53 Napi Lapas Langkat yang Kabur Masih Buron, Diimbau Segera Menyerahkan Diri

Kompas.com - 28/05/2019, 15:53 WIB
Bangkai kendaraan yang dibakar narapidana saat kerusuhan pada 16 Mei 2019 masih tergeletak di halaman Lapas Narkotika Klas III Langkat, Sumatera Utara, Jumat (24/5/2019) KOMPAS.com/MEI LEANDHABangkai kendaraan yang dibakar narapidana saat kerusuhan pada 16 Mei 2019 masih tergeletak di halaman Lapas Narkotika Klas III Langkat, Sumatera Utara, Jumat (24/5/2019)

Kasus tahanan di Riau, malah berujung penganiayaan massa. Pasalnya, sudah tiga bulan melarikan diri malah membuat kejahatan lagi.

"Intinya menyerahkan dirilah secera sukarela, kami terima sampai kapanpun...!" tegas Dewa.

Bagi yang ingin menyerahkan diri, bisa mendatangi aparat desa masing-masing, aparat keamanan atau ke Kanwilkumham Sumut, bisa juga langsung mendatangi Lapas Klas III Narkotika Langkat atau Lapas-Lapas yang terdekat dengan tempat pelariannya.

Baca juga: Pascakerusuhan, Kalapas Narkotika Langkat Dinonaktifkan

Seperti diberitakan, kerusuhan terjadi pada 16 Mei 2019 lalu. Ribuan warga binaan melakukan perusakan dan pembakaran fasilitas Lapas, sebagian lain mengambil kesempatan kabur karena pintu gerbang sudah terbuka dan petugas lapas lari menyelamatkan diri.

Pemicunya, razia narkoba dan telepon genggam berujung dugaan penganiayaan kepada salah seorang napi yang biasa dipanggil Ajo.

Dewa Putu Gede mengatakan, para tahanan tidak terima dengan razia itu lalu mengamuk. Mereka mengejar petugas, melakukan perusakan dan pembakaran.

Dirinya langsung mengeluarkan surat edaran untuk mengantisipasi kejadian, isinya supaya tidak melakukan kekerasan terhadap narapidana.

Jika ditemukan narkoba di Lapas berkapasitas 915 orang namun sekarang penghuninya 1.500-an narapidana itu agar segera berkoordinasi dengan polisi dan badan narkotika.

Bantah adanya penganiayaan 

Dewa membantah soal tudingan penganiayaan kepada narapidana. Menurutnya, saat razia tersebut, napi yang dicurigai lari dan terjatuh.

Razia dilakukan karena sudah empat kali ditemukan narkoba di dalam Lapas. Kuat dugaannya, para warga binaan tidak menyukai razia yang dilakukan petugas lalu mengada-ngada dengan mengatakan telah terjadi penganiayaan dan sebagainya.

Soal pungutan liar, peredaran narkoba, penggunan telepon genggam atau perlakukan petugas Lapas, pihaknya sedang menginvetigasi kebenarannya.

Dewa menegaskan, semua pihak yang terbukti terlibat dan melakukan tindakan melawan hukum baik petugas maupun warga binaan, sesuai instruksi Menkumham Yasonna akan ditindak tegas. Untuk warga binan, sanksi pastinya adalah tak mendapat remisi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X