Pria Gangguan Jiwa yang Tewas dengan Tangan dan Kaki Diikat, Dibunuh Abang dan Keponakan Sendiri

Kompas.com - 31/05/2019, 15:23 WIB
Ilustrasi tewas.Shutterstock Ilustrasi tewas.

KOMPAS.com - Polres Tapanuli Tengah ( Tapteng) menangkap Saidun Simanungkalit dan Nazril Sitompul, dua pelaku pembunuhan terhadap Abdul Bahri Simanungkalit (50), pria yang jenazahnya ditemukan dengan tangan dan kaki terikat di perairan Tapteng, Selasa (28/5/2019).

Keduanya diketahui memiliki hubungan saudara dengan korban. Saidun merupakan abang kandung korban, sedangkan  Nazril Sitompul alias Teren merupakan keponakan korban.

Kasat Reskrim Polres Tapteng, AKP Dodi Nainggolan mengatakan, pengungkapan berawal dari penjelasan keluarga korban bahwa Abdul terakhir kali terlihat pada 24 Mei sekitar pukul 20.00 WIB.

Sebelum ditemukan tewas di Perairan Pulau Putri, Tapteng, korban saat itu tampak emosi dan mengancam membunuh ibu kandungnya di dalam rumah dengan sebilah pisau.


Baca juga: Jenazah Pria Gangguan Jiwa Ditemukan dengan Kaki dan Tangan Diikat Pemberat di Laut

Diketahui korban mengalami gangguan jiwa kurang lebih sudah 10 tahun.

Setelah korban marah-marah di depan ibunya, warga sekitar pun menyerahkan korban kepada abangnya yakni Saidun.

Korban selanjutnya diikat di bagian tangan dan kaki menggunakan tali plastik yang kemudian dimasukkan ke dalam rumah.

Setelah peristiwa itu, tidak lagi ditemukan keberadaan dan kegiatan korban, hingga akhirnya jenazah korban ditemukan mengapung di perairan Pulau Putri.

Dari hasil penyelidikan terungkap bahwa keduanya yang membunuh Abdul.

"Mereka sengaja membawa korban ke tengah laut untuk ditenggelamkan," ungkap Dodi, Jumat (31/5/2019).

Baca juga: 5 Fakta Penyekapan Istri Ketua KPU Cianjur, Sempat Diseret dan Diikat di Tiang

Dari keterangan pelaku, lanjut Dodi, yang mengikat tangan korban ke belakang serta mengikat kedua kakinya menggunakan tali plastik adalah Saidun.

Setelah diikat, mulut korban ditutup dengan kain daster warna biru kemudian melakbannya.

"Setelah itu, Saidun mengajak Teren untuk membawa korban ke atas boat. Mereka lalu mengikatkan beberapa batu ke tubuh korban lalu membuang korban di tengah laut dalam keadaan hidup-hidup," ujar Dodi.

Dodi menuturkan bahwa pembunuhan karena Abdul dinilai sudah membuat resah warga.

Semasa hidup korban sering melempari rumah tetangga.

Keluarga juga sudah sangat resah karena ulah korban yang mengidap penyakit kejiwaan karena depresi.

"Saat ini, kami masih menunggu hasil autopsi korban dari RSU Rajamin Saragih Pematang Siantar. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka sudah kita amankan di Polres Tapteng," ujar Dodi

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul: Terungkap, Saidun Ikat dan Ceburkan ke Laut Karena Sering Bikin Onar

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Unik, Beli Hewan Ternak Cukup Bayar Uang Muka Koin Rp 100

Unik, Beli Hewan Ternak Cukup Bayar Uang Muka Koin Rp 100

Regional
Heboh, Puluhan Domba di Sumedang Mati karena Makhluk Halus, Ini Penyebab Sebenarnya

Heboh, Puluhan Domba di Sumedang Mati karena Makhluk Halus, Ini Penyebab Sebenarnya

Regional
Ayah Penganiaya Putrinya, Balita Penderita Gizi Buruk Ditangkap Polisi

Ayah Penganiaya Putrinya, Balita Penderita Gizi Buruk Ditangkap Polisi

Regional
Remaja Pemilik Pabrik Ekstasi di Aceh Terancam Hukuman Mati

Remaja Pemilik Pabrik Ekstasi di Aceh Terancam Hukuman Mati

Regional
Cerita di Balik Video Viral Kawanan Lumba-lumba di Perairan Bali Utara, Muncul Pagi Hari di Jalur Transit

Cerita di Balik Video Viral Kawanan Lumba-lumba di Perairan Bali Utara, Muncul Pagi Hari di Jalur Transit

Regional
4 Fakta Perampokan BRI di Kalbar, Pelaku Tusuk Satpam hingga Terekam CCTV

4 Fakta Perampokan BRI di Kalbar, Pelaku Tusuk Satpam hingga Terekam CCTV

Regional
 Tiga Anggota TNI Dikeroyok Saat Bertugas, Puluhan Warga Ditangkap

Tiga Anggota TNI Dikeroyok Saat Bertugas, Puluhan Warga Ditangkap

Regional
Banyak Rebut Aset Pemkot, Khofifah Penasaran 'Wirid' yang Dibaca Risma

Banyak Rebut Aset Pemkot, Khofifah Penasaran "Wirid" yang Dibaca Risma

Regional
Pembunuh Mahasiswa Asal Timor Leste Lebih dari Satu Orang

Pembunuh Mahasiswa Asal Timor Leste Lebih dari Satu Orang

Regional
Suhu Dingin 15,9 Derajat di Malang, Hindari Es dan Keluar Malam

Suhu Dingin 15,9 Derajat di Malang, Hindari Es dan Keluar Malam

Regional
Cegah Penyalahgunaan Dana Reklamasi, KPK Sidak Perusahaan Tambang

Cegah Penyalahgunaan Dana Reklamasi, KPK Sidak Perusahaan Tambang

Regional
Cerita Kakek Mahmud yang Enggan Berpisah dengan Istrinya Saat Pergi Haji Bersama

Cerita Kakek Mahmud yang Enggan Berpisah dengan Istrinya Saat Pergi Haji Bersama

Regional
Kepala Jenazah Mahasiswa Timor Leste yang Terbungkus Selimut Winnie The Pooh Hilang

Kepala Jenazah Mahasiswa Timor Leste yang Terbungkus Selimut Winnie The Pooh Hilang

Regional
Jumlah Siswa di SMK Ini Terus Menyusut, Tahun Ini Hanya Terima 1 Murid Baru

Jumlah Siswa di SMK Ini Terus Menyusut, Tahun Ini Hanya Terima 1 Murid Baru

Regional
Risma Ingin Ubah Nama Jalan Bung Tomo Surabaya

Risma Ingin Ubah Nama Jalan Bung Tomo Surabaya

Regional
Close Ads X