Mudik Gesit: 30 Persen Bus di Terminal Regional Daya Makassar Tidak Layak Operasi

Kompas.com - 31/05/2019, 16:33 WIB
Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XIX Sulselbar saat mengecek bus yang beroperasi di Terminal Regional Daya Makassar, Sulawesi Selatan pada Rabu (29/5/2019) malam. Dok.Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XIX Sulselbar Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XIX Sulselbar saat mengecek bus yang beroperasi di Terminal Regional Daya Makassar, Sulawesi Selatan pada Rabu (29/5/2019) malam.

MAKASSAR, KOMPAS.com - Sebanyak 30 persen dari 462 bus di terminal regional Daya, Makassar, Sulawesi Selatan, yang diperiksa oleh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XIX Sulselbar dinyatakan tidak layak beroperasi untuk mengangkut pemudik ke sejumlah daerah di Sulsel.

Kepala BPTD Ady Pracoyo mengatakan, pengecekan ini sudah dilakukan secara berkala sejak dua pekan yang lalu. Jumlah ini masih bisa meningkat. Masih ada 98 bus yang belum dicek oleh pihak BPTD.

"Sudah ada 462 jumlah kendaraan jenis bus yang telah dicek dari total target 560 bus. Hasilnya, 30 persen dinyatakan tidak layak operasi baik secara administrasi maupun teknis," ujarnya, Jumat (31/5/2019).

Baca juga: Mudik Gesit: Beli Oleh-oleh Keripik Tempe Khas Trenggalek, di Sini Tempatnya

Ady mengatakan, diperkirakan puncak arus mudik di terminal milik daerah ini akan berlangsung pada H-3 hingga H-2 jelang Lebaran.

Agar mudik berjalan lancar, sejumlah kendaraan yang dinyatakan tidak layak ini diharapkan langsung diperbaiki oleh pemiliknya agar bisa kembali beroperasi.

Pengecekan ini sangat perlu agar para penumpang maupun pengelola tetap merasa nyaman saat mudik berlangsung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Karena penumpang jalur darat diprediksi akan meningkat tahun ini setelah harga tiket pesawat naik, makanya kami dari tim BPTD turun setiap malam untuk melakukan pengecekan secara berkala," katanya.

Baca juga: Mudik Gesit: Cegah Macet, Polisi Siagakan Bengkel On Call di Malang

Petugas akan mengecek surat-surat kendaraan bus beserta surat izin mengemudi para sopir. Ia berjanji akan menindak tegas para sopir yang membandel.

"Jika ada yang tidak sesuai surat-surat yang semestinya dibawa, maka sopir akan diberikan kartu tilang dan wajib diselesaikan setelah kembali mengambil penumpang di terminal," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.