Lapas Tak Layak Huni dan Lebihi Kapasitas, Ini Kata Gubernur Rusli Habibie

Kompas.com - 03/06/2019, 11:52 WIB
Rusli Habibie, Gubernur Gorontalo saat bertemu dengan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kota Gorontalo. Lapas ini sudah melebihi daya tampung warga binaan. KOMPAS.COM/Humas Pemprov GorontaloRusli Habibie, Gubernur Gorontalo saat bertemu dengan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kota Gorontalo. Lapas ini sudah melebihi daya tampung warga binaan.

 

GORONTALO, KOMPAS.com – Kondisi Lembaga Pemasyarakatan Kota Gorontalo sudah tidak layak huni dan melebihi daya tampung.

Selain bangunannya sudah tua, Lapas Gorontalo juga sudah kelebihan kapasitas hunian yang sudah mencapai 600 penghuni dari daya tampung 400 orang .

Kondisi ini diungkap Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat berbuka puasa bersama dengan 600 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kota Gorontalo, Sabtu (1/6/2019).


“Semua masyarakat saya perhatikan, termasuk kalian juga. Karena di Lapas Gorontalo ada 600-an orang, lapas ini menjadi sempit. Saya membayangkan, kalian tidur berdesak-desakan, tidak ada kipas angin juga,” kata Rusli Habibie.

 Baca juga: KPK Eksekusi 4 Terpidana Korupsi Air Minum ke Lapas Tangerang

Gubernur Rusli menjelaskan, buka bersama ini merupakan wujud perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap warga binaan.

Bagi Rusli, status tahanan maupun narapidana tidak menghilangkan status mereka sebagai bagian dari warga Gorontalo

 “Hari ini sudah memasuki Ramadhan yang ke-27. Alhamdulillah kita semua masih diberikan kesehatan oleh Allah. Kalian warga binaan walaupun bermasalah, tapi masih tetap menjadi bagian masyarakat Indonesia, masyarakat Gorontalo, yaitu masyarakat saya juga. Jadi sampai kapanpun perhatian pemerintah kepada kalian akan tetap sama dengan masyarakat pada umumnya,” kata Rusli Habibie.

Baca juga: KPK Eksekusi Satu Terpidana Kasus DPRD Sumut ke Lapas Tanjung Gusta

Untuk membangun lapas yang baru, Gubernur Rusli berjanji akan memprioritaskan pada APBD 2020 mendatang.

Hal itu dilakukan mengingat lahan hibah di Kelurahan Hutuo, Kecamatan Limboto sudah sejak 4 tahun terakhir dihibahkan ke Kemenkumham namun belum kunjung dibangun lapas baru.

Di lahan tersebut, baru dibangun lapas khusus untuk perempuan.

“Saya menilai cukup lama Kemenkumham mengucurkan anggaran untuk membangun Lapas Hutuo, saya berinisiatif akan mengucurkan anggaran lagi melalui APBD Provinsi Gorontalo. Tahun depan kita mulai dulu untuk pembangunan pagar keliling selanjutnya akan kita terus pacu pembangunananya,” ungkapnya.

Selain buka puasa bersama, Gubernur Rusli juga memberikan santunan kepada warga binaan. Santunan senilai Rp 100.000 per orang itu berasal dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Gorontalo.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X