Kepala Imigrasi Mataram dan Anak Buahnya Ditangkap Setelah Buka Puasa Bersama

Kompas.com - 28/05/2019, 17:37 WIB
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Imigrasi Klas I TP Mataram, Denny Chisdian memberikan keterangan pers di Kantor Imigrasi, Sekasa (28/5/2019) terkait OTT atas Kepala Kantor Imigrasi Mataram, Kurniadie dan 2 Pejabat Imigrasi lainnya. KOMPAS. com/Fitri.RKepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Imigrasi Klas I TP Mataram, Denny Chisdian memberikan keterangan pers di Kantor Imigrasi, Sekasa (28/5/2019) terkait OTT atas Kepala Kantor Imigrasi Mataram, Kurniadie dan 2 Pejabat Imigrasi lainnya.

MATARAM, Kompas.com - Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Denny Chisdian bersama sejumlah pejabat Kantor Imigrasi Kelas I TP Mataram membenarkan telah terjadi penangkapan atau operasi tangkap tangan ( OTT),

Sejumlah pejabat yang ditangkap adalah Kepala Kantor Imigrasi kelas I TP Mataram, Kurniadie dan dua pejabat Imigrasi lainnya, masing-masing Kepala Seksi Inteldakim Yusrianyah Fazrin dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), Ayub Abdul Muksith.

Pernyataan itu disampikan Denny, dalam jumpa pers di kantor Imigrasi, Selasa (28/5/2019) siang. Dia mengatakan, penangkapan dilakukan oleh tim dari KPK pada malam dan dini hari di lokasi yang berbeda.

"Memang benar dilakukan penangakapan atau OTT oleh KPK pada Selasa dini hari terhadap Kepala Kantor Imigrasi Mataram, Kurniadie. Bersama PPNS Imigrasi Mataram, Ayub Abdul Muksith, sekitar pukul 04.00 Wita. Sebelumnya penangkapan dilakukan pada pukul 22.00 Wita di Hotel Aston Mataram," jelasnya.

Baca juga: Kepala Imigrasi Terjaring OTT, Diduga Terkait Izin Tinggal Wisatawan Asing

Dia mengatakan bahwa Kurniadie dan dua pejabat Imigrasi lainnya telah menjalani pemeriksaan tim penyidik KPK di Mapolda NTB, baru kemudian diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Terkait kasus yang menjerat Kepala Imigrasi Mataram dan pejabat Imigrasi lainnya, Denny mengatakan, belum bisa memaparkannya karena merupakan ranah KPK. Namun dia tidak menampik penangkapan itersebut terkait kasus izin tinggal orang asing.

"Kami tidak bisa memberikan keterangan lebih jauh terkait materi kasus yang melibatkan Kepala Imigrasi, Kasi Inteldakim dan PPNS Imigrasi Mataram, karena merupakan ranah KPK ataupun Polda NTB," ujarnya. 

Baca juga: Nilai Suap dalam OTT Pejabat Imigrasi NTB Diduga Sekitar Rp 1 Miliar

Mengenai status hukum ketiganya, Denny mengaku, belum mengetahuinya. Masih menunggu informasi dari KPK, termasuk penyebab penangkapan dan pemeriksaan ketiganya, pihak Imigrasi tidak mengetahuinya secara pasti.

"Kami belum tahu permasalahan apa yang menyebabkan dilakukan penangkapan, pemeriksaan serta penyegelan terhadap rumah dinas kepala Imigrasi Mataram, ruang kepala dinas, ruang kepala seksi Intelkam dan ruang BAP penyidik. Kami belum mengetahui latar belakangnya, meski sedang terjadi permasalah, pelayanan ijin tinggal untuk orang asing di kantor Imigrasi tetap berjalan normal tak ada masalah," katanya.

Denny mengatakan, aktivitas pelayanan di Imigrasi tetap berjalan normal. Karena Kanwil Kemenkumham NTB telah menunjuk Pelaksana Harian (PLH) Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TP Mataram, Rahmat Gunawan.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siap-siap, Kota Madiun akan Terapkan E-TLE di Seluruh Wilayah

Siap-siap, Kota Madiun akan Terapkan E-TLE di Seluruh Wilayah

Regional
Saking Kesalnya Disebut Duda, Sandra Tak Menyesal Bunuh Teman dengan Sadis

Saking Kesalnya Disebut Duda, Sandra Tak Menyesal Bunuh Teman dengan Sadis

Regional
Buruh Bangunan Ini Menangis, Anaknya Kritis Dihantam Batu oleh Gangster, Operasi Tak Ada Biaya

Buruh Bangunan Ini Menangis, Anaknya Kritis Dihantam Batu oleh Gangster, Operasi Tak Ada Biaya

Regional
Cerita Atlet Difabel, Mengubah Keterbatasan Jadi Tanpa Batas

Cerita Atlet Difabel, Mengubah Keterbatasan Jadi Tanpa Batas

Regional
'Kalau Tetap Diliburkan, Kami Takut Anak-anak Kami Jadi Bodoh'

"Kalau Tetap Diliburkan, Kami Takut Anak-anak Kami Jadi Bodoh"

Regional
R Berprofesi Sopir Taksi Online dan Dijanjikan Rp 4 Juta untuk Antar Jemput Artis HH

R Berprofesi Sopir Taksi Online dan Dijanjikan Rp 4 Juta untuk Antar Jemput Artis HH

Regional
Tidak Ada Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah NTB hingga September 2020

Tidak Ada Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah NTB hingga September 2020

Regional
Saat Ibu-ibu Bawa Anak Protes, Ingin Sekolah Tatap Muka Dilakukan di Tengah Pandemi...

Saat Ibu-ibu Bawa Anak Protes, Ingin Sekolah Tatap Muka Dilakukan di Tengah Pandemi...

Regional
Cerita Agen Koran Gadaikan Cincin Emas 4 Gram 'Pemberian' SBY untuk Modal Usaha

Cerita Agen Koran Gadaikan Cincin Emas 4 Gram "Pemberian" SBY untuk Modal Usaha

Regional
Muncikari Artis HH Diduga Seorang Fotografer, Polisi Memburunya

Muncikari Artis HH Diduga Seorang Fotografer, Polisi Memburunya

Regional
Lapak PKL di Puncak Bogor Dibongkar karena Sering Dikerumuni Wisatawan

Lapak PKL di Puncak Bogor Dibongkar karena Sering Dikerumuni Wisatawan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ganjar Bantah Solo Zona Hitam | Pernikahan Gadis di Bawah Umur

[POPULER NUSANTARA] Ganjar Bantah Solo Zona Hitam | Pernikahan Gadis di Bawah Umur

Regional
Sekdes yang Curi Kotak Amal Mushala Diberhentikan

Sekdes yang Curi Kotak Amal Mushala Diberhentikan

Regional
145 Kali Donasi Darah, Suparman: Kalau Enggak Donasi Badan Loyo, Kerja Enggak Semangat

145 Kali Donasi Darah, Suparman: Kalau Enggak Donasi Badan Loyo, Kerja Enggak Semangat

Regional
'Jika Sekolah Ini Diliburkan, Kami Akan Memindahkan Anak Kami ke Sekolah Lain'

"Jika Sekolah Ini Diliburkan, Kami Akan Memindahkan Anak Kami ke Sekolah Lain"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X