Kompas.com - 31/05/2019, 13:44 WIB

KOMPAS.com - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengadakan focus group discussion (FGD) sebagai langkah lanjutan mengenai pengajuan Kebun Raya Bogor sebagai warisan dunia yang diakui UNESCO.

Plt Kepala Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya LIPI, R Hendrian mengatakan, FGD ini akan berfokus pada dua hal, yaitu sejarah kawasan hutan Samiddha dan keterkaitannya dengan Kebun Raya Bogor, serta manajemen konservasi dan pengembangan Kebun Raya Bogor terkait dengan tata ruang Kota Bogor.

FGD ini juga untuk memastikan kesiapan dokumen nominasi untuk dikirim ke UNESCO pada September 2019 serta sosialiasi kepada publik bahwa Kebun Raya Bogor telah tercantum di dalam Tentative List UNESCO World Heritage Site.

"Harapannya agar ada lebih banyak pihak yang dapat memberikan dukungan untuk kesiapan proses nominasi, termasuk juga penetapan Kebun Raya Bogor sebagai cagar budaya nasional,” jelasnya, Kamis (23/5/2019).

Baca juga: Kebun Raya Bogor Akan Terapkan Larangan Mobil Pengunjung Berstiker Capres-Cawapres

Kebun Raya Bogor secara historis tumbuh dan berkembang menjadi benteng konservasi plasma nutfah keanekaragaman hayati tumbuhan Indonesia.

Keunggulan berupa kekayaan koleksi tumbuhan yang tak ternilai dan nilai sejarah yang tinggi merupakan faktor pendorong utama diusulkannya Kebun Raya Bogor ke UNESCO untuk menjadi situs warisan dunia (World Heritage Site).

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati mengatakan, inisiasi pengusulan Kebun Raya Bogor menjadi situs warisan dunia dimulai sejak 25 September 2017.

Setelah itu kemudian dimulai penyusunan dokumen tentative list sebagai prasyarat awal nominasi.

“Dokumen tentative list diajukan ke UNESCO melalui Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 8 Juni 2018. Kebun Raya Bogor kemudian resmi terdaftar di tentative list UNESCO World Heritage Site pada tanggal 26 April 2018,” katanya.

Baca juga: Olahraga di Kebun Raya Bogor, Presiden Jokowi Beri Jaketnya ke Pengunjung

Enny menjelaskan, ada tiga komponen nilai utama dalam pengajuan Kebun Raya Bogor yang kini berusia 202 tahun tersebut.

Diantaranya adalah Kebun Raya Bogor merupakan pusat riset botani tropika dunia yang juga melahirkan lembaga-lembaga penelitian lainnya di Indonesia.

"Kebun Raya Bogor juga menjadi pusat aklimatisasi kelapa sawit sebelum disebarluaskan ke seluruh dunia dan menjadi komoditas perkebunan yang penting hingga saat ini. Selain itu, keberadaan Kebun Raya Bogor diduga berasal dari kawasan hutan Samiddha sehingga berpotensi menjadi kebun raya tertua di dunia," katanya.

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul; Kebun Raya Bogor Diusulkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, LIPI Adakan Focus Group Discussion

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Regional
Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Regional
Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Regional
Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Regional
Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Regional
Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Regional
Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Regional
Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Regional
Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Regional
Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Regional
Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Regional
Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Regional
Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Regional
Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Regional
Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.