BMKG: Angin Kencang Landa NTT Hingga Akhir Mei

Kompas.com - 27/05/2019, 19:40 WIB
BMKGBMKG BMKG

KUPANG, KOMPAS.com - Angin kencang masih melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Senin (27/5/2019).

Forecaster BMKG Kupang Wisnu Wardhana mengatakan, penyebab angin kencang karena adanya tekanan udara yang tinggi di wilayah Australia.

"Perbedaan tekanan udara antara Australia (1024 mb) dan NTT (1012 mb) cukup signifikan. Hal inilah yang menyebabkan angin terasa kencang di NTT," ungkap Wisnu kepada Kompas.com, Senin sore.

Baca juga: Waspada, Angin Kencang Selama 3 Hari Sebabkan Gelombang Tinggi di Perairan NTT

Wisnu menjelaskan, posisi matahari sekarang di belahan bumi utara. Itu berarti, tekanan di utara akan lebih rendah dibandingkan tekanan di bagian bumi selatan. Sehingga, angin bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan yang lebih rendah.

Wisnu menyebut, kecepatan angin maksimum yang terukur di wilayah NTT berkisar antara 18 hingga 22 knots.

Menurut Wisnu, potensi angin kencang di NTT, diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir Mei.

Baca juga: Waspada Hujan dan Angin Kencang di Bogor, Depok dan Bekasi Pada Siang Hari

Angin kencang kata Wisnu, bisa berlanjut selama tidak ada gangguan misalkan munculnya daerah tekanan rendah di Australia yang dapat mengurangi kecepatan angin yang masuk ke Indonesia khususnya NTT.

Kondisi angin kencang ini lanjut Wisnu, sangat berdampak pada ketinggian gelombang laut di wilayah perairan NTT, terutama di wilayah perairan NTT bagian selatan hingga barat.

"Untuk tinggi gelombang laut, berkisar antara 2 hingga 2,5 meter dan diperkirakan 3 hari ke depan akan meningkat," ungkapnya.



Terkini Lainnya

Rekrutmen CPNS 2019, Pemprov Riau Butuh 10.381 PNS

Rekrutmen CPNS 2019, Pemprov Riau Butuh 10.381 PNS

Regional
Bima Arya: PAN Kembali Tentukan Arah Usai Sidang MK

Bima Arya: PAN Kembali Tentukan Arah Usai Sidang MK

Regional
Monumen Korban KM Sinar Bangun Jadi Rumah Kedua Bagi Keluarga yang Ditinggalkan

Monumen Korban KM Sinar Bangun Jadi Rumah Kedua Bagi Keluarga yang Ditinggalkan

Regional
Pasangan Suami Istri yang Suguhkan Seks 'Live' ke Anak-anak Dituntut 10 Tahun Penjara

Pasangan Suami Istri yang Suguhkan Seks "Live" ke Anak-anak Dituntut 10 Tahun Penjara

Regional
2 Orang Pelaku Pungli di Lokasi Jembatan Mesuji Dibekuk Polisi

2 Orang Pelaku Pungli di Lokasi Jembatan Mesuji Dibekuk Polisi

Regional
Isak Tangis Iringi Peringatan Setahun Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba

Isak Tangis Iringi Peringatan Setahun Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba

Regional
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
Ini Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Yos Sudarso Selama Pengerjaan Alun-alun Surabaya

Ini Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Yos Sudarso Selama Pengerjaan Alun-alun Surabaya

Regional
Polisi Gagalkan 4 Kontainer Kayu Merbau yang Akan Diselundupkan ke Surabaya

Polisi Gagalkan 4 Kontainer Kayu Merbau yang Akan Diselundupkan ke Surabaya

Regional
2 Terduga Pembunuh Pegawai Bank Syariah Mandiri Merupakan Pasangan Suami Istri

2 Terduga Pembunuh Pegawai Bank Syariah Mandiri Merupakan Pasangan Suami Istri

Regional
Suami Istri yang Suguhkan Seks 'Live' ke Anak-anak Ditetapkan Tersangka

Suami Istri yang Suguhkan Seks "Live" ke Anak-anak Ditetapkan Tersangka

Regional
Bobot Turun dari 192 Kg Jadi 85 Kg, Arya Akan Jalani Operasi Gelambir

Bobot Turun dari 192 Kg Jadi 85 Kg, Arya Akan Jalani Operasi Gelambir

Regional
Alun-alun Bawah Tanah Surabaya Mulai Dibangun, Jalan Yos Sudarso Ditutup Separuh

Alun-alun Bawah Tanah Surabaya Mulai Dibangun, Jalan Yos Sudarso Ditutup Separuh

Regional
WN, Tersangka Kasus Hoaks 'Server KPU Diatur' Dikenal sebagai Sosok yang Cerdas dan Ahli Komputer

WN, Tersangka Kasus Hoaks "Server KPU Diatur" Dikenal sebagai Sosok yang Cerdas dan Ahli Komputer

Regional
Hujan Lebat, 3 Penambang Timah Tewas Tertimbun

Hujan Lebat, 3 Penambang Timah Tewas Tertimbun

Regional

Close Ads X