Menghilang Saat Dipanggil Sidang, Pelaku Pencoblosan Surat Suara di Vonis 4 Bulan Penjara

Kompas.com - 29/05/2019, 22:28 WIB
Pengadilan Negeri Bangkinang membacakan vonis terkait kasus pidana pemilu pencoblosan 20 surat suara di Kabupaten Kampar, Riau. Dok.Bawaslu RiauPengadilan Negeri Bangkinang membacakan vonis terkait kasus pidana pemilu pencoblosan 20 surat suara di Kabupaten Kampar, Riau.

PEKANBARU,KOMPAS.com - Menghilang dipanggil saat sidang, Pengadilan Negeri Bangkinang tetap menjatuhkan vonis pidana penjara 4 bulan dan denda Rp10 juta, subsidair 1 bulan kurungan.

Kepada Magribi (27), terdakwa kasus pencoblosan 20 kertas surat suara pemilu presiden untuk pasangan calon 02 di TPS 004, Desa Sipungguk, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar.

Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan mengatakan, putusan dibacakan Ketua Majelis Hakim Meni Warlia, didampingi anggota Majelis Nurafriani Putri dan Ira Rosalin pada Selasa (28/5/2019) malam pukul 19.15 WIB di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Bangkinang.

Baca juga: KPPS di Boyolali Coblos Surat Suara Lebih dari 10 Kali, Bawaslu Minta PSU

Sidang putusan tersebut lanjut dia, tanpa dihadiri oleh terdakwa Magribi yang menghilang ketika dipanggil sidang.

"Selain itu, kasus ini juga menyeret salah seorang petugas KPPS di TPS 004, Nurkholis (29), beberapa saat setelah pembacaan vonis untuk Magribi, majelis hakim juga memvonis Nurkholis," jelasnya.

Nurkholis divonis pidana penjara 2 bulan dan denda Rp 10 juta, subsidair 1 bulan kurungan. Sidang putusan juga tanpa dihadiri oleh terdakwa Nurkholis Bin Muhammad Nasir.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap keduanya, dimana tuntutan jaksa 6 bulan penjara dan denda Rp 10 juta subsidair 2 bulan kurungan terhadap Magribi.

Baca juga: Cari Bukti Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos, Begini Metode Ahli Digital

Sedangkan terhadap petugas KPPS TPS 04 Nurkholis, JPU mengajukan dakwaan 3 bulan penjara dan denda Rp 10 juta subsidair 2 bulan kurungan.

Terungkapnya kasus ini saat pelaksanaan Pemilu Serentak 17 April 2019 lalu, dari temuan Bawaslu Kabupaten Kampar terkait pelanggaran pemilih yang memberikan suaranya lebih dari satu kali pada TPS 004 Desa Sipungguk, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar.

Kecurangan diketahui petugas pengawas saat pelaku menyerahkan formulir C6 kepada petugas KPPS setempat.

"Saat pelaku meminta surat suara, petugas KPPS membiarkan pelaku dan menyuruhnya mengambil surat suara sendiri di tumpukan surat suara," terang Rusidi.

Baca juga: Kasus Dugaan Pidana Surat Suara Tercecer Ditutup, Bawaslu Kejar Dugaan Pelanggaran Kode Etik KPU Tanah Datar

Kemudian lanjut dia, pelaku langsung mengambil 20 lembar surat suara pemilihan presiden dari tumpukan dan langsung masuk ke bilik pencoblosan.

Setelah mencoblos, pelaku langsung memasukkan ke dalam kotak suara. Namun kejadian tersebut diketahui oleh pengawas TPS dan banyaknya surat suara di tangan pelaku.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Pembunuhan 'Debt Collector' yang Tubuhnya Terpisah dari Kepala

Kronologi Pembunuhan "Debt Collector" yang Tubuhnya Terpisah dari Kepala

Regional
183 Warganya Keracunan Makanan, Bupati TTS Tetapkan Status Kejadian Luar Biasa

183 Warganya Keracunan Makanan, Bupati TTS Tetapkan Status Kejadian Luar Biasa

Regional
Siswi SMP yang Dicabuli Guru Les Vokal Pintar Sembunyikan Kehamilan hingga 8 Bulan

Siswi SMP yang Dicabuli Guru Les Vokal Pintar Sembunyikan Kehamilan hingga 8 Bulan

Regional
Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Regional
Kasus Pembunuhan 'Debt Collector': Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Kasus Pembunuhan "Debt Collector": Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Regional
4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

Regional
Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Regional
Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Regional
Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Regional
Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Regional
Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Regional
Fakta Baru Remaja Dicabuli Ayah Tirinya, Ditetapkan Tersangka hingga Polisi Dalami Keterlibatan Ibu Kandungnya

Fakta Baru Remaja Dicabuli Ayah Tirinya, Ditetapkan Tersangka hingga Polisi Dalami Keterlibatan Ibu Kandungnya

Regional
Cuaca Buruk, 'Water Bombing' Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Batal

Cuaca Buruk, "Water Bombing" Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Batal

Regional
Upaya Penyelundupan 16.000 Ekor Bibit Lobster Digagalkan, 1 Pelaku Buron

Upaya Penyelundupan 16.000 Ekor Bibit Lobster Digagalkan, 1 Pelaku Buron

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita Nasir Bongkar Makam Ibunya | Gibran Dikabarkan Siap Maju Pilkada Solo

[POPULER NUSANTARA] Cerita Nasir Bongkar Makam Ibunya | Gibran Dikabarkan Siap Maju Pilkada Solo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X