53 Napi Lapas Langkat yang Kabur Masih Buron, Diimbau Segera Menyerahkan Diri

Kompas.com - 28/05/2019, 15:53 WIB
Bangkai kendaraan yang dibakar narapidana saat kerusuhan pada 16 Mei 2019 masih tergeletak di halaman Lapas Narkotika Klas III Langkat, Sumatera Utara, Jumat (24/5/2019) KOMPAS.com/MEI LEANDHABangkai kendaraan yang dibakar narapidana saat kerusuhan pada 16 Mei 2019 masih tergeletak di halaman Lapas Narkotika Klas III Langkat, Sumatera Utara, Jumat (24/5/2019)

MEDAN, KOMPAS.com - Kepala Kantor Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia Wilayah Sumatera utara Dewa Putu Gede mengatakan, dari 147 tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas III Langkat yang kabur, tinggal 53 narapidana lagi yang belum kembali.

"53 orang lagi masih di luar," ucap Dewa saat dikonfirmasi Kompas.com lewat sambungan teleponnya, Selasa (28/5/2019).

Ditanya apakah ada batas waktu untuk para narapidana menyerahkan diri, Dewa bilang tidak ada.

Padahal sebelumnya, Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto yang dimintai komentarnya sewaktu meninjau proses rekapitulasi di KPU Sumut mengatakan, setelah identitas para narapidana diumumkan, pihaknya memberi waktu satu minggu agar para narapidana menyerahkan diri.

Baca juga: Cerita di Balik Kericuhan Lapas Langkat, Dugaan Penganiayaan hingga Napi Kelaparan (2)

Lewat batas waktu yang ditentukan, polisi tidak akan mentolelir lagi dan tak segan-segan memberikan tindakan tegas.

"Berdasarkan data valid yang kita terima dari Lapas, berikut identitas dan alamatnya, himbauan kita agar menyerahkan diri. Kita kasi waktu satu minggu, kalau mereka melawan, kita tidak ragu untuk melakukan tindakan tegas," kata Agus waktu itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menanggapi ucapan Kapolda ini, Dewa membenarkan namun sebisa mungkin dia berharap tindakan tegas tersebut tidak membuat ketakutan kepada narapidana dan keluarganya.

Seharusnya mau menyerahkan diri jadi malah ketakutan. Dewa lalu mencontohkan tahanan di Riau yang kabur pada 2017 lalu, ketika akhirnya menyerahkan diri, tetap diterima.

Apalagi kalau menyerahkan diri dengan sukarela, akan diterima dengan baik dan dijamin tidak akan ada kekerasan.

Baca juga: Melihat Kondisi Lapas Langkat Pascakerusuhan 16 Mei (1)

"Tetap diberikan waktu yang baik supaya mereka secepat mungkin menyerahkan diri. Kita masih memakai toleransi juga, kalau memang sudah niatnya menyerahkan diri," ucapnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X