Kilas Daerah Semarang
KILAS DAERAH

Wali Kota Semarang Resmikan Posko Mudik Lintas Agama

Kompas.com - 02/06/2019, 07:45 WIB
Wali Kota Semarang Heni saat peresmian posko mudik. Dok Humas Pemkot SemarangWali Kota Semarang Heni saat peresmian posko mudik.
KOMPAS.com - Wali kota Semarang Hendrar Prihadi meresmikan dua Posko mudik lebaran yang didirikan para relawan Kota Semarang, Kamis (30/5/2019).
 
Kedua posko mudik lebaran tersebut adalah Posko Mudik di Taman Kendalisodo yang didirikan oleh GP Anshor dan GKI Kota Semarang serta Posko Mudik di depan Kantor Pomdam IV Diponegoro Kalibanteng Semarang yang didirikan oleh KNPI Kota Semarang.
 
Mengapresiasi banyaknya Posko mudik yang didirikan, Hendi sapaan akrabnya berharap keberadaan Posko tersebut dapat menjadi alternatif beristirahat bagi para pemudik yang biasanya mengalami kelelahan setelah berkendara di atas 5 jam perjalanan. 
 
Semua itu, lanjut Hendi juga menjadi wujud bergerak bersama dan kepedulian yang terus dibangun khususnya untuk memberi kenyamanan bagi para pemudik.
 
Dilanjutkan Hendi, berdasar informasi dari pihak kepolisian dan instansi terkait, arus mudik akan mencapai puncaknya pada H-4 dan H-3 lebaran, tepatnya pada Jumat (31/5/2019) dan Sabtu (1/6/2019) malam.
 
Terlebih, sudah diprediksi arus mudik pada Lebaran 2019 akan mengalami peningkatan sebesar 30 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 
 
Sementara itu, terkait Posko Peduli Kasih, Wali Kota Hendi menegaskan keberadaan posko mudik lintas agama ini menjadi luar biasa sebagai simbol kerukunan antar umat beragama.
 
Posko Peduli Kasih yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti snack gratis, toilet, layanan kesehatan dan pijat gratis ini juga disebut-sebut sebagai posko yang paling mewah. 
 
"Terima kasih atas kepedulian semua pihak dalam membantu kelancaran dan kenyamanan para pemudik. Mudah mudahan keberadaan posko bantuan pemudik ini akan menjadi berkah dan pahala bagi semua pihak yang terlibat dalam acara dan posko ini," ungkap Hendi dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (1/6/2019).
 
Kepada pemudik, Hendi berpesan untuk selalu berhati-hati, menaati peraturan lalu lintas, gunakan seatbelt dan helm, tidak ngebut dan mampir berbelanja di Kota Semarang baik produk oleh-oleh maupun produk UMKM lainnya. 
 
Sementara, bagi warga Kota Semarang yang akan mudik ke luar kota, Hendi mengimbau untuk dapat menitipkan rumahnya pada RT ataupun Polsek setempat.
 
“Sebelum meninggalkan rumah, pastikan stop kontak, stop kran, kompor dan listrik dalam keadaan off sehingga tetap utuh, aman, dan nyaman selama ditinggal mudik,” ujar Hendi. 
 
Menurut Hendi, berbagai upaya telah dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pemudik. Pemerintah pusat dan daerah pun telah memberlakukan berbagai peraturan seperti sistema tol searah, penyediaan berbagai posko mudik berkoordinasi dengan TNI Polri, dan khusus di Kota Semarang layanan call center 112 yang tetap aktif selama libur panjang Lebaran. 
 
“Kepada sejumlah instansi seperti Dishub, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Disdukcapil dan Kominfo Saya minta untuk membuat jadwal petugas piket, sehingga pelayanan dapat optimal berjalan melayani pemudik maupun warga yang akan mengurus administrasi kependudukan,” terang Hendi.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyebab Listrik Padam di Batam dan Bintan

Penyebab Listrik Padam di Batam dan Bintan

Regional
Jalan Pantura Semarang Diterjang Banjir Rob, Motor Mogok dan Bahayakan Pengendara

Jalan Pantura Semarang Diterjang Banjir Rob, Motor Mogok dan Bahayakan Pengendara

Regional
Sambut “New Normal”, Dompet Dhuafa Pasang Tempat Cuci Tangan di Fasilitas Umum

Sambut “New Normal”, Dompet Dhuafa Pasang Tempat Cuci Tangan di Fasilitas Umum

Regional
New Normal Masih Cukup Berat, PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang

New Normal Masih Cukup Berat, PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang

Regional
Diduga Positif Covid-19, Dokter RSUD Kardinah Kota Tegal Meninggal

Diduga Positif Covid-19, Dokter RSUD Kardinah Kota Tegal Meninggal

Regional
Kapolsek Nyaris Jadi Korban Penipuan Saat Ambil Uang di ATM

Kapolsek Nyaris Jadi Korban Penipuan Saat Ambil Uang di ATM

Regional
Dalam 2 Hari Wanita Ini Kehilangan Ayah, Ibu, dan Kakak, Salah Satu Terjangkit Covid-19

Dalam 2 Hari Wanita Ini Kehilangan Ayah, Ibu, dan Kakak, Salah Satu Terjangkit Covid-19

Regional
Tak Ada Merah Tua dan Hitam, Pemkot Surabaya: Protokol BNPB Hanya Ada 4 Warna

Tak Ada Merah Tua dan Hitam, Pemkot Surabaya: Protokol BNPB Hanya Ada 4 Warna

Regional
Terapkan Physical Distancing, Lampu Merah di Kota Ini Diatur ala Starting Grid MotoGP

Terapkan Physical Distancing, Lampu Merah di Kota Ini Diatur ala Starting Grid MotoGP

Regional
Lalai Saat Ambil Sampel Swab, Tenaga Analis Labkes Batam Terpapar Corona

Lalai Saat Ambil Sampel Swab, Tenaga Analis Labkes Batam Terpapar Corona

Regional
Suami Pamit Pulang Kampung Lalu Hilang Tanpa Kabar, Istri Hamil Bergantung Hidup pada Tetangga

Suami Pamit Pulang Kampung Lalu Hilang Tanpa Kabar, Istri Hamil Bergantung Hidup pada Tetangga

Regional
Istana Maimun Segera Dibuka untuk Wisatawan

Istana Maimun Segera Dibuka untuk Wisatawan

Regional
Update Covid-19 Maluku: Tambah 16 Kasus Positif, Berasal dari Ambon dan Seram Bagian Timur

Update Covid-19 Maluku: Tambah 16 Kasus Positif, Berasal dari Ambon dan Seram Bagian Timur

Regional
Ibu Hamil Meninggal karena Covid-19, Disusul Ayah dan Ibu Berstatus PDP

Ibu Hamil Meninggal karena Covid-19, Disusul Ayah dan Ibu Berstatus PDP

Regional
Hemat Anggaran, 130 Tenaga Medis RS Rujukan Covid-19 Sumut Pindah dari Hotel ke Wisma Atlet

Hemat Anggaran, 130 Tenaga Medis RS Rujukan Covid-19 Sumut Pindah dari Hotel ke Wisma Atlet

Regional
komentar di artikel lainnya