Kompas.com - 02/06/2019, 21:25 WIB
Ilustrasi Terorisme ShutterstockIlustrasi Terorisme

MAKASSAR, KOMPAS.com - Narapidana teroris di Sulawesi Selatan pada Lebaran tahun ini tidak akan mendapatkan remisi.

Kepala Kanwil Kemenkumham Sulsel Priyadi mengatakan, ada syarat-syarat tertentu yang harus dilakukan para napi teroris bila ingin mendapatkan remisi. 

"Narapidana teroris harus mengikuti program deradikalisasi yang diselenggarakan lapas atau BNPT serta menyatakan ikrar setia kepada NKRI secara tertulis bagi napi WNI. Selain itu juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tindak pidana terorisme secara tertulis bagi napi WNI," terang Priyadi, Minggu (2/6/2019). 

Sementara itu, untuk napi lain, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan sudah mengajukan remisi atau pemotongan masa tahanan. Mereka yang diajukan mendapat remisi itu sebanyak 5.100 narapidana yang tersebar di 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

Baca juga: Di Maluku Utara, Napi Narkoba dan Korupsi Diusulkan Dapat Remisi Idul Fitri

Priyadi mengatakan, angka tersebut hanya separuh dari jumlah narapidana yang ada di Sulawesi Selatan yang mencapai 11.057 orang. Jumlah narapidana yang disetor untuk mendapatkan remisi sudah hampir pasti disetujui Kemenkumham pusat.

"Kami yakin diterima semua kecuali ada yang melanggar," kata Priyadi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Proyadi mengatakan, para narapidana yang mendapatkan remisi ini karena telah berkelakuan baik dan dibuktikan dengan tidak sedang menjalani masa disipilin dalam kurun waktu enam bulan terakhir terhitung tanggal pemberian remisi.

Jumlah pemotongan masa tahanan bagi narapidana di Sulsel ini bertingkat-tingkat. Dari 5.100 napi yang diajukan, 1.140 orang bakal mendapatkan remisi 15 hari, sementara 3.430 orang mendapatkan remisi 1 bulan. Sebanyak 387 orang memdapatkan remisi 1 bulan 15 hari, dan 98 orang mendapatkan remisi dua bulan. 

"Sementara untuk narapidan yang mendapatkan remisi bebas ada 45 orang," imbuhnya.

Baca juga: 13.706 Warga Binaan di Jabar Mendapatkan Remisi Idul Fitri

Selain narapidana tindak pidana umum, para napi khusus seperti napi tindak pidana korupsi dan narkotika seperti yang ada di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 Pasal 34A juga mendapatkan remisi. Ada 1.269 napi tindak pidana khusus ini yang mendapatkan remisi yang terbagi 31 napi korupsi dan 1.238 napi narkotika.

"Untuk narapidana narkotika (yang mendapat remisi) bersedia bekerja sama dengan penegak hukum untuk membongkar perkara tindak pidana yang dilakukan," ucapnya.

"Sementara untuk napi korupsi telah membayar denda dan uang pengganti sesuai putusan pengadilan," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.