Jakarta yang mengantarkan asisten rumah tangganya ke daerah Cianjur selatan pada tanggal 2 Juni 2019.

Namun, disebutkannya, berdasarkan data yang diperoleh tim investigasi di lapangan, yang bersangkutan mengantar hanya sampai daerah Naringgul, Kecamatan Naringgul, Cianjur.

“Di tempat itu, dia bertemu dengan keluarga pembantunya yang menjemput, kebetulan penderita yang bernama Wijaya Kusumah, usia 8 tahun saat itu turut ikut dan bertemu dengannya. Dari hasil obrolan sekitar kondisi penderita dinyatakan bahwa di Desa Neglasari masih terdapat beberapa penderita dengan gejala yang sama,” terang Efa.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

15 Jam Mengapung di Lautan Pakai Jeriken, 2 ABK Diselamatkan Tim SAR, Ini Ceritanya

15 Jam Mengapung di Lautan Pakai Jeriken, 2 ABK Diselamatkan Tim SAR, Ini Ceritanya

Regional
Pemuda di Yogyakarta Sulap Saluran Irigasi Jadi Tempat Budi Daya Ikan

Pemuda di Yogyakarta Sulap Saluran Irigasi Jadi Tempat Budi Daya Ikan

Regional
Kisah Perawat Terpapar Covid-19, Isolasi 4 Bulan dan Fitnes Saat Bosan, Sembuh Setelah 11 Kali Test Swab

Kisah Perawat Terpapar Covid-19, Isolasi 4 Bulan dan Fitnes Saat Bosan, Sembuh Setelah 11 Kali Test Swab

Regional
Ayah Cabuli Anak Tiri, Diduga Paksa Korban Menikah Tutupi Aib dan Ancam Ceraikan Istri

Ayah Cabuli Anak Tiri, Diduga Paksa Korban Menikah Tutupi Aib dan Ancam Ceraikan Istri

Regional
Cerita MTs Lubuk Kilangan, Sekolah Gratis yang Luluskan 100 Persen Siswa di SMA Negeri

Cerita MTs Lubuk Kilangan, Sekolah Gratis yang Luluskan 100 Persen Siswa di SMA Negeri

Regional
Puluhan Pengungsi Rohingya Dipindahkan ke BLK Lhokseumawe

Puluhan Pengungsi Rohingya Dipindahkan ke BLK Lhokseumawe

Regional
Fakta 37 Pasangan ABG Terjaring Razia di Hotel, Berawal dari Laporan Masyarakat, Diduga Hendak Pesta Seks

Fakta 37 Pasangan ABG Terjaring Razia di Hotel, Berawal dari Laporan Masyarakat, Diduga Hendak Pesta Seks

Regional
Jenazah Positif Corona Dimakamkan Tanpa Protokol Covid-19, 209 Orang Tes Swab Massal

Jenazah Positif Corona Dimakamkan Tanpa Protokol Covid-19, 209 Orang Tes Swab Massal

Regional
Terombang-ambing 15 Jam, 2 ABK KM Ismail Jaya Ditemukan Selamat

Terombang-ambing 15 Jam, 2 ABK KM Ismail Jaya Ditemukan Selamat

Regional
Cabuli Anak Tiri Selama 2 Tahun, Ayah di Pinrang Nikahkan Korban dengan Penyandang Disabilitas, Ini Motifnya

Cabuli Anak Tiri Selama 2 Tahun, Ayah di Pinrang Nikahkan Korban dengan Penyandang Disabilitas, Ini Motifnya

Regional
Terbawa Arus Sungai Usai Mendaki Gunung Tambusisi, Anggota Mapala Untad Meninggal

Terbawa Arus Sungai Usai Mendaki Gunung Tambusisi, Anggota Mapala Untad Meninggal

Regional
Gadis di Bawah Umur Dicabuli Ayah Tiri 2 Tahun, Lalu Dinikahkan, Diduga untuk Tutupi Aib

Gadis di Bawah Umur Dicabuli Ayah Tiri 2 Tahun, Lalu Dinikahkan, Diduga untuk Tutupi Aib

Regional
Pelaku Pembunuhan Perempuan Muda di Palembang Sempat Cabuli Mayat Korban

Pelaku Pembunuhan Perempuan Muda di Palembang Sempat Cabuli Mayat Korban

Regional
Dinilai Rugikan Pemprov Babel, Erzaldi Rosman Minta UU Minerba Dikaji Lagi

Dinilai Rugikan Pemprov Babel, Erzaldi Rosman Minta UU Minerba Dikaji Lagi

Regional
Kisah Dr Andani, Pahlawan Sumbar Melawan Covid-19: Jihad Melawan Wabah, Swab dan Tracing Cepat Jadi Kuncinya (2)

Kisah Dr Andani, Pahlawan Sumbar Melawan Covid-19: Jihad Melawan Wabah, Swab dan Tracing Cepat Jadi Kuncinya (2)

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X