Kisah Toleransi Murid-murid SD Kristen yang Jadi Tuan Rumah Buka Puasa Siswa Madrasah

Kompas.com - 28/05/2019, 08:57 WIB
Para siswa dan guru MI Islamiyah menggelar shalat Maghrib di komplek SD Kristen Petra Jombang, (27/5/2019) malam.
           KOMPAS.com/MOH. SYAFIIPara siswa dan guru MI Islamiyah menggelar shalat Maghrib di komplek SD Kristen Petra Jombang, (27/5/2019) malam.

"Harapan kami, toleransi itu ada sejak usia dini. Makanya, kami berkumpul di sini untuk memupuk rasa toleransi itu kepada anak-anak," ujar Riri.

Kepala SD Kristen Wijana Jombang Yuliana Sriwahyu Ningsih mengatakan tak bisa menyembunyikan rasa kagumnya saat melihat anak-anak berbeda agama bisa berkumpul dan bermain bersama.

Dia berharap, lewat momentum ngabuburit dan buka bersama di SD Kristen Petra, jiwa toleran anak-anak bisa dibangun sejak usia dini.

"Lewat acara yang penuh persaudaraan ini, bisa membangun persatuan, anak-anak menghargai sebuah perbedaan, dan itu akan berguna bagi anak-anak di masa depan," kata Yuliana.

Pendeta Tri Krida Ningsih dari GKJW Bongsorejo, Jombang, berharap, watak toleran di kalangan anak-anak bisa dibangun sejak dini.

Menurutnya, perbedaan agama bukan penghalang untuk merajut kebersamaan, apalagi jika hal itu terkait dengan kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Mereka harus diperlihatkan dengan hal yang berbeda. Tetapi tanpa menghilangkan perbedaan, kita masih bisa hidup bersama," katanya.

Ramadhan warna-warni untuk persatuan negeri
Kepala MI Islamiyah Muhammad Sholihun Nadir mengungkapkan, pertemuan antara siswanya dan anak-anak dari SD Kristen Petra diharapkan bisa menjadi modal untuk meneguhkan persatuan dan kesatuan antarelemen bangsa.

Menurut dia, sikap toleran pada diri anak-anak perlu dibangun sejak usia dini. "Ini untuk membangun kebersamaan, sekaligus mempraktikkan kebiasaan-kebiasaan yang ada dalam pelajaran PPKN," ujar Nadir, sapaan akrabnya.

Dikatakan Nadir, untuk mengamalkan Pancasila sebagaimana tercantum dalam pelajaran PPKN di sekolah, para siswa memang perlu diajak langsung untuk mengenali dan berinteraksi.

"Jadi (siswa) tidak hanya membaca dan membaca, tapi langsung kita praktikkan dengan cara anak-anak berinteraksi langsung dengan saudara-saudaranya yang berbeda agama," kata Nadir.

Baca juga: Kisah Toleransi Dosen yang Sediakan Makanan untuk Mahasiswa yang Puasa

Koordinator Gusdurian Jombang Aan Ansori mengatakan, kegiatan ngabuburit dan buka puasa bersama bertajuk "Ramadhan Warna-Warni" tersebut dimaksudkan sebagai media pertemuan antar anak-anak beda agama.

Tujuannya, sebut Aan, agar watak toleran serta kebersamaan dalam keberagaman bisa tertanam kepada anak-anak sejak usia dini.

"Tentu, tujuan besarnya adalah merawat persatuan dan kebersamaan dalam keberagaman, yang merupakan aset berharga bangsa Indonesia," kata Aan Ansori.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Pembunuhan dalam 2 Bulan di Denpasar, Begini Kata Polisi

3 Pembunuhan dalam 2 Bulan di Denpasar, Begini Kata Polisi

Regional
BMKG Catat 3 Kali Gempa Susulan Guncang Sulawesi Utara

BMKG Catat 3 Kali Gempa Susulan Guncang Sulawesi Utara

Regional
Fakta Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Sulawesi Utara, Warga Panik dan Sejumlah Rumah Roboh

Fakta Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Sulawesi Utara, Warga Panik dan Sejumlah Rumah Roboh

Regional
Rencana Polisi Tak Perlu Menilang Lagi, Begini Tanggapan Warga

Rencana Polisi Tak Perlu Menilang Lagi, Begini Tanggapan Warga

Regional
Sederet Fakta Bupati Sleman Terpapar Covid-19 Sepekan Usai Disuntik Vaksin

Sederet Fakta Bupati Sleman Terpapar Covid-19 Sepekan Usai Disuntik Vaksin

Regional
Pasien Covid-19 Terekam CCTV Saat Mesum di Ruang Isolasi, Polisi Lakukan Penyelidikan

Pasien Covid-19 Terekam CCTV Saat Mesum di Ruang Isolasi, Polisi Lakukan Penyelidikan

Regional
Mahasiswa Unsoed Kembangkan Alat Deteksi Dini Pergerakan Tanah

Mahasiswa Unsoed Kembangkan Alat Deteksi Dini Pergerakan Tanah

Regional
2 WNA Asal China dan 1 dari Korea Diamankan, Bisnis Kayu hingga Liburan

2 WNA Asal China dan 1 dari Korea Diamankan, Bisnis Kayu hingga Liburan

Regional
Sensus Penduduk, Populasi Jabar Mencapai 48,27 Juta Jiwa

Sensus Penduduk, Populasi Jabar Mencapai 48,27 Juta Jiwa

Regional
Sah Jadi Bupati Cianjur, Herman Janjikan 1.000 Kilometer Jalan Beton

Sah Jadi Bupati Cianjur, Herman Janjikan 1.000 Kilometer Jalan Beton

Regional
Kasus Anak Gugat Orangtua karena Fortuner, Dedi Mulyadi: Ibu Mestinya Diberi Kasih Sayang Bukan Digugat

Kasus Anak Gugat Orangtua karena Fortuner, Dedi Mulyadi: Ibu Mestinya Diberi Kasih Sayang Bukan Digugat

Regional
Keterisian Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Banyumas Capai 76 Persen

Keterisian Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Banyumas Capai 76 Persen

Regional
Sukacita Orangtua Bayi Kembar Siam Setelah Setahun dan 10 Jam yang Berat

Sukacita Orangtua Bayi Kembar Siam Setelah Setahun dan 10 Jam yang Berat

Regional
Kisah Ibu Digugat Anak Kandung, Punya Fortuner tapi Dianggap Sewa

Kisah Ibu Digugat Anak Kandung, Punya Fortuner tapi Dianggap Sewa

Regional
Fakta Pasien Mesum di Ruang Isolasi Covid-19 RSUD Dompu, Viral di Medsos hingga Polisi Lakukan Penyelidikan

Fakta Pasien Mesum di Ruang Isolasi Covid-19 RSUD Dompu, Viral di Medsos hingga Polisi Lakukan Penyelidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X