Mengenal Motonggeyamo, Tradisi Penetapan 1 Syawal Masyarakat Gorontalo

Kompas.com - 03/06/2019, 20:28 WIB
Motonggeyamo, tradisi masyarakat Gorontalo dalam menentukan 1 Syawal. Tradisi ini masih berlanjut dengan hanya mendengarkan pengumuman pemerintah. KOMPAS.COM/ROSYID A AZHARMotonggeyamo, tradisi masyarakat Gorontalo dalam menentukan 1 Syawal. Tradisi ini masih berlanjut dengan hanya mendengarkan pengumuman pemerintah.

GORONTALO, KOMPAS.com – Bagi masyarakat Gorontalo penentuan 1 Syawal merupakan peristiwa penting dalam kebudayaan.

Di kota yang memiliki falsafah adati hulahula to syaraa, syaraa hulahula to kuruani (adat bersendikan syarak, syarak bersendikan kitabullah) ini, bahkan memiliki tradisi motonggeyamo, yaitu mendengarkan pengumuman penetapan 1 Syawal oleh pemerintah.

Motonggeyamo dilakukan di rumah jabatan Wali Kota Gorontalo, Marten Taha, dengan menghadirkan para baate (pemangku adat), wali kota selaku tauwa lo lipu (pemimpin negeri), kadi/imamu, petugas syaraa, pejabat, dan tokoh masyarakat.

Baca juga: Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1440 H Jatuh pada 5 Juni 2019

Tradisi Motonggeyamo diawali dengan membunyikan hantalo atau genderang adat  yang diikuti oleh laporan perangkat adat kepada tauwa lo lipu dengan membawa baki yang di atasnya diletakkan sebuah toyungo  atau payung adat

“Motonggeyamo sekarang tinggal mendengarkan pengumuman pemerintah. Kalau pada masa Kerajaan Gorontalo dulu, ada sekelompok orang yang ditugaskan melihat hilal di Tanjung Kramat,” kata Karim Laiya (67), Baate lo Hulontalo (pemangku adat Gorontalo), Senin (3/10/2019).

Karim menjelaskan pada saat kerajaan mengumumkan penetapan 1 Syawal, diiringi dengan bunyi meriam untuk memberitahu masyarakat, lalu diumumkan di masjid-masjid seluruh negeri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada Motonggeyamo yang dilaksanakan di rumah jabatan wali kota ini, para pemagku adat mengenakan baju tradisional, termasuk juga kadi/imamu, petugas syaraa dan para pejabat.

Baca juga: Jemaah Naqsabandiyah Sumut Tetapkan 1 Syawal pada 4 Juni

Untuk para pejabat mengenakan baju berwarna hijau, salah satu dari 4 warna adat (tilabataila), merah, ungu, kuning dan hijau.

Setelah mendengarkan pengumuman penetapan 1 Syawal oleh pemerintah, sidang adat ditutup dengan membunyikan hantalo.

"Tradisi motonggeyamo sejak dulu dilakukan oleh Pemerintah Kota Gorontalo. Setiap tahun menjelang penentuan hari raya," kata Efendi Rauf, Kepala Dinas Perdagangan Kota Gorontalo.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X