Hendak Bubarkan Tawuran, Anggota Polisi Malah Dianiaya

Kompas.com - 04/06/2019, 18:43 WIB
Ilustrasi penganiayaan Kompas.com/ERICSSENIlustrasi penganiayaan

KOMPAS.com - Seorang anggota kepolisian dari Polres Sibolga, Aipda Maman S Lubis, dianiaya saat mencoba membubarkan aksi tawuran di Jalan Tenggiri, Kelurahan Pancuran Geriobak, Sibolga, Sumatera Utara.

Kapolres Sibolga AKBP Edwin H Hariandja melalui Kepala Subbagian Humas Iptu R Sormin menjelaskan, penganiayaan terjadi ketika Maman yang tengah berpatroli di Kelurahan Pancuran Gerobak, mendapatkan informasi akan ada dua kelompok warga yang sudah menyiapkan diri untuk tawuran.

Maman datang ke lokasi tepatnya di Jalan Santeong dan Jalan Tenggiri Sibolga.

Di Jalan Santeong, Maman menemukan kelompok pemuda yang akan tawuran dan langsung meminta mereka untuk membubarkan diri. Upaya itu pun berlangsung tanpa perlawanan.

Namun, berbeda dengan di Jalan Tenggiri. Di sana Maman harus terlibat kejar-kejaran dengan kelompok pemuda yang akan tawuran. Salah seorang pemuda bahkan sempat protes dan bertanya kenapa Maman mengejar warga.

“Saat itu Maman menjawab, kalau terjadi tawuran apa kamu mau tanggung jawab? Diduga pemuda itu tersinggung dengan jawaban Maman, dan akhirnya memukul bagian wajah dan leher Maman dengan tangan kosong. Kasus ini kemudian dilaporkan ke polisi,” terang R Sormin, kepada wartawan, Senin (3/6/2019).

Baca juga: Dianggap Mengolok-olok Anaknya, Seorang Guru SD Aniaya Muridnya

Unit Opsnal Polres Sibolga selanjutnya melakukan penyelidikan.

Pemuda berinisial ES ini satu dari beberapa pelaku ditangkap dari rumahnya dan dijebloskan ke ruang tahanan Mapolres Sibolga.

Sormin juga mengimbau dua terduga pelaku lainnya agar segera menyerahkan diri ke polisi.

“Kedua tersangka yang diduga ikut melakukan penganiayaan identitasnya telah kita kantongi,” tegas Sormin.

Baca juga: Ini Alasan Bahar bin Smith Aniaya 2 Remaja

Tersangka ES ditahan di RTP Polres Sibolga dan dijerat dengan Pasal 170 Jo 351 ayat (1) dan 55 Jo 351 ayat (1) KUHPidana dengan ancaman hukuman 5 tahun 6 bulan penjara.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Usulkan Penderita Diabetes dan Hipertensi Pakai Gelang Khusus

Ganjar Usulkan Penderita Diabetes dan Hipertensi Pakai Gelang Khusus

Regional
Hujan Deras di Kawasan Puncak Bogor, Depan Mapolsek Megamendung Sempat Terendam

Hujan Deras di Kawasan Puncak Bogor, Depan Mapolsek Megamendung Sempat Terendam

Regional
15 Tenaga Medis RSUD Madiun Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Rekan Kerja

15 Tenaga Medis RSUD Madiun Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Rekan Kerja

Regional
Gubernur Sulsel soal Pilkada di Tengah Pandemi: Kita Harap Tak Ada Klaster Baru

Gubernur Sulsel soal Pilkada di Tengah Pandemi: Kita Harap Tak Ada Klaster Baru

Regional
Buat Obat Kumur dari Daun Kelor, 3 Siswi Raih Medali di Kompetisi Internasional

Buat Obat Kumur dari Daun Kelor, 3 Siswi Raih Medali di Kompetisi Internasional

Regional
Kembali Berulah, 2 Napi Asimilasi Lapas Pati Terancam Dijebloskan ke Nusakambangan

Kembali Berulah, 2 Napi Asimilasi Lapas Pati Terancam Dijebloskan ke Nusakambangan

Regional
Banjir Bandang Landa Cicurug Sukabumi, 12 Rumah Hanyut, 85 Terendam

Banjir Bandang Landa Cicurug Sukabumi, 12 Rumah Hanyut, 85 Terendam

Regional
Peserta Balap Lari Liar di Solo Diancam Hukuman Membersihkan Sungai

Peserta Balap Lari Liar di Solo Diancam Hukuman Membersihkan Sungai

Regional
Cianjur Punya Tim Khusus Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan, Ini Tugasnya

Cianjur Punya Tim Khusus Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan, Ini Tugasnya

Regional
Guru Positif Corona di Jepara Meninggal, Sekolah ditutup dan Digelar Swab Massal

Guru Positif Corona di Jepara Meninggal, Sekolah ditutup dan Digelar Swab Massal

Regional
25 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 di Solo

25 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 di Solo

Regional
Permohonan Jerinx untuk Ganti Majelis Hakim Ditolak

Permohonan Jerinx untuk Ganti Majelis Hakim Ditolak

Regional
Respons Gibran dan Calon Lawannya soal Desakan Penundaan Pilkada

Respons Gibran dan Calon Lawannya soal Desakan Penundaan Pilkada

Regional
Wabah Belum Berakhir, Tempat Hiburan Malam di Makassar Sudah Kembali Buka

Wabah Belum Berakhir, Tempat Hiburan Malam di Makassar Sudah Kembali Buka

Regional
Banjir Bandang Terjang Cicurug Sukabumi, 2 Warga Dilaporkan Hanyut

Banjir Bandang Terjang Cicurug Sukabumi, 2 Warga Dilaporkan Hanyut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X