Fakta di Balik 25 Orang di NTT Batal Jadi TKI, Beternak Sapi hingga Penghasilan 3 Juta Per Bulan

Kompas.com - 31/05/2019, 18:34 WIB
Pedagang melayani pembeli di Pasar Panton Labu, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (4/5/2019). Harga daging sapi melonjak dari dari Rp 120.000 per kilogram menjadi Rp 170.000 per kilogram. KOMPAS.com/MASRIADIPedagang melayani pembeli di Pasar Panton Labu, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (4/5/2019). Harga daging sapi melonjak dari dari Rp 120.000 per kilogram menjadi Rp 170.000 per kilogram.

Baca Juga: Viral Jual "Seafood" Terlalu Mahal, Pemilik Warung Lesehan: Ada Rupa Ada Harga

4. Menjadi rujukan daerah lain, termasuk Timor Leste

Keberhasilan usaha kelompok tani Dominggus itu telah tersiar ke mana-mana. Bahkan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, sebelum dilantik menjadi gubernur pernah berkunjung ke lokasi usahanya itu.

Bahkan kelompok tani asal Negara Timor Leste, juga pernah melakukan studi banding ke kelompok tani tersebut.

"Baru-baru ini ada kelompok tani dari Timor Leste yang datang belajar cara bertani dan beternak di kelompok kami. Saat mereka datang, kami semua menangis karena terharu lantaran yang kami lakukan ini hanya biasa saja tapi kok orang lain mau belajar," ujar Dominggus.

Kunjungan dari pihak lain menjadi motivasi untuk kelompoknya agar terus mengembangkan usaha.

Ke depannya, pihaknya akan membuka diri untuk semua pihak yang mau belajar dan mereja juga berencana belajar ke dinas terkait atau kelompok yang lain di NTT.

Baca Juga: Warga NTT yang Tewas Diterkam Buaya di Malaysia Berstatus TKI Ilegal

5. Memasok daging sapi untuk Jakarta

Aktivitas di pasar hewan Ambarawa, Kabupaten Semarang.Kompas.com/ Syahrul Munir Aktivitas di pasar hewan Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Direktur Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Thomas Lapenangga, mengatakan setiap tiga minggu sekali, peternak NTT mengirimkan sapi sebanyak 500 ekor ke Jakarta untuk memenuhi kebutuhan daging di ibu kota.

"Kita bersama sama merespon ini baik dari pendidikan tinggi, LSM, tokoh masyarakat dan masyarajat yang berusaha di bidang pertanian dan peternakan dan pemerintah. Bersatu padu untuk berdayakan potensi yang ada di daerah kita," ujar Thomas.

Sementara itu Profesor Ann McNeill dari University of Adelaide-South Australia dan Crawford Fund, mengatakan mereka adalah organisasi nonprofit yang mendapat dana dari pemerintah Australia untuk membantu masyarakat di negara-negara berkembang.

Menurut Ann, mereka mau membangun kapasitas melalui pelatihan, mentoring, dan dukungan dana baik dari infrastruktur maupun sumber daya manusia.

"Tujuan kami datang ini yakni untuk mentoring dan juga membuka kesempatan untuk bekerjasama dengan partner di NTT, khususnya petani dan peternak," pungkasnya.

Baca Juga: 800 Beasiswa Pendidikan Tinggi untuk Siswa Daerah 3T dan Anak TKI

Sumber: KOMPAS.com (Sigiranus Marutho Bere)

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Ibu Melahirkan di Tengah Lautan, Bayinya Dihadiahi Naik Kapal Gratis Seumur Hidup

Kisah Ibu Melahirkan di Tengah Lautan, Bayinya Dihadiahi Naik Kapal Gratis Seumur Hidup

Regional
Duduk Perkara Bentrok TNI-Polri di Tapanuli Utara, Berawal dari Kemacetan di Jalan

Duduk Perkara Bentrok TNI-Polri di Tapanuli Utara, Berawal dari Kemacetan di Jalan

Regional
Warga Bandel Bakar Lahan untuk Pertanian, 5 Hektar Lahan di Gunungsitoli Ludes

Warga Bandel Bakar Lahan untuk Pertanian, 5 Hektar Lahan di Gunungsitoli Ludes

Regional
Wanita Pemandu Karaoke Ditemukan Tewas di Kamar Kos, Wajah Terbekap Selimut

Wanita Pemandu Karaoke Ditemukan Tewas di Kamar Kos, Wajah Terbekap Selimut

Regional
Sudah Uji Pembebanan, Alun-alun Surabaya Segera Dilalui Kendaraan

Sudah Uji Pembebanan, Alun-alun Surabaya Segera Dilalui Kendaraan

Regional
Kabur Saat Akan Hadapi Sidang Putusan, Serli Diminta Menyerahkan Diri.

Kabur Saat Akan Hadapi Sidang Putusan, Serli Diminta Menyerahkan Diri.

Regional
Bunadin Batal Umrah Sekeluarga, Padahal Sudah Berangkatkan Ibu dari Probolinggo ke Makassar

Bunadin Batal Umrah Sekeluarga, Padahal Sudah Berangkatkan Ibu dari Probolinggo ke Makassar

Regional
Hampir Menangis, Yusrinda dan 52 Orang Rombongan Keluarganya Gagal Umrah Gara-gara Corona

Hampir Menangis, Yusrinda dan 52 Orang Rombongan Keluarganya Gagal Umrah Gara-gara Corona

Regional
Penyelundupan 1.085 Liter Sopi yang Ditutupi Tumpukan Pisang Digagalkan di Bima

Penyelundupan 1.085 Liter Sopi yang Ditutupi Tumpukan Pisang Digagalkan di Bima

Regional
Banjir di 5 Desa Jatinangor, Jalur Sumedang-Bandung Lumpuh, Ribuan Rumah Terendam

Banjir di 5 Desa Jatinangor, Jalur Sumedang-Bandung Lumpuh, Ribuan Rumah Terendam

Regional
Viral Video Pria Tiba-tiba Datang ke Kompleks Pertamina Lalu Masturbasi

Viral Video Pria Tiba-tiba Datang ke Kompleks Pertamina Lalu Masturbasi

Regional
Tergiur Harga Mobil Murah, Sejumlah Orang Jadi Korban Penipuan di Jombang

Tergiur Harga Mobil Murah, Sejumlah Orang Jadi Korban Penipuan di Jombang

Regional
Cerita 35 Jemaah Umrah Asal Palembang, Pesawatnya Sempat Ditolak Mendarat di Jeddah

Cerita 35 Jemaah Umrah Asal Palembang, Pesawatnya Sempat Ditolak Mendarat di Jeddah

Regional
Usai Bentrok TNI-Polri, Pangdam Bukit Barisan Perintahkan Anggotanya Perbaiki Mapolsek yang Rusak

Usai Bentrok TNI-Polri, Pangdam Bukit Barisan Perintahkan Anggotanya Perbaiki Mapolsek yang Rusak

Regional
PNS di Maluku Diminta Tak Gunakan Wadah Plastik Sekali Pakai

PNS di Maluku Diminta Tak Gunakan Wadah Plastik Sekali Pakai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X