Kompas.com - 29/05/2019, 12:56 WIB
Harimau sumatera yang ditemukan mati di Desa Sihaporas, Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara pada 2017 lalu. Dok. BBKSDA Wilayah III PadangsidempuanHarimau sumatera yang ditemukan mati di Desa Sihaporas, Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara pada 2017 lalu.

PADANG LAWAS, KOMPAS.com - Kasus penyerangan harimau dan memangsa manusia memang bukan cerita baru. Namun, untuk di wilayah Kabupaten Padang Lawas (Palas), baru kali ini terjadi.

Tentu saja hal itu menimbulkan pertanyaan dari masyarakat, mengenai apa penyebab turunnya harimau hingga ke pemukiman warga.

Kepala BBKSDA Wilayah III Padangsidempuan Gunawan Alza menjelaskan, sebenarnya harimau merupakan binatang intreovert yang senang menyendiri dan bersembunyi.

"Sepanjang 2019 ada beberapa kasus konflik antara warga dengan harimau sumatera yang terjadi di beberapa daerah di Sumatera Utara. Namun yang sangat serius dan sampai menimbulkan korban jiwa dan satu warga lainnya mengalami luka-luka, baru ini terjadi di Kabupaten Padang Lawas," ungkapnya, Selasa (28/5/2019).

Baca juga: Harimau Sumatera yang Serang Warga Dipancing Keluar dengan Umpan Kambing

Menurut Gunawan, ada beberapa hal penyebab harimau sampai turun ke pemukiman, menampakkan diri hingga menyerang warga.

Pertama, dikarenakan sudah berusia tua dan tidak bisa lagi mencari makan di kelompoknya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kedua, biasanya dikarenakan habitatnya rusak. Dan ini penyebab banyak terjadinya konflik harimau dengan manusia.

"Karena habitatnya rusak, pakannya pun tidak tersedia lagi. Sehingga harimau turun dan mencari makan di perkampungan atau pemukiman masyarakat di sekitar habitatnya," ujarnya.

Kemudian yang ketiga, dikarenakan kalah bersaing saat mencari makan di kelompoknya.

Baca juga: Sebelum Terkam Karyawan Perusahaan di Riau, Harimau Sumatera Sudah Sering Muncul

"Dan yang keempat, dikarenakan baru melahirkan dan memomong anak-anaknya. Biasanya, saat kondisi seperti itu harimau sering turun ke sekitar perkampungan (tidak langsung ke perkampungan) untuk bermain dan mengajar anak-anaknya mencari makan (berburu)," kata Gunawan.

Dan soal kejadian terakhir, yakni adanya satu warga di Desa Pagaranbira, Kecamatan Sosopan, Palas yang tewas diserang harimau, Minggu (26/5/2019) malam kemarin, pihaknya masih terus menyelidiki penyebab dan dugaan lainnya.

"Makanya kita juga heran dan baru kali ini ada harimau yang turun ke pemukiman dan langsung menyerang warga," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putri Papua Dilantik Jadi Dubes Selandia Baru, Pemprov Papua: Posisi Ini Sangat Strategis

Putri Papua Dilantik Jadi Dubes Selandia Baru, Pemprov Papua: Posisi Ini Sangat Strategis

Regional
Bangga, Inovasi Rapid Test Buatan Unpad Dipamerkan di Dubai Expo 2021

Bangga, Inovasi Rapid Test Buatan Unpad Dipamerkan di Dubai Expo 2021

Regional
Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Regional
Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Regional
Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Regional
Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Regional
Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.