Gempa Magnitudo 6,0 dan 5,2 Guncang Kepulauan Nias, Tak Berpotensi Tsunami

Kompas.com - 03/06/2019, 15:18 WIB
Berdasarkan analisis BMKG Stasiun Onowambo, 2 kali terjadi gempa di Kabupaten Nias Selatan, yakni 6,0 SR dan 5,2 SR di lokasi tidak berjauhan, akibat gea tersebut banyak warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. KOMPAS.com/ HENDRIK YANTO HALAWABerdasarkan analisis BMKG Stasiun Onowambo, 2 kali terjadi gempa di Kabupaten Nias Selatan, yakni 6,0 SR dan 5,2 SR di lokasi tidak berjauhan, akibat gea tersebut banyak warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

GUNUNGSITOLI, KOMPAS.comKepulauan Nias kembali di guncang gempa dengan kekuatan 6,0 SR kecil yang terjadi di laut

Hal tersebut disampaikan Djati Cipto Kuncoro, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Gunungsitoli, Senin (3/6/2019).

Gempa bumi dengan kekuatan 6,0 skala Richter terjadi pada pukul 12.57.09 WIB, di wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera.

“Getaran gempa tercatat pada alat pencatat gempa di BMKG Gunungsitoli dengan besaran 6,0 SR," jelas Djati.

Gempa berpusat pada koordinat 0,19 LU dan 97,46 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 57 km arah barat daya, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, pada kedalaman 19 km.

Baca juga: Gempa Magnitudo 6,0 dan 5,5 Guncang Nias Selatan, Tak Berpotensi Tsunami

Berdasarkan laporan masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di Nias Selatan, Gunungsitoli, Teluk Dalam, serta Padang Sidempuan pada skala intensitas III MMI dan di Nias Utara II MMI.

Hingga berita ini ditulis belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami.

Hingga pukul 14.30 WIB, petugas BMKG Stasiun Onowaembo, yang terus melalukan analisis kembali mencatat adanya gempa susulan gempa bumi susulan dengan magnitudo 5,2 SR, yang terjadi pada pukul 13.04.35 WIB, berpusat pada koordinat 0,53 LU dan 97,72 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 40 km arah barat daya, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, pada kedalaman 22 km.

"Ada terjadi dua kali gempa, yakni gempa 6,0 SR dan susulan 5,2 SR terjadi tidak berjauhan," ujarnya.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempa bumi ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia, tepatnya di zona Megathrust yang merupakan zona subduksi lempeng yang berada di Samudera Hindia sebelah barat Sumatra.

Baca juga: Gempa Hari Ini, M 5,3 Guncang Nias Selatan

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dipicu oleh penyesaran naik.

Gempa bumi susulan ini berdasarkan laporan masyarakat juga dirasakan di Nias Selatan II MMI, dan di Gunungsitoli I-II MMI. Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya

"Bagi seluruh warga untuk tetap waspada dan tidak terprovasi isu-isu yang menyesatkan," jelasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X