Pemkot Batam Anggarkan Rp 35 Miliar untuk Bangun Kampung Tua

Kompas.com - 31/05/2019, 19:13 WIB
Sejumlah wisatawan yang datang ke kampung terih Nongsa ikut serta dalam melestarikan mangrove Batam ini. Selain menawarkan keindahan mangrove, destinasi ini juga memperkenalkan adat istiadat Melayu Batam yang ada di Kampung tua kampung Terih Nongsa. KOMPAS.com/HADI MAULANASejumlah wisatawan yang datang ke kampung terih Nongsa ikut serta dalam melestarikan mangrove Batam ini. Selain menawarkan keindahan mangrove, destinasi ini juga memperkenalkan adat istiadat Melayu Batam yang ada di Kampung tua kampung Terih Nongsa.

BATAM, KOMPAS.com — Pemerintah Kota Batam membangun kawasan kampung tua di Pulau Batam, Kepulauan Riau.

Pemerintah pun menganggarkan dana Rp 35 miliar untuk membangun kampung tua di Pulau Batam yang jumlahnya mencapai 37 titik.

"Alhamdulillah kawasan kampung akan dikeluarkan dari Hak Pengelolaan Lahan (HPL), Badan Pengusahaan (BP) Batam. Selanjutnya izin dan pengaturan lainnya mengenai kampung tua berada di kendali Pemerintah Kota Batam," kata Rudi ditemui di kantor wali kota Batam, Jumat (31/5/2019).

Baca juga: Akhirnya, Limbah B3 di Batam Bisa Dikirim Keluar

Rudi mengatakan, untuk membangun kawasan kampung tua, pihaknya akan melihat kesiapan masyarakat setempat. Sementara konsepnya masih dipertimbangkan, apakah kota pariwisata atau kota sejarah yang menggambarkan asal muasal keberadaan Kota Batam.

"Yang jelas kami sedang mengupayakan penyelesaian legalitas lahan di kampung tua, yang selama ini tidak didapat masyarakat," kata Rudi.

Saat ini, lanjut Rudi pihaknya sudah berkoordinasi dan mengupayakan kepada Badan Pertahanan Nasional (BPN) agar status lahan di kampung tua mendapat legalitas, baik hak guna bangunan, hak milik, hak pakai, atau lainnya.

"Ada beberapa titik kampung tua yang akan dikembangkan, seperti Kampung Tua Tanjung Riau yang akan dijadikan kampung pariwisata yang lengkap dengan kuliner khas Melayu Batam," katanya.

"Sebab kampung tua yang ada di Pulau Batam semuanya berada di pinggiran laut," katanya menambahkan.

Baca juga: Menhub Kaji Ulang Pemindahan Pelabuhan Pelni Batam dari Batuampar ke Sekupang

Saat ini, Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Batam masih disiapkan pemerintah. Rudi berharap pada 2020 RDTR ini rampung.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X