Mucikari Artis VA Dituntut Masing-masing 7 Bulan Penjara

Kompas.com - 27/05/2019, 20:30 WIB
Sidang lanjutan tertutup mucikari artis VA di PN Surabaya, Senin (27/5/2019) KOMPAS.com/ACHMAD FAIZALSidang lanjutan tertutup mucikari artis VA di PN Surabaya, Senin (27/5/2019)

SURABAYA, KOMPAS.com - 2 mucikari artis VA dituntut masing-masing 7 bulan penjara oleh jaksa dalam sidang lanjutan tertutup di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (27/5/2019). Keduanya adalah mucikari TN dan N.

Jaksa Penuntut Umum Sri Rahayu menyebut, kedua mucikari tersebut terbukti bersalah dan melanggar pasal 45 ayat 1 jo Pasal 27 ayat 1 UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.

"Menuntut keduanya untuk dihukum pidana penjara selama 7 bulan penjara," katanya.

Baca juga: Joshua, Nama Pemesan Kamar Tempat Artis VA Digerebek

Merespon tuntutan jaksa, kuasa hukum mucikari TN dan N, Robert Mantinia mengaku akan mengajukan pembelaan pada sidang berikutnya.

"Fakta persidangan, klien kami membuktikan jika dia tidak bersalah. Harusnya jaksa menuntut bebas. Pekan depan kami ajukan pembelaan," jelasnya.

Materi tuntutan sedianya juga dibacakan untuk mucikari ES, namun karena mucikari ES masih menjalani sidang keterangan terdakwa. Mucikari ES dijadwalkan menjalani sidang tuntutan pada pekan depan.

Ketiga mucikari perempuan tersebut diamankan dalam rangkaian pengungkapan kasus prostitusi online yang melibatkan artis VA awal tahun lalu.

Baca juga: Penyidik Polisi dan Artis VA Berbeda Sebut Ciri Fisik Pria Pemesan

Selain kerap bertransaksi menggunakan media sosial, ketiga mucikari itu disebut mengambil keuntungan dari tarif artis VA yang disepakati yakni Rp 80 juta untuk sekali kencan. Dari jumlah itu, artis VA mengaku hanya mendapatkan Rp 35 juta.

Dalam rangkaian kasus ini, artis VA dijerat dengan Pasal 27 Ayat (1) UU RI Nomor 11 Tahun 2008 juncto Pasal 45 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Tukang Becak Iuran untuk Ganti Bendera Merah Putih yang Lusuh, Ini Kisahnya

5 Tukang Becak Iuran untuk Ganti Bendera Merah Putih yang Lusuh, Ini Kisahnya

Regional
Cerita Jayani Rawat Al Quran Tulisan Tangan Berusia Hampir 200 Tahun

Cerita Jayani Rawat Al Quran Tulisan Tangan Berusia Hampir 200 Tahun

Regional
Fakta Oknum Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Alasan Penertiban hingga ASN Jadi Korlap

Fakta Oknum Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Alasan Penertiban hingga ASN Jadi Korlap

Regional
Agar Program Diketahui Publik, Paslon di Pilkada Mataram Cantumkan Barcode di Spanduk

Agar Program Diketahui Publik, Paslon di Pilkada Mataram Cantumkan Barcode di Spanduk

Regional
Seorang Pemuda Tewas Diduga Gantung Diri, Tulis Pesan di Buku Tabungan

Seorang Pemuda Tewas Diduga Gantung Diri, Tulis Pesan di Buku Tabungan

Regional
2 dari 3 Debat Kandidat Pilkada Makassar Bakal Berlangsung di Jakarta

2 dari 3 Debat Kandidat Pilkada Makassar Bakal Berlangsung di Jakarta

Regional
Kabupaten Banyumas Akan Dimekarkan Jadi 3 Daerah Otonom

Kabupaten Banyumas Akan Dimekarkan Jadi 3 Daerah Otonom

Regional
Stadion Mattoanging Dibangun Ulang, Telan Anggaran hingga Rp 1 Triliun

Stadion Mattoanging Dibangun Ulang, Telan Anggaran hingga Rp 1 Triliun

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pangan, IPB Serukan Revolusi Meja Makan

Antisipasi Kelangkaan Pangan, IPB Serukan Revolusi Meja Makan

Regional
'Saya Lihat Narik-narik Senar Layangan, Kemudian Saya Lari Takut Senar Layangannya Lepas'

"Saya Lihat Narik-narik Senar Layangan, Kemudian Saya Lari Takut Senar Layangannya Lepas"

Regional
'Kami Terkena Gas Air Mata, Banyak yang Sesak Napas dan Pingsan'

"Kami Terkena Gas Air Mata, Banyak yang Sesak Napas dan Pingsan"

Regional
Antre Pencairan BPUM Membeludak sejak Subuh, Ternyata Salah Informasi

Antre Pencairan BPUM Membeludak sejak Subuh, Ternyata Salah Informasi

Regional
Kronologi Pria Diduga Depresi Tewas Ditembak, Tetap Menyerang Polisi Usai Diberi Peringatan

Kronologi Pria Diduga Depresi Tewas Ditembak, Tetap Menyerang Polisi Usai Diberi Peringatan

Regional
'Ini Bendera yang Diperjuangkan Para Pahlawan, Pejuang Bangsa, Kok sampai Seperti Ini'

"Ini Bendera yang Diperjuangkan Para Pahlawan, Pejuang Bangsa, Kok sampai Seperti Ini"

Regional
Tiba-tiba Serang Polisi, Seorang Pria yang Diduga Depresi Tewas Ditembak

Tiba-tiba Serang Polisi, Seorang Pria yang Diduga Depresi Tewas Ditembak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X