Petasan yang Dirakit untuk Lebaran Meledak, Jari Pria ini Putus

Kompas.com - 01/06/2019, 06:23 WIB
Aparat Polsek Tempuran Kabupaten Magelang mengamankan barang bukti ratusan petasan atau mercon yang diduga dibuat oleh warga, Munawir (55), Jumat (31/5/2019).KOMPAS.com/IKA FITRIANA Aparat Polsek Tempuran Kabupaten Magelang mengamankan barang bukti ratusan petasan atau mercon yang diduga dibuat oleh warga, Munawir (55), Jumat (31/5/2019).

MAGELANG, KOMPAS.com - Ledakan petasan atau mercon mengenai seorang warga, Munawir (55), di Dusun Turus, Desa Tempurejo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Korban mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya, jari tangan putus, bahkan tembok dapur rumahnya jebol akibat ledakan itu.

Petasan yang meledak itu adalah rakitan korban sendiri. Sebelum meledak, korban sedang merangkai dan mengisi serbuk bahan petasan di rumahnya, menjelang subuh, Jumat (31/5/2019).

“Seusai makan sahur, sambil menunggu waktunya salat Subuh, korban mengisi obat petasan dan tiba-tiba petasan meledak. Ledakan terdengar keras sampai kira-kira radius 1 kilometer,“ terang Kepala Polsek Tempuran, AKP Moh Buhrom, Jumat sore.


Baca juga: Tradisi Keriang-keriut dan Perang Petasan, Rayakan Ramadhan di Pinggir Sungai Arut Pangkalan Bun

Menerima informasi tersebut, polisi langsung menuju lokasi kejadian. Menurut keterangan warga setempat, korban memang pembuat petasan yang rencananya akan dibunyikan pada saat lebaran nanti.

“Informasi dari masyarakat tidak dijual. Nanti setelah salat Id dibunyikan mungkin direnteng di atas pohon langsung dibunyikan,” katanya.

Saat ini, korban masih dirawat intensif di RSUD Tidar Kota Magelang.

Buhrom mengaku telah melakukan sosialisasi dan imbuan kepada masyarakat untuk tidak membunyikan atau membuat petasan karena dinilai melanggar UU No 1 tahun 1951.

Ledakan petasan bisa mengganggu ketertiban, serta membahayakn bagi diri sendiri maupun orang lain.

Baca juga: Petasan Dilarang pada Malam Takbiran, Pelanggar Akan Dipidana

Buhrom menyebutkan dari lokasi kejadian polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa 400-an buah petasan yang sudah jadi. Kemudian beberapa selongsong petasan yang belum diisi serbuk mercon serta peralatan membuat petasan.

“Ini ada sekitar 400-an petasan jadi kami amankan sebagai barang bukti. Semuanya telah direndam air supaya tidak meledak,” katanya.

Makhsun (55), tetangga korban, menceritakan bahwa ledakan petasan terdengar begitu keras. Warga mengira ledakan tersebut berasal dari trafo listrik yang meledak.

“Saya ngira trafo listrik, ternyata di sini. Saya terus ke masjid. Ke sini, korban sudah dilarikan ke rumah sakit,” ungkapnya.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X