5 Fakta Wilayah Rawan Kecelakaan di Arus Mudik, Minim Lampu di Cimanggu-Karangpucung hingga Waspada Begal di Aceh-Medan

Kompas.com - 31/05/2019, 14:33 WIB
Pengendara motor melintas jalan Sukabumi-Sagaranten yang amlas di Nyalindung,Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (24/4/2018) KOMPAS.com/BUDIYANTOPengendara motor melintas jalan Sukabumi-Sagaranten yang amlas di Nyalindung,Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (24/4/2018)

KOMPAS.com - Polisi mengimbau para pemudik dari Jawa Barat yang melintasi jalur selatan, diminta waspada saat memasuki wilayah antara Cilacap hingga Banyumas.

Menurut Kasat Lantas Polres Cilacap, AKP Ahmad Nur Ari, wilayah tersebut penuh jalan berliku dan minim penerangan.

Sementara itu, para pemudik yang akan melintasi jalur Pemalang- Purbalingga, Jawa Tengah, diminta berhati-hati karena banyak terdapat turunan dan tikungan tajam.

Berikut ini fakta di balik jalur rawan kecelakaan dan alasannya:


1. Jalur Cimanggu dan Karangpucung minim lampu

Salah satu tikungan tajam di jalur selatan antara ruas Cilacap-Banyumas, Jawa Tengah.KOMPAS.com/FADLAN MUKHTAR ZAIN Salah satu tikungan tajam di jalur selatan antara ruas Cilacap-Banyumas, Jawa Tengah.

AKP Ahmad Nur Ari mengatakan, jalur tersebut rawan kecelakaan karena kondisi jalan yang berliku sehingga pengguna jalan harus konsentrasi penuh saat melintas.

"Daerah rawan kecelakaan ada di Cimanggu dan Karangpucung, karena kondisi jalan yang berkelok-kelok. Kondisi jalan berkelok hingga memasuki wilayah Lumbir, Banyumas," kata Ahmad di Pos PAM Sampang, Cilacap, Kamis (40/5/2019).

Ahmad mengatakan kecelakaan juga rawan terjadi di lokasi tersebut karena minimnya lampu penerangan jalan, sehingga jarak pandang pengemudi terbatas terutama malam hari.

"Untuk mengurangi potensi kecelakaan kami telah memasang papan imbauan di sepanjang jalur tersebut. Kami juga memasang rotator pada beberapa titik di lokasi yang penerangannya kurang," ujar Ahmad.

Baca Juga: Berliku dan Minim Penerangan, Jalur Selatan Cilacap-Banyumas Rawan Kecelakaan

2. Daerah rawan kecelakaan di wilayah Kabupaten Bandung

Identifikasi daerah rawan kecelakaan.Kementerian Perhubungan Identifikasi daerah rawan kecelakaan.

Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan mengatakan, jalur rawan kecelakaan di wilayah Kabupaten Bandung banyak terjadi di wilayah Baleendah dan Ibun.

“Dari anev 2018 itu terjadi banyak kecelakaan di daerah Baleendah kemudian Ibun, karena medannya secara geografis itu dari Ibun ke Samarang jalurnya bertanjakan, sebaliknya turunan,” kata Indra, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (28/5/2019).

Menurut Indra, musim mudik 2018 lalu, ada tiga kecelakaan terjadi di jalur tersebut yang mengakibatkan kematian, namun angka kecelakaan itu dinilai menurun dibanding 2017.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Pembunuh Korban Penculikan di Surabaya Ditangkap, 2 Masih Buron

4 Pembunuh Korban Penculikan di Surabaya Ditangkap, 2 Masih Buron

Regional
ASN Pemkot Padang Terjaring OTT Saber Pungli Terkait Pengurusan BPHTB

ASN Pemkot Padang Terjaring OTT Saber Pungli Terkait Pengurusan BPHTB

Regional
Fakta Dua Nenek Kakak-Beradik yang Setia Tingal Bersama, Buta dan Jual Barang untuk Makan

Fakta Dua Nenek Kakak-Beradik yang Setia Tingal Bersama, Buta dan Jual Barang untuk Makan

Regional
Perjuangan Petugas Padamkan Karhutla di OKI, Lokasi Sangat Jauh dan Motor Digotong Seberangi Kanal

Perjuangan Petugas Padamkan Karhutla di OKI, Lokasi Sangat Jauh dan Motor Digotong Seberangi Kanal

Regional
Kronologi Pasutri di Cianjur Tewas Digigit Ular Menurut Warga

Kronologi Pasutri di Cianjur Tewas Digigit Ular Menurut Warga

Regional
7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

Regional
Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Regional
Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Regional
Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Regional
Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Regional
19 Tahun Hidup di 'Dunia Malam' Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

19 Tahun Hidup di "Dunia Malam" Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

Regional
Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Regional
Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X