42 Tahun Tinggal di Papua dan Dirikan 7 Sekolah, Pria Asal Amerika Ini Resmi Jadi WNI

Kompas.com - 31/05/2019, 11:33 WIB
Walace Dean Wiley bersma istri dan salah seorang anaknya sedang berfoto bersama dengan delapan anak dari Kabupaten Intan Jaya pada 2008 di Kabupaten Jayapura dok pribadi Wallace Dean WileyWalace Dean Wiley bersma istri dan salah seorang anaknya sedang berfoto bersama dengan delapan anak dari Kabupaten Intan Jaya pada 2008 di Kabupaten Jayapura

JAYAPURA, KOMPAS.com -  Wallace Dean Wiley (71 tahun), pria asal Amerika Serikat, resmi menyandang status sebagai Warga Negara Indonesia ( WNI) sejak Kamis (23/5/2019).

Pria yang akrab dipanggil Wallyi ini, telah disumpah di Aula Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Papua.

Wally sudah 42 tahun tinggal di Kabupaten Jayapura dan selama 38 tahun berkecimpung di dunia penerbangan melalui MAF Aviation, sebuah perusahaan penerbangan perintis.

Empat tahun terakhir, pria kelahiran 5 April 1948 di Washington State, Washington DC, Amerika Serikat, mulai mengabdikan diri untuk pendidikan anak-anak Papua dengan mendirikan Yayasan Papua Harapan.

Ia menerapkan sistem subsidi silang agar dapat memberi pendidikan gratis kepada anak-anak di pedalaman Papua.

Baca juga: 52 WNA Dideportasi dari Papua, Paling Banyak Warga PNG

Yayasan Papua Harapan sudah berjalan sejak tahun 2008 dengan mendidik delapan anak dari Kabupaten Intan Jaya. Pendidikan yang diberikan mulai dari tingkatan TK.

Wally mengaku memlih untuk mendirikan sekolah di Papua, dimulai dari rasa frustasi karena perusahaannya tidak pernah bisa merekrut pilot dan mekanik pesawat dari penduduk asli setempat.

"Dulu saya kepala MAF. Saya frustasi karena kami tidak dapat seorang Papua sebagai pilot atau mekanik. Di situ saya mulai tanya kenapa kami gagal terus dan setelah saya kumpulkan banyak orang untuk bicarakan hal itu akhirnya kami putuskan bahwa itu sebetulnya dalam hal problem solving. Ambil keputusan dengan cepat dan benar dengan memikirkan sesuatu di sini tetapi bisa untuk memecahkan masalah di sana," ujar Wally kepada Kompas.com, Kamis (30/05/2019).

Nama dua pendiri Yayasan pelita Harapan, Johannes Oentoro dan James Riyadi, disebut Wally berperan penting bagi dirinya ketika membuat keputusan untuk mendirikan sekolah berkualitas di Papua.

Baca juga: NU Papua Imbau Elemen Bangsa Jaga Persaudaraan

Semula ia berharap, Pelita Harapan bisa membuka sekolah di Papua, namun karena faktor jarak hal tersebut urung diwujudkan.

"Dulu saya sangka mereka akan buka sekolah di sini. Akhirnya saya tunggu-tunggu saya mulai frustasi dan mereka bilang Papua itu terlalu jauh, kenapa pak Wally tidak buka sendiri. Kami akan dukung. Jadi baru saya mulai pikirkan itu," tuturnya.

Dari situlah Wally bertekad untuk mendirikan satu sekolah dan kini berkembang menjadi tujuh sekolah yang tersebar di Papua. Satu sekolah di Kabupaten Jayapura, dua sekolah di Tolikara, dua sekolah di Yahukimo, satu sekolah di Intan Jaya, dan satu sekolah di Boven Digoel.

Untuk merekrut anak-anak di pedalaman, ia bekerja sama dengan misionaris, karena menurutnya cara tersebut cukup efektif untuk mendapatkan anak-anak berpotensi.

Siap Mengabdi Hingga Akhir Hayat

Saat masih menyandang status sebagai Warga Negara Asing ( WNA), Wally mengakui selalu terhambat dengan visa.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sambut Pemudik, Ganjar Minta Seluruh Kepala Desa di Jateng Buat Tempat Karantina Covid-19

Sambut Pemudik, Ganjar Minta Seluruh Kepala Desa di Jateng Buat Tempat Karantina Covid-19

Regional
UPDATE Kasus Corona di Gresik: Pasien Positif Corona 5 Orang, 57 PDP

UPDATE Kasus Corona di Gresik: Pasien Positif Corona 5 Orang, 57 PDP

Regional
Berstatus PDP, Kepala Kantor Kemenag Kota Blitar Meninggal Dunia

Berstatus PDP, Kepala Kantor Kemenag Kota Blitar Meninggal Dunia

Regional
Hujan Deras Sebabkan Longsor di Tana Toraja, 3 Warga Tewas Tertimbun

Hujan Deras Sebabkan Longsor di Tana Toraja, 3 Warga Tewas Tertimbun

Regional
Hasil Rapid Test PDP Hamil di Padang Sidempuan yang Meninggal Reaktif

Hasil Rapid Test PDP Hamil di Padang Sidempuan yang Meninggal Reaktif

Regional
Bayi Baru Lahir Tergeletak di Atap Rumah, Diduga Dilempar Ibu Kandungnya

Bayi Baru Lahir Tergeletak di Atap Rumah, Diduga Dilempar Ibu Kandungnya

Regional
Tak Patuh, 4 ODP di Purwokerto Dikarantina Paksa

Tak Patuh, 4 ODP di Purwokerto Dikarantina Paksa

Regional
Kabar Baik dari Magetan, 8 Pasien Positif Corona Dinyatakan Sembuh

Kabar Baik dari Magetan, 8 Pasien Positif Corona Dinyatakan Sembuh

Regional
Beroperasi Mulai Senin, RS Darurat Corona di Pulau Galang Sediakan 3 Klaster Perawatan

Beroperasi Mulai Senin, RS Darurat Corona di Pulau Galang Sediakan 3 Klaster Perawatan

Regional
Himbau Tidak Mudik, Wali Kota Hendi Yakin Pemerintah Kasih Libur Pengganti Lebaran

Himbau Tidak Mudik, Wali Kota Hendi Yakin Pemerintah Kasih Libur Pengganti Lebaran

Regional
Cegah Corona, Operasional Penerbangan Bandara Ahamd Yani Semarang Dibatasi

Cegah Corona, Operasional Penerbangan Bandara Ahamd Yani Semarang Dibatasi

Regional
Tiga Pasien Positif Corona di RSUD Zainoel Abidin Aceh Sembuh

Tiga Pasien Positif Corona di RSUD Zainoel Abidin Aceh Sembuh

Regional
Kisah Pilu di Balik Longsor Tanah Datar, Anak Tewas Saat Gendong Ibunya yang Lumpuh

Kisah Pilu di Balik Longsor Tanah Datar, Anak Tewas Saat Gendong Ibunya yang Lumpuh

Regional
Isolasi Diri di Hutan Sepulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Tidur di Tenda dan Jaring Ikan di Sungai

Isolasi Diri di Hutan Sepulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Tidur di Tenda dan Jaring Ikan di Sungai

Regional
Kader PDIP Kota Semarang Serahkan Gajinya untuk Bantu Penanganan Covid-19

Kader PDIP Kota Semarang Serahkan Gajinya untuk Bantu Penanganan Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X