Polisi Tangkap Komplotan Pencuri Spesialis Rokok dengan Barang Bukti Senilai Rp 100 Juta

Kompas.com - 01/06/2019, 07:38 WIB
Reskrimum Polres Kulon Progo, DIY, menunjukkan barang bukti rokok hasil curian komplotan 4 pemuda pada sebuah toko di Desa Brosot, Kecamatan Galur, Minggu (19/5/2019). KOMPAS.com/DANI JReskrimum Polres Kulon Progo, DIY, menunjukkan barang bukti rokok hasil curian komplotan 4 pemuda pada sebuah toko di Desa Brosot, Kecamatan Galur, Minggu (19/5/2019).

KULON PROGO, KOMPAS.com - Polisi berhasil menangkap komplotan pemuda asal Jawa Tengah spesialis mencuri rokok dalam jumlah banyak, yang beroperasi di wilayah Sleman dan Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Saat ditangkap, polisi juga mengamankan rokok hasil curian senilai Rp 100 juta.

Mereka ditangkap tak lama setelah menyantroni satu toko di Desa Brosot, Kecamatan Galur pada Minggu (19/5/2019). Ketiganya adalah Sut, 41 tahun, warga Pelakongan, Ari, 27,  dan Hen, 29, keduanya asal Batang. Sementara satu pelaku berinisial TI, masih diburu polisi.

Baca juga: Pemkab Kulon Progo Kerahkan Linmas Jaga Pelintasan Kereta Api Selama Musim Lebaran

Kasatreskrim Polres Kulon Progo, AKP Ngadi mengungkapkan, ketiganya tertangkap di Kecamatan Kalimanah Wetan, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

"Sebenarnya masih ada satu lagi inisial Tl, tapi masih dalam pencarian," kata Ngadi di Polres Kulon Progo, Jumat (31/5/2019).

Sut dan komplotannya sengaja keliling dari kota ke kota untuk mencari toko yang akan dijarah di wilayah di Sleman, Bantul, hingga Wonosari.

"Tl yang buron ini yang mencungkil pakai linggis," kata Ngadi.

Polisi pun menyita sejumlah barang bukti, di antaranya linggis, karung plastik  untuk membawa barang curian, enam kardus berisi ratusan bungkus rokok berbagai merek, dan uang tunai Rp 900.000.

"Ini belum semuanya, kemungkinan masih ada lagi karena satu orang DPO. Kami akan lakukan pencarian lebih intensif," kata Ngadi.

Baca juga: Ini Alasan Jokowi Pilih Bupati Kulon Progo Sebagai Kepala BKKBN

Tersangka SUT mengaku komplotannya selalu menyurvei toko calon korban. Mereka biasanya beraksi ketika toko sepi. Mereka hanya mengambil rokok dengan alasan rokok mudah dijual.

"Rokoknya dijual lagi ke toko," katanya.

Saat ditanya asal rokok oleh pembeli, mereka akan berkilah mendapatkannya dari sisa hajatan ataupun barang kapal.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Koper dan Alat Kontrasepsi Jadi Barang Bukti Kasus Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel

Koper dan Alat Kontrasepsi Jadi Barang Bukti Kasus Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel

Regional
Mayat Perempuan Muda di Kamar Hotel, Ada Luka di Belakang Kepala

Mayat Perempuan Muda di Kamar Hotel, Ada Luka di Belakang Kepala

Regional
Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Regional
Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Regional
Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Regional
Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Regional
447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

Regional
Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Regional
Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X