Kompas.com - 28/05/2019, 17:53 WIB
Anggota IX DPR RI Putih Sari KOMPAS.com/FARIDA FARHANAnggota IX DPR RI Putih Sari

KARAWANG, KOMPAS.com - Komisi IX DPR RI mendesak PT Pamindo Tiga T membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para karyawannya di Karawang, Jawa Barat.

Anggota Komisi IX DPR RI Putih Sari meminta perusahaan milik keluarga Cendana itu membayarkan kewajibannya. Pihaknya, kata dia, siap turun tangan menengahi perselisihan hubungan industrial.

"Siapapun pemiliknya kita berada di negara hukum, punya aturan yang harus dipatuhi. Kita tidak melihat siapa di balik perusahaan tersebut tapi hak karyawan harus dipenuhi," kata Putih Sari usai kunjungan ke Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karawang, Selasa (28/5/2019).

Baca juga: Pemkot Depok Buka Posko Pengaduan bagi Karyawan yang Belum Dapat THR

Menurutnya, penyebab masih ada perusahaan yang tidak membayar THR salah satunya lantaran lemahnya pengawas di tingkat daerah. Jumlah pengawas dinilai tidak sebanding dengan jumlah perusahaan yang ada di daerah, termasuk di Karawang.

"Kami pikir jumlah pengawas perlu ditingkatkan di dinas tenaga kerja. Sehingga bisa menjalankan fungsinya dengan baik," katanya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Komisi IX DPR RI yang membidangi soal ketenagakerjaan tengah merinci jumlah kasus sengketa industrial. Tujuannya untuk mencari kedisiplinan perusahaan dalam memenuhi hak buruh, termasuk THR.

Meski perusahaan di Indonesia relatif disiplin dan taat membayar THR, Putih Sari menyebut, pada 2018 ditemukan 396 perusahaan yang bermasalah perihal pembayaran THR.

"Sudah dipastikan mereka didenda. Kami harap tren makin berkurang," ungkapnya.

Baca juga: Ketua Komisi IX DPR Soroti Gaji Tenaga Honorer di Bawah UMR

Kadisnakertrans Karawang Ahmad Suroto mengatakan, PT Pamindo Tiga T tidak membayar THR hampir 300 karyawan mereka pada tahun lalu. Perusahaan yang memproduksi sparepart mobil itu dilaporkan belum membayar BPJS Ketenagakerjaan sejak 2018.

"Perselisihan ini sedang kami mediasi sampai sekarang," katanya.

Suroto mengatakan, memasuki 2019 perselisihan antara perusahaan dan buruh mereka makin memanas. Sejumlah karyawan, kata Suroto, bahkan mengaku tidak digaji selama dua bulan.

"Padahal PT Pamindo Tiga T belum dinyatakan bangkrut," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X