KPK Larang Mobil Dinas Dipakai Mudik, PNS Banten Diimbau Naik Transportasi Umum

Kompas.com - 28/05/2019, 07:21 WIB
Gubernur Banten, Wahidin Halim saat memberikan keterangan kepada media di Kantor Gubernur Banten, Senin (27/5/2019) KOMPAS.com/ACEP NAZMUDINGubernur Banten, Wahidin Halim saat memberikan keterangan kepada media di Kantor Gubernur Banten, Senin (27/5/2019)

SERANG, KOMPAS.com - Gubernur Banten Wahidin Halim mengimbau PNS di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten untuk mudik menggunakan transportasi umum.

Imbauan ini muncul setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melarang penggunaan mobil dinas oleh PNS untuk mudik.

"Mudik menggunakan transportasi umum lebih enak, tidak bakal kelelahan karena harus mengendarai,” kata Wahidin Halim di Kantor Gubernur Banten, Senin (27/5/2019).

Baca juga: KPK Sudah Beri Peringatan, Masih Bolehkah PNS Pakai Mobil Dinas untuk Mudik?

Imbauan mudik menggunakan transportasi umum bagi PNS merukan salah satu opsi yang ditawarkan oleh Wahidin.

Jika tidak menggunakan transportasi umum, PNS masih diperkenankan untuk menggunakan mobil pribadi. Asal, tidak menggunakan mobil dinas.

"Kita ikuti larangan dan pemberitahuan KPK soal tidak diperkenankannya ASN menggunakan mobil dinas saat mudik," kata dia.

Baca juga: Wagub Jawa Barat Tak Setuju Soal Larangan PNS Pakai Mobil Dinas untuk Mudik

Mantan wali kota Tangerang tersebut mengatakan, aturan soal pelarangan mobil dinas tidak boleh dipakai mudik ini seharusnya tidak masalah bagi PNS di lingkungan Pemprov Banten, lantaran hampir sebagian besar pegawai sudah punya mobil sendiri.

Jika tidak punya mobil pribadi pun, kata dia, PNS masih mampu untuk rental bila ingin pulang kampung dengan nyaman bersama keluarga.

"Kan sudah saya kasih THR dari satu kali tukin dan gaji," kata dia.

Pada Senin 20 Mei 2019 lalu, Wahidin sempat mempersilahkan PNS menggunakan mobil dinas ke kampung halaman saat libur Lebaran. Hal tersebut dia katakan saat mengisi sambutan dalam pengajian bersama di Masjid Raya Al Bantani, Kota Serang.

"Bawa mobil (dinas) silahkan, saya dan Pak Andika paling bijaksana, selalu memberikan kemudahan," Kata Wahidin.

Terkait statement ini, Kepala Bidang Komunikasi Publik Gurbernur Banten, Amal Herawan, mengatakan, pernyataan Wahidin tersebut disampaikan sebelum adanya surat edaran dari Kemendagri.

"Itu sebelum menerima surat edaran dari Kemendagri dan imbauan dari KPK," kata Amal.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Honda Jazz Remuk Tertabrak Kereta di Grobogan, Terseret 30 Meter lalu Jatuh ke Sawah

Honda Jazz Remuk Tertabrak Kereta di Grobogan, Terseret 30 Meter lalu Jatuh ke Sawah

Regional
Fakta Ayah Setubuhi 2 Anak Tiri hingga Hamil, Terungkap Saat Diinterogasi Keluarga hingga Pelaku Diamuk Warga

Fakta Ayah Setubuhi 2 Anak Tiri hingga Hamil, Terungkap Saat Diinterogasi Keluarga hingga Pelaku Diamuk Warga

Regional
Pada 31 Mei, Maluku Tak Ada Kasus Positif Corona Baru

Pada 31 Mei, Maluku Tak Ada Kasus Positif Corona Baru

Regional
Pemkot Banjarmasin Putuskan Tak Perpanjang PSBB

Pemkot Banjarmasin Putuskan Tak Perpanjang PSBB

Regional
Penjagaan Ketat Perbatasan yang Didukung Warga, Kunci Lebong Nihil Covid-19

Penjagaan Ketat Perbatasan yang Didukung Warga, Kunci Lebong Nihil Covid-19

Regional
Empat Wilayah di Sumsel Bersiap 'New Normal', Palembang Tak Masuk

Empat Wilayah di Sumsel Bersiap "New Normal", Palembang Tak Masuk

Regional
Petugas Berpakaian APD Diusir dan Nyaris Diamuk Warga, Pejabat Desa: Keluarga Keberatan dan Kurang Nyaman

Petugas Berpakaian APD Diusir dan Nyaris Diamuk Warga, Pejabat Desa: Keluarga Keberatan dan Kurang Nyaman

Regional
Kawasan Wisata Lombok Barat Tutup, Ratusan Kendaraan hendak Berkunjung Dipaksa Putar Balik

Kawasan Wisata Lombok Barat Tutup, Ratusan Kendaraan hendak Berkunjung Dipaksa Putar Balik

Regional
Usai Periksa Pasien Covid-19, Perawat Diancam hingga Trauma, Ganjar: Jangan Aneh-aneh, Kita Lagi Kondisi Sulit

Usai Periksa Pasien Covid-19, Perawat Diancam hingga Trauma, Ganjar: Jangan Aneh-aneh, Kita Lagi Kondisi Sulit

Regional
Dari 62 Kasus Positif Covid-19 di Sukabumi, 59 Pasien dari Klaster Institusi Negara

Dari 62 Kasus Positif Covid-19 di Sukabumi, 59 Pasien dari Klaster Institusi Negara

Regional
3 Warga Ngada NTT Tewas Keracunan Belerang Saat Bakar Sarang Lebah

3 Warga Ngada NTT Tewas Keracunan Belerang Saat Bakar Sarang Lebah

Regional
Perawat Diancam Usai Periksa Pasien Covid-19, Ganjar Minta Pelakunya Diusut

Perawat Diancam Usai Periksa Pasien Covid-19, Ganjar Minta Pelakunya Diusut

Regional
Bayi Kembar Usia 1 Tahun Terpapar Corona dari Klaster Jemaat HOG Batam

Bayi Kembar Usia 1 Tahun Terpapar Corona dari Klaster Jemaat HOG Batam

Regional
Halusinasi Kapolsek Berujung Pemecatan, Tabrak Rumah Warga hingga Tewaskan Balita

Halusinasi Kapolsek Berujung Pemecatan, Tabrak Rumah Warga hingga Tewaskan Balita

Regional
Khofifah: Siswa di Jatim Tetap Belajar di Rumah Meski Masuk Fase New Normal

Khofifah: Siswa di Jatim Tetap Belajar di Rumah Meski Masuk Fase New Normal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X