Adakah Sanksi Bagi Pemudik yang Langgar Ganjil Genap di Pelabuhan Merak?

Kompas.com - 29/05/2019, 20:18 WIB
Antrean kendaraan roda empat yang akan naik kapal laut di dermaga eksekutif Merak, Cilegon, Banten, Rabu (29/5/2019)KOMPAS.com/ACEP NAZMUDIN Antrean kendaraan roda empat yang akan naik kapal laut di dermaga eksekutif Merak, Cilegon, Banten, Rabu (29/5/2019)

KOMPAS.com - Sistem ganjil genap bagi kendaraan roda empat akan mulai diberlakukan di Pelabuhan Merak, Banten, Kamis (30/5/2019).

Dinas Perhubungan ( Dishub) Banten mengimbau pemudik untuk menyesuaikan dengan jadwal.

Sekretaris Dishub Banten Herdi Jauhari mengatakan, ganjil genap di Merak memang sifatnya hanya berupa imbauan. Tapi ada baiknya pemudik untuk mengetahui kapan jadwal ganjil genap diberlakukan.

"Nanti akan kami sosialisasikan lewat running text di televisi, kapan waktu tepatnya diberlakukan untuk ganjil atau genap," kata Herdi kepada Kompas.com saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (28/5/2019).


Baca juga: Ada Ganjil Genap di Pelabuhan Merak, Pemudik Diminta Sesuaikan Jadwal

Herdi mengatakan, ganjil genap akan dimulai pada Kamis pukul 20.00 WIB.

Jika pengendara sudah terlanjur jalan sore atau malam harinya, atau jika tidak mengetahui jadwal, maka akan tetap dipersilahkan untuk melintas, tanpa ada larangan dan sanksi.

Baca juga: Macet di Jalan Tol, Ini Jalur Alternatif Menuju Pelabuhan Merak

 

Herdi mengatakan, tidak ada zona khusus untuk aturan ini. Ganjil genap diberlakukan hanya untuk mengurai penumpukan kendaraan di Pelabuhan Merak pada malam hari.

"Tahun-tahun sebelumnya kan begitu, pemudik banyak yang memilih nyebrang malam hari, dengan pertimbangan bisa sampai Bakauheni pagi hari, akhirnya menumpuk di Merak hingga ke gerbang tol," katanya.

(Kontributor Banten, Acep Nazmudin)

 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Regional
Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Regional
Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Regional
25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

Regional
Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Regional
Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Regional
Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Regional
Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Regional
Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Regional
Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Regional
6 Fakta Proyek 'Underpass' Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

6 Fakta Proyek "Underpass" Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

Regional
Duduk Perkara Dokter Gigi Romi Gagal Jadi PNS karena Penyandang Disabilitas

Duduk Perkara Dokter Gigi Romi Gagal Jadi PNS karena Penyandang Disabilitas

Regional
Duduk Perkara Cerita Viral Perempuan Pendaki Gunung Rinjani Disetubuhi Saat Hipotermia...

Duduk Perkara Cerita Viral Perempuan Pendaki Gunung Rinjani Disetubuhi Saat Hipotermia...

Regional
Geger Bayi Meninggal karena Ditolak Rumah Sakit, Ini Penjelasannya

Geger Bayi Meninggal karena Ditolak Rumah Sakit, Ini Penjelasannya

Regional
[POPULER NUSANTARA] 'Underpass' Kentungan Yogyakarta Ambles | PAN Bantah Amien Rais Pernah Nazar Jalan Kaki Yogya-Jakarta

[POPULER NUSANTARA] "Underpass" Kentungan Yogyakarta Ambles | PAN Bantah Amien Rais Pernah Nazar Jalan Kaki Yogya-Jakarta

Regional
Close Ads X