Kilas Daerah Semarang
KILAS DAERAH

Wali Kota Hendi: Lonjakan Arus Mudik Tertinggi Terjadi di Jalur Darat

Kompas.com - 27/05/2019, 20:35 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meninjau kesiapan Insfrastruktur menjelang Idul Fitri 1440 H di Kota Semarang, Senin (27/5/2019). Dok. Humas Pemerintah Kota SemarangWali Kota Semarang Hendrar Prihadi meninjau kesiapan Insfrastruktur menjelang Idul Fitri 1440 H di Kota Semarang, Senin (27/5/2019).


KOMPAS.com
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, lonjakan jumlah pemudik tertinggi yang melalui kotanya pada Lebaran tahun ini kemungkinan akan terjadi di jalur darat.

“Kemungkinan yang tertinggi yaitu lewat jalur darat, baik itu naik mobil pribadi, atau bus dan kereta api,” terang Wali Kota yang akrab di sapa Hendi itu, seperti dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima, Senin (27/5/2019).

Hal itu dikatakan Hendi saat ia bersama jajarannya memantau kesiapan infrastuktur dan Sarana Prasarana Mudik di sejumlah titik di Kota Semarang, Senin (27/5/2019).

Sementara itu, lonjakan pemudik yang terjadi di bandara dan pelabuhan pada tahun ini tidak akan setajam tahun lalu. Ini dikatakan oleh pimpinan otoritas Bandara dan Pelabuhan yang ditemui Hendi

“Tadi saya menemui pimpinan di Bandara A Yani, pasti akan ada peningkatan penumpang tetapi tidak setajam tahun yang lalu, karena ada beberapa kendala di kebijakan maskapai. Di pelabuhan pun sama. Peningkatan tidak signifikan seperti tahun lalu yang mencapai 9 juta, ujarnya.

Adapun untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang melalui Semarang, Hendi mememastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian dan Muspida untuk fokus pada arus lalu lintas di fase mudik.

Caranya adalah dengan memetakan daerah rawan macet, bottle neck, penataan arus mudik keluar jalan tol dan jalan biasa.

“Kami sudah sampaikan ke pihak kepolisian dan muspida bahwa focus kami pada penataan arus mudik yang lancar dan efektif. Jangan sampai terjadi kemacetan karena bottle neck yang tidak kita perkirakan.

Tidak hanya itu, Hendi memastikan Pemerintah Kota Semarang menyiagakan pula Posko Mudik guna melayani pemudik singgah dan beristirahat di Kota Semarang.

Dengan Posko Mudik yang nyaman, Hendi berharap pemudik bisa mendapatkan pelayanan terbaik, istirahat dengan aman dan nyaman.

Posko Mudik yang beanggotakan gabungan TNI, Polri Petugas Pemadam Kebakaran dan Petugas medis rencananya akan mulai bertugas mulai 29 Mei 2019.

“Posko mudik nanti akan melibatkan petugas Kepolisian, TNI, Pemadam Kebakaran maupun medis. Gabungan itu akan di-launching dan mulai berlaku efektif pada 29 Mei 2019,” ujar Hendi.

Selain dari mereka, Posko Mudik pun didirikan oleh sejumlah ormas, seperti Pemuda Anshor, KNPI, dan FKPPI.

Disamping Posko mudik, di Semarang Hendi membuka saluran, seperti Area Traffic Control System (ATCS), Call Center 112 dan LAPOR Hendi.

ATCS dapat dimanfaatkan pemudik untuk melihat CCTV, sedangkan permohonan bantuan atau informasi bisa menghubungi telepon darurat 112 dan Lapor Hendi.

”Bagi Pemudik yang ingin melihat arus lalu lintas Kota Semarang bisa mendownload atau install ATCS untuk mengakses CCTV yang sudah kami pasang di tempat-tempat strategis. Pemudik juga bisa memanfaatkan Call Center 112 atau Lapor Hendi apabila menghadapi kesulitan atau perlu informasi,” terangnya.

Terakhir Hendi berharap agar pemudik tetap mendahulukan segi keselamatan. Jangan demi mengirit uang yang jumlahnya tidak seberapa besar, tetapi mempertaruhkan nyawa yang sangat berharga.

Hendi mencontohnya pemudik yang membawa anak kecil namun nekat untuk mudik dengan mengendarai sepeda motor.

“Bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor dengan membawa anak kecil, ingatlah nyawa seseorang itu harganya tidak ternilai. Risiko di jalan dengan berkendara naik sepeda motor sangat besar, apalagi kalau membawa keluarga (anak kecil), nyawa salah satu anggota keluarga itu jauh lebih berharga,”pesan Hendi.

Sebagai informasi Wali Kota Hendi memantau kesiapan infrastuktur dan sarana prasarana Mudik Semarang dengan mengunjungi Stasiun Tawang dan Pelabuhan Tanjungmas.

Hendi bersama jajarannya melakukan itu guna mengantisipasi melonjaknya jumlah pemudik yang diprediksi Pemerintah Pusat mencapai 11 persen.

Baca tentang

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Libur Panjang Akhir Oktober, Ganjar Minta Warga Jateng di Perantauan Tak Mudik

Libur Panjang Akhir Oktober, Ganjar Minta Warga Jateng di Perantauan Tak Mudik

Regional
Tembakan Gas Air Mata Masuk ke Permukiman, Seorang Nenek Marahi Polisi

Tembakan Gas Air Mata Masuk ke Permukiman, Seorang Nenek Marahi Polisi

Regional
Bupati Madiun Sebut Mitos Bayi Impetigo Jadi Alasan Banyak Warga Buang Popok ke Sungai

Bupati Madiun Sebut Mitos Bayi Impetigo Jadi Alasan Banyak Warga Buang Popok ke Sungai

Regional
Demo Tolak UU Cipta Kerja di Makassar, Demonstran Bentrok dengan Pendukung Paslon Pilkada

Demo Tolak UU Cipta Kerja di Makassar, Demonstran Bentrok dengan Pendukung Paslon Pilkada

Regional
Diserang Kelompok Pemuda dengan Sajam, Jamaludin Tewas di RS, Polisi Buru Pelaku Lain

Diserang Kelompok Pemuda dengan Sajam, Jamaludin Tewas di RS, Polisi Buru Pelaku Lain

Regional
Ambulans Dipakai Angkut Barang Seserahan Pernikahan, 2 Orang Diperiksa Polisi

Ambulans Dipakai Angkut Barang Seserahan Pernikahan, 2 Orang Diperiksa Polisi

Regional
Kronologi 5 Penambang Tewas Terjebak di Lubang 25 Meter, Sempat Abaikan Peringatan

Kronologi 5 Penambang Tewas Terjebak di Lubang 25 Meter, Sempat Abaikan Peringatan

Regional
Hummer Limousine dan Sedan Porsche Dibranding Gambar Machfud Arifin-Mujiaman, Timses: Punya Relawan

Hummer Limousine dan Sedan Porsche Dibranding Gambar Machfud Arifin-Mujiaman, Timses: Punya Relawan

Regional
Dilaporkan ke Polisi karena Dianggap Menghina NU, Gus Nur: Biasa Saja, Sudah Sering...

Dilaporkan ke Polisi karena Dianggap Menghina NU, Gus Nur: Biasa Saja, Sudah Sering...

Regional
Pengelola Restoran di Padang Wajib Tes Swab, Jika Tak Patuh, Usahanya Akan Ditutup

Pengelola Restoran di Padang Wajib Tes Swab, Jika Tak Patuh, Usahanya Akan Ditutup

Regional
Saat  2 Orang Berbaju Hazmat Gunakan Ambulans Antar Seserahan Pernikahan di Palembang

Saat 2 Orang Berbaju Hazmat Gunakan Ambulans Antar Seserahan Pernikahan di Palembang

Regional
7 Penyusup Ditangkap Saat Demo di Banjarmasin, 3 di Antaranya Mabuk Miras

7 Penyusup Ditangkap Saat Demo di Banjarmasin, 3 di Antaranya Mabuk Miras

Regional
Polisi Bongkar Praktik Penjualan BBM Bersubsidi ke Penambang Emas Ilegal

Polisi Bongkar Praktik Penjualan BBM Bersubsidi ke Penambang Emas Ilegal

Regional
Bawa Rp 2000, Bocah 7 Tahun dengan Lugu Cerita Diberi Uang Usai Dicabuli Tetangga

Bawa Rp 2000, Bocah 7 Tahun dengan Lugu Cerita Diberi Uang Usai Dicabuli Tetangga

Regional
Oknum Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Modusnya Lakukan Penertiban

Oknum Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Modusnya Lakukan Penertiban

Regional
komentar di artikel lainnya