BNNP Maluku Utara Tangkap 4 Orang Diduga Jaringan Narkotika Makassar-Ternate

Kompas.com - 28/05/2019, 19:42 WIB
BNNP Maluku Utara berhasil menangkap empat tersangka kasus narkoba jenis sabu, Selasa (28/05/2019)KOMPAS.com/YAMIN ABD HASAN BNNP Maluku Utara berhasil menangkap empat tersangka kasus narkoba jenis sabu, Selasa (28/05/2019)

TERNATE,KOMPAS.com – Empat tersangka kasus narkotika jenis sabu diamankan Badan Narkotika Nasional Provinsi ( BNNP) Maluku Utara.

Mereka di antaranya berinisial MIR alias Boim (41) yang juga calon legislatif ( caleg) pileg 2019 dari Partai Nasdem Kota Ternate, kemudian Yatno alias Noken (28) sebagai Aparatur Sipil Negara ( ASN) Pemkot Ternate

Kemudian SR alias Samsul (29) yang berprofesi sebagai sekuriti serta UU alias Usman (31) sebagai mahasiswa kedokteran di salah universitas di Makassar. Para pelaku diduga kuat merupakan jaringan narkotika Makassar-Ternate.


Baca juga: BNN Gagalkan Pengiriman 35 Kg Sabu Berkedok Truk Sayur Kol

Kepala BNN Provinsi Maluku Utara Edi Swasono mengatakan, penangkapan pertama dilakukan terhadap tersangka Boim pada 22 Mei 2019 pukul 21.00 WIT di kediamannya di Ternate.

Dari tangan tersangka, tim BNNP mengamankan barang bukti berupa satu bungkus plastik bening kristal yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 0,10 gram.

“Kemudian dilakukan pengembangan dan diketahui Boim telah membeli sabu dari tersangka Yatno alias Noken,” kata Edi Swasono dalam keterangan persnya di Kantor BNNP Malut, Selasa, (28/5/2019).

Baca juga: BNNP Riau Tangkap 3 Pengedar Sabu-sabu Jaringan Malaysia

Dari penangkapan Rizal dan Yatno, petugas mengamankan barang bukti berupa 6 bungkus plastik bening kristal yang diduga narkotika golongan I jenis sabu sebanyak berat bruto, 2,26 gr.

Dari penangkapan Rizal dan Yatno, BNNP Malut melakukan pengembangan hingga ke Makassar, Sulawesi Selatan. Itu dilakukan sehubungan adanya informasi bahwa sabu tersebut dipasok tersangka Usman di Makassar.

Dari penangkapan Usman di kediamannya di Makassar mengungkapkan bahwa ia melakukan bisnis tersebut sejak tahun 2017 dengan modus operandi mengirimkan paket sabu melalui jasa ekspedisi kepada Rizal yang bekerja sebagai sekuriti salah satu bahan bangunan di Kota Ternate.

Dari tangan tersangka Usman, petugas mengamankan barang bukti berupa 6 buku tabungan dari 6 bank berbeda dengan aliran dana masuk (kredit) sebesar Rp. 1.615.486.522 sementara aliran dana keluar (debet) sejumlah Rp. 1.544.007.699.

Terhadap tersangka Boim, dikenakan Pasal 112 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan sangkaan memiliki dan menguasai Narkotika golongan satu jenis sabu.

Baca juga: Tangkap 2 Wanita Pembawa 4 Kg Sabu, BNNP Kecewa Tak Boleh Masuk Lapas

Sedangkan tersangka Yatno dan Rizal dikenakan Pasal 114 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yaitu mengedarkan, menjual dan menawarkan Narkoba dengan ancaman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara serta denda minimal Rp 1 miliar dan maksimal Rp 10 miliar.

Sementara tersangka Usman selain dijerat dengan Pasal 114 UU Nomor 35 Tentang Narkotika, yang bersangkutan juga dijerat dengan Pasal 3 Undang-undang nomor 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar.

"Tersangka dan barang bukti kini diamankan di kantor BNN Provinsi Maluku Utara untuk diproses lebih lanjut," ujarnya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pindad Bongkar Rahasia TNI AD Juarai Lomba Tembak Internasional 12 Kali Berturut-turut

Pindad Bongkar Rahasia TNI AD Juarai Lomba Tembak Internasional 12 Kali Berturut-turut

Regional
Kesaksian Satu Keluarga asal Australia Saat Mobil Terguling ke Underpass Kentungan yang Ambles

Kesaksian Satu Keluarga asal Australia Saat Mobil Terguling ke Underpass Kentungan yang Ambles

Regional
Peduli Literasi Anak, 4 Pemuda Jalan Kaki Wonogiri-Jakarta untuk Temui Jokowi

Peduli Literasi Anak, 4 Pemuda Jalan Kaki Wonogiri-Jakarta untuk Temui Jokowi

Regional
Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Regional
Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Regional
Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Regional
25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

Regional
Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Regional
Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Regional
Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Regional
Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Regional
Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Regional
Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Regional
6 Fakta Proyek 'Underpass' Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

6 Fakta Proyek "Underpass" Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

Regional
Duduk Perkara Dokter Gigi Romi Gagal Jadi PNS karena Penyandang Disabilitas

Duduk Perkara Dokter Gigi Romi Gagal Jadi PNS karena Penyandang Disabilitas

Regional
Close Ads X