Kisah Kampung Anyaman Bambu yang Mampu Bertahan hingga Tujuh Turunan

Kompas.com - 03/06/2019, 11:38 WIB
Seorang pengrajin anyaman bambu di Desa Rejosari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Jateng, sedang membuat bodak atau bakul untuk tempat nasi, Minggu (2/5/2019) KOMPAS.com/ARI WIDODOSeorang pengrajin anyaman bambu di Desa Rejosari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Jateng, sedang membuat bodak atau bakul untuk tempat nasi, Minggu (2/5/2019)

DEMAK, KOMPAS.com - Di zaman serba benda pabrikan, ternyata masih ada satu kampung yang melestarikan kerajinan anyaman bambu.

Ya , di Desa Rejosari Kecamatan Karangtengah , Kabupaten Demak, Jateng, tiap rumah yang berderet rapat dan rapi pasti dapat ditemukan tuan rumah asyik menganyam berbagai perabotan di beranda rumah masing masing.

Jemari yang lincah membuat pola menimbulkan suara gemrisik halus yang khas. Masing masing penganyam serius menghadapi pekerjaan mereka, jarang sekali ada perbincangan.

Mungkin karena butuh ketelatenan ketika memasukkan bilah bilah bambu tipis sesuai jenis anyaman.

Baca juga: Kisah Penjaga Lintasan KA Tak Berpintu, Usir Orang Gila hingga Hentikan Pengguna Jalan

Tak hanya usia produktif yang melakukan aktivitas tersebut, para manula pun tak segan turun tangan berkreasi membuat perabotan tradisional yang masih saja digemari di Kota Wali.

Mbah Parman (75) dan istrinya yang sudah renta masih gesit melakukan pekerjaan yang sudah digelutinya sejak kecil.

Lelaki tua yang pernah mengenyam pendidikan sampai Sekolah Rakyat (SR) setingkat Sekolah Dasar tersebut sibuk 'ngirat' yakni membelah bambu hingga menjadi helaian helaian tipis.

Meski pandangannya sudah kabur dimakan usia, namun tanganya tetap cekatan memainkan 'bendo' sejenis alat potong terbuat dari besi yang berbentuk pipih serta tajam.

Baca juga: Heboh Sekali Makan Rp 700.000 di Warung Bu Anny, Daftar Harga Menu Akhirnya Dibuat

"Sakderenge diirat, pringe dilining terus diongot ongot utawi nglimis. Njenengan boten ngertos ta? Lha tiyang kutha nggih jarang sing ngertos urip ngaten niki.(Sebelum diolah menjadi tipis, bambu dibelah kecil kecil kemudian seratnya dibuang supaya bersih. Anda ndak tahu kan? Lha, orang kota ya jarang yang tahu hidup begini)," ujarnya sembari terkekeh ceria, saat ditemui Kompas.com, Minggu (2/6/2019).

Pinah (68), istri Mbah Parman tak terganggu dengan pembicaraan kami, ia tetap menunduk memperhatikan anyamannya dengan tekun.

Tapi saat ditanya, bibirnya langsung menyunggingkan senyum dan menarik pipinya yang tambah keriput.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamin Sebut Terowongan Nanjung Akan Mulai Dapat Digunakan Januari 2020

Ridwan Kamin Sebut Terowongan Nanjung Akan Mulai Dapat Digunakan Januari 2020

Regional
Polisi Hentikan Penyidikan Dugaan Penggelapan Solar oleh Supir Tangki BBM

Polisi Hentikan Penyidikan Dugaan Penggelapan Solar oleh Supir Tangki BBM

Regional
Polisi Buru Pelaku Pelempar Sperma ke Perempuan di Tasikmalaya

Polisi Buru Pelaku Pelempar Sperma ke Perempuan di Tasikmalaya

Regional
Stadion Palaran Kaltim Tak Terurus, Menpora Janji Beri Dukungan

Stadion Palaran Kaltim Tak Terurus, Menpora Janji Beri Dukungan

Regional
Kota Batu Dilanda Angin Kencang, Akses Jalan dan Sejumlah Lokasi Wisata Ditutup

Kota Batu Dilanda Angin Kencang, Akses Jalan dan Sejumlah Lokasi Wisata Ditutup

Regional
Ridwan Kamil Ajak Ulama Kabupaten Bandung Barat Ikut Berdakwah di “English for Ulama” 2020

Ridwan Kamil Ajak Ulama Kabupaten Bandung Barat Ikut Berdakwah di “English for Ulama” 2020

Regional
Sudah 3 Hari Seorang Nenek Hilang, Personel SAR Sisir Hutan Wonosadi

Sudah 3 Hari Seorang Nenek Hilang, Personel SAR Sisir Hutan Wonosadi

Regional
Berpakaian Minim dan Tanpa Identitas, 7 Wanita Pemandu Karaoke Diamankan

Berpakaian Minim dan Tanpa Identitas, 7 Wanita Pemandu Karaoke Diamankan

Regional
Terjadi Letusan Gunung Merapi dengan Tinggi Kolom 1.000 Meter

Terjadi Letusan Gunung Merapi dengan Tinggi Kolom 1.000 Meter

Regional
Menantu dan Cucu Ketiga Jokowi yang Baru Lahir Boleh Pulang Besok

Menantu dan Cucu Ketiga Jokowi yang Baru Lahir Boleh Pulang Besok

Regional
Edhy Prabowo Sampaikan 2 Pesan Jokowi pada Nelayan di Bangka

Edhy Prabowo Sampaikan 2 Pesan Jokowi pada Nelayan di Bangka

Regional
Istri Dilempar Sperma di Pinggir Jalan, Suami Ini Cari Rumah Pelaku...

Istri Dilempar Sperma di Pinggir Jalan, Suami Ini Cari Rumah Pelaku...

Regional
Polisi Gagalkan Pengiriman Buruh Migran Ilegal di Cianjur

Polisi Gagalkan Pengiriman Buruh Migran Ilegal di Cianjur

Regional
Cahaya Api dan Guguran Lava Terlihat dari Gunung Karangetang, Warga Diminta Waspada

Cahaya Api dan Guguran Lava Terlihat dari Gunung Karangetang, Warga Diminta Waspada

Regional
Di Balik Teror Tawon Ndas di Klaten, 9 Nyawa Melayang Sejak 2017 hingga 236 Sarang Dimusnahkan

Di Balik Teror Tawon Ndas di Klaten, 9 Nyawa Melayang Sejak 2017 hingga 236 Sarang Dimusnahkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X