BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem di Perairan Kepri, Gelombang Tinggi hingga Berkurangnya Jarak Pandang

Kompas.com - 03/06/2019, 09:18 WIB
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Klas I Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau memperingatkan warga Kepri untuk berhati-hati menjelang tiga hati kedepan.  Pasalnya cuaca di wilayah Kepri sedang tidak bersahabat, selain berpotensi terjadi hujan dengan intensitas lebat. BMKG Stasiun Meteorologi Klas I BatamBadan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Klas I Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau memperingatkan warga Kepri untuk berhati-hati menjelang tiga hati kedepan. Pasalnya cuaca di wilayah Kepri sedang tidak bersahabat, selain berpotensi terjadi hujan dengan intensitas lebat.


BATAM, KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) Kantor Bandara Hang Nadim, Batam, Kepri kembali mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap cuaca ekstrem yang sedang melanda wilayah Kepulauan Riau.

Dalam pantauan satelit peramal cuaca (forecaster) BMKG Hang Nadim terdapat pola konvergensi yang menyebabkan penumpukan massa udara.

Hal ini mendukung potensi pertumbuhan awan-awan konvektif di sekitar Kepri.

Baca juga: BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem di Perairan Kepri, Armada Pengakut Arus Mudik Lebaran Diminta Selalu Waspada

Secara umum, kondisi cuaca diperkirakan berawan hingga hujan yang intensitas ringan dan terdapat potensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

"Secara umum kondisi cuaca dua hari ke depan diprakirakan berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, untuk itu kami minta agar masyarakat Kepri untuk selalu waspada dan berhati-hati," kata Forecaster BMKG Hang Nadim Asri Pratiwi, Senin (3/11/2019).

Asri berpendapat, kondisi berpotensi terjadi di wilayah Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang Barat, Tanjungpinang Timur, Bukit Bestari, Bintan Pesisir, Bintan Timur, Bintan Utara, Gunung Kijang, Mantang, Sri Kuala Lobam, Teluk Bintan, Teluk Sebong, Toapaya dan sekitarnya.

Kondisi itu dapat meluas ke wilayah Moro, Tebing, Meral, Meral Barat, Karimun, Buru, Belat, Kundur Barat, Kundur Utara, Ungar, Durai dan sekitarnya.

"Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga siang harinya berdasarkan pantauan satelit peramal cuaca," jelasnya.

Baca juga: BMKG: Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi 5 Hari ke Depan di Sulawesi Utara

Selain itu, BMKG Kantor Bandara Hang Nadim juga memberikan peringatan untuk transportasi laut dan aktivitas kelautan, agar selalu waspada terhadap potensi cuaca saat ini.

Sebab, akibat dari hujan lebat dan angin kencang, hal ini dapat menyebabkan kenaikan tinggi gelombang laut pada pagi dan siang hari.

Peringatan juga diberikan bagi transportasi darat dan udara agar waspada berkurangnya jarak pandang mendatar saat terjadi hujan lebat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Regional
Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X