Kurangi Takaran BBM, SPBU Curang di Gorontalo Disegel Polisi

Kompas.com - 30/05/2019, 12:58 WIB
Tim Polda Gorontalo bersama ahli Metrologi Legal Kota Gorontalo dan Ahli Penera dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gorontalo melakukan pemeriksaan dispenser SPBU. KOMPAS.COM/POLDA GORONTALOTim Polda Gorontalo bersama ahli Metrologi Legal Kota Gorontalo dan Ahli Penera dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gorontalo melakukan pemeriksaan dispenser SPBU.

GORONTALO, KOMPAS.com – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Gorontalo menyegel sebuah SPBU di Kabupaten Gorontalo.

Sebab, SPBU tersebut diduga mengurangi takaran bahan bakar saat mengisi ke tangki kendaraan dan banyak konsumen yang dirugikan.

Modus penipuan yang dilakukan pengelola dengan melubangi tombol justir, sehingga terjadi perubahan di pengaman penutupnya.

"Awalnya kami mendapatkan laporan masyarakat yang curiga dengan pelayanan SPBU Nomor 74.962.26 di Desa Tolotio Kecamatan Tibawa, selanjutnya kami berkoordinasi dengan ahli Metrologi Legal Kota Gorontalo dan Ahli Penera dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gorontalo untuk melakukan pengecekan di SPBU," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Pol Novi Irawan melalui Panit Subdit I Indagsi DitReskrimsus Ipda Budi Abdul Gani, Kamis (30/5/2019).


Baca juga: Pertamina Siapkan 15 SPBU di Tol Lampung-Palembang

Kemudian pada Rabu (29/5/2019) pukul 11.30 Wita, Subdit I/Indagsi Ditreskrimsus Polda Gorontalo bersama ahli Metrrologi Legal Kota Gorontalo dan ahli Penera Disperindag Kabupaten Gorontalo mengecek dispenser SPBU CV Rizki Mulia Agung milik Ahyanie Amilie. 

Saat mengecek, Tim Polda Gorontalo menemukan dispenser tiga dan empat telah mengalami perubahan di pengaman penutup tombol justir dengan cara dilubangi. 

Perubahan juga terjadi pada dispenser tujuh dan delapan jenis Pertalite.  

Baca juga: 15 SPBU di Tol Terbanggi Besar-Palembang Siap Layani Pemudik

"Berdasarkan hasil pengecekan dispenser tidak sesuai ketentuan dan berpotensi merugikan konsumen. Kami kemudian memasang garis Polisi di SPBU tersebut," ujar Budi. 

Menurut dia, dispenser yang sudah dilubangi tersebut berdampak pada takaran bensin dan merugikan konsumen. 

Pihaknya memasang garis polisi dan memeriksa pemilik SPBU untuk penyelidikan lebih lanjut.

Baca juga: Running Text Hina Jokowi Mendadak Muncul, Totem SPBU Diduga Diretas Pakai HP

"Pasal yang disangkakan dalam kasus ini adalah Pasal 27 Ayat (2) UU Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal, alat ukur, takar atau timbang yang diubah atau ditambah," katanya. 

Pemasangan garis polisi di SPBU ini juga dibenarkan Kepala Bidang Humas Polda Gorontalo AKBP Wahyu Tri Cahyono.

"Ada temuan dispenser SPBU tersebut tidak semestinya," kata Wahyu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nenek Tidur di Pangkuan Kakek Saat Naik Prameks, 57 Tahun Menikah dan Tak Pernah Terpisahkan

Nenek Tidur di Pangkuan Kakek Saat Naik Prameks, 57 Tahun Menikah dan Tak Pernah Terpisahkan

Regional
Dosen Pencuri iPhone 11 di Kupang Ditetapkan sebagai Tersangka

Dosen Pencuri iPhone 11 di Kupang Ditetapkan sebagai Tersangka

Regional
Perahu Terbalik, Tujuh Pelajar Tenggelam, Satu Tewas

Perahu Terbalik, Tujuh Pelajar Tenggelam, Satu Tewas

Regional
Tak Punya Lubang Anus, Bayi Ini Buang Air Lewat Lubang Buatan di Perut

Tak Punya Lubang Anus, Bayi Ini Buang Air Lewat Lubang Buatan di Perut

Regional
Pengungsi Banjir Bandang Butuh Selimut, Makanan, Tikar dan Air bersih

Pengungsi Banjir Bandang Butuh Selimut, Makanan, Tikar dan Air bersih

Regional
Gibran Daftar Lewat DPD PDI-P Jateng, Rudy Enggan Komentar: Tugas Saya Sudah Selesai

Gibran Daftar Lewat DPD PDI-P Jateng, Rudy Enggan Komentar: Tugas Saya Sudah Selesai

Regional
Banjir di Kampar Meluas, Rendam Rumah Warga di Tiga Kecamatan

Banjir di Kampar Meluas, Rendam Rumah Warga di Tiga Kecamatan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Digugat Eropa, Jokowi Siapkan Pengacara Terbaik | Kasus Pembunuhan Mahasiswi Bengkulu

[POPULER NUSANTARA] Digugat Eropa, Jokowi Siapkan Pengacara Terbaik | Kasus Pembunuhan Mahasiswi Bengkulu

Regional
5 Fakta Gibran Daftar Pilkada Solo, Pilih Kamis Legi hingga Janji Sejahterakan Warga Solo

5 Fakta Gibran Daftar Pilkada Solo, Pilih Kamis Legi hingga Janji Sejahterakan Warga Solo

Regional
Fakta Lengkap Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Pelaku Sakit Hati hingga Polisi Bentuk Tim Khusus

Fakta Lengkap Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Pelaku Sakit Hati hingga Polisi Bentuk Tim Khusus

Regional
Gibran Resmi Maju Pilkada 2020, Pesan dari Jokowi hingga Dikritik Terlalu Ngebet

Gibran Resmi Maju Pilkada 2020, Pesan dari Jokowi hingga Dikritik Terlalu Ngebet

Regional
Sebelum Dicabuli, Siswi SMK Dicekoki Miras oleh Gurunya

Sebelum Dicabuli, Siswi SMK Dicekoki Miras oleh Gurunya

Regional
Sampai Akhir Penutupan, 97 Balon Pilkada 2020 Tercatat di DPD PDI-P Jateng

Sampai Akhir Penutupan, 97 Balon Pilkada 2020 Tercatat di DPD PDI-P Jateng

Regional
5 Fakta Seputar UN Dihapus, Dukungan Kepala Daerah hingga Dikritik Jusuf Kalla

5 Fakta Seputar UN Dihapus, Dukungan Kepala Daerah hingga Dikritik Jusuf Kalla

Regional
Evakuasi Kereta Api Anjlok Rampung, Perbaikan Rel Selesai Hari Ini

Evakuasi Kereta Api Anjlok Rampung, Perbaikan Rel Selesai Hari Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X