Kisah Kakek Derih yang Puluhan Tahun Berjualan Pisang di Trotoar Aceh

Kompas.com - 02/06/2019, 16:04 WIB
Kek Derih (80) berjualan di Jalan Merdeka Utama, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Sabtu (1/6/2019) KOMPAS.com/MASRIADIKek Derih (80) berjualan di Jalan Merdeka Utama, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Sabtu (1/6/2019)

"Malu saya meminta-minta. Lebih baik saya berjualan seperti ini. Walau saya selalu dilarang oleh anak dan istri,” terangnya.

Barang dagangannya pun diambil dari bercocok tangan bersama istrinya. Menurutnya, untung yang ribuan rupiah itu membawa berkah. Terpenting ikhlas menjalani hidup.

"Namanya jualan, kadang belum sampai Lhokseumawe barang dagangan saya sudah laku. Saya langsung pulang. Kadang baru sebentar saya gelar dagangan, sudah laku. Kadang tidak laku juga,” katanya tersenyum.

Baca juga: Di Balik Sosok Mbah Arjo, Kakek Berusia 193 Tahun, Temani Presiden Soekarno Ritual hingga Banyak Minum Air Putih

Terkadang dia berjualan mulai dari pisang, sayur ubi, kangkung, daun jeruk purut, ketela, ubi, dan daun pisang.

“Saya hanya jualan setengah hari. Selebihnya di kebun atau di rumah,” katanya.

Senja terus membungkuk. Kek Derih mengayuh sepeda. Melalui jalan aspal membawanya pulang ke rumah. Menatap harapan masa depan, lewat kemandirian, lewat tangan dan usaha.

“Satu doa saya, diberi kesehatan oleh Allah agar terus bisa berusaha,” pungkasnya.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X