Kisah Aldi, Sempat Tak Diluluskan, Kini Berjuang Kumpulkan Uang agar Bisa Kuliah di Fakultas Hukum

Kompas.com - 27/05/2019, 14:38 WIB
Aldi Irpan, mantan siswa SMAN 1 Sembalun, yang telah meraih kelulusannya, saat menjadi ojek wisata membantu kehidupan keluarga dan biaya sekolahnya. KOMPAS.com/FITRI RAldi Irpan, mantan siswa SMAN 1 Sembalun, yang telah meraih kelulusannya, saat menjadi ojek wisata membantu kehidupan keluarga dan biaya sekolahnya.


LOMBOK TIMUR, KOMPAS.com — Perjuangan Aldi Irpan, mantan siswa kelas XII jurusan IPS, SMAN 1 Sembalun, Lombok Timur, yang sempat tidak diluluskan karena bersikap kritis pada kebijakan kepala sekolah, belum berakhir.

Setelah dinyatakan lulus, persoalan biaya kini menghantui niatnya untuk bisa menempuh jenjang kuliah di perguruan tinggi.

"Untuk biaya kuliah belum saya pikirkan. Perekonomian keluarga saya belum cukup untuk membiayai kuliah. Adik-adik saya masih ada yang harus dibiayai, jadi belum ada gambaran," kata Aldi, Senin (27/5/2019).

Baca juga: Mimpi Aldi Setelah Diluluskan, Kuliah di Fakultas Hukum untuk Bela yang Tertindas

Keluarga Aldi hanyalah keluarga petani di lahan tadah hujan yang mengandalkan musim hujan untuk bisa menikmati hasil pertanian sayuran, termasuk bawang, di Desa Sembalun di kaki Gunung Rinjani.

Lahan seluas 20 are atau 2.000 meter persegi digarap ayah Aldi, Nuin, bersama keluarganya yang lain.

"Bertani di lahan tadah hujan bersifat musiman. Jika harus menanam cabe, mereka menanam cabe. Menanam sayuran, kentang, wortel, hingga bawang putih disesuaikan dengan musim hujan yang akan datang," kata Aldi.

Dalam setahun, Aldi dan keluarganya hanya dua kali dalam menanam sayuran, bawang merah atau bawang putih. Hasilnya pun harus dibagi dengan keluarga besarnya karena lahan itu adalah milik keluarga.

Baca juga: 3 Alasan Aldi Irpan Tak Diluluskan oleh SMAN 1 Sembalun Lombok

Selama ini Aldi tetap turun ke ladang membantu keluarga menggarap lahan tadah hujan yang menjadi garapan satu-satunya menyambung kehidupan keluarga.

"Betapa sulitnya ayah saya bekerja keras di ladang untuk biaya sekolah. Karena itulah, saya berjuang sekeras tenaga mendapatkan kelulusan yang nyaris gagal saya dapatkan. Saya khawatir akan membebani keluarga karena harus mengulang di kelas XII. Syukurlah Tuhan memberi hadiah terbaiknya, saya diluluskan," kata Aldi.


Bertani dan jadi ojek wisata musiman

Turun ke ladang sepulang sekolah atau jika hari libur adalah keseharian Aldi. Belum lagi dia disibukkan oleh kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, menjadi pelatih Pramuka, dan ikut latihan bela diri dan sepak bola untuk tim kampungnya.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pukuli dan Masukkan Pelajar SMK ke Bagasi Mobil, 4 Pria Ngaku Polisi Ternyata Salah Sasaran

Pukuli dan Masukkan Pelajar SMK ke Bagasi Mobil, 4 Pria Ngaku Polisi Ternyata Salah Sasaran

Regional
Kronologi 4 Pria Ngaku Polisi Pukuli dan Seret Pelajar SMK dari Kelas, Kemudian Dimasukkan ke Bagasi Mobil

Kronologi 4 Pria Ngaku Polisi Pukuli dan Seret Pelajar SMK dari Kelas, Kemudian Dimasukkan ke Bagasi Mobil

Regional
Pemkot Semarang: Dengan Jaga Kerukunan, Warga Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Pemkot Semarang: Dengan Jaga Kerukunan, Warga Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Regional
Dua Mantan Pejabat Tinggi Tambelan Dukung Robby Maju di Pilkada Bintan

Dua Mantan Pejabat Tinggi Tambelan Dukung Robby Maju di Pilkada Bintan

Regional
Pelajar SMK di Gowa Diseret dari Kelas oleh 4 Pria Ngaku Polisi, Dipukuli dan Dimasukkan ke Bagasi Mobil

Pelajar SMK di Gowa Diseret dari Kelas oleh 4 Pria Ngaku Polisi, Dipukuli dan Dimasukkan ke Bagasi Mobil

Regional
Kisah Pria Gangguan Jiwa di Manggarai Timur, Lima Tahun Tinggal di Tebing Gua Penuh Sampah

Kisah Pria Gangguan Jiwa di Manggarai Timur, Lima Tahun Tinggal di Tebing Gua Penuh Sampah

Regional
Kesaksian Kodir Saat Selamatkan Belasan Siswa Korban Susur Sungai Sempor

Kesaksian Kodir Saat Selamatkan Belasan Siswa Korban Susur Sungai Sempor

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pembina Pramuka Susur Sungai Diperingatkan Warga | Cemburu, Nenek 62 Tahun Tusuk Suami

[POPULER NUSANTARA] Pembina Pramuka Susur Sungai Diperingatkan Warga | Cemburu, Nenek 62 Tahun Tusuk Suami

Regional
Setelah Bunuh dan Curi Emas Milik Ibu Kos, Pria Ini Pelesir ke Bali dan Bayar Kos Pacar

Setelah Bunuh dan Curi Emas Milik Ibu Kos, Pria Ini Pelesir ke Bali dan Bayar Kos Pacar

Regional
4 Fakta Penemuan Jenazah di Bondowoso, Mayat Tanpa Kepala hingga Polisi Kerahkan Anjing Pelacak

4 Fakta Penemuan Jenazah di Bondowoso, Mayat Tanpa Kepala hingga Polisi Kerahkan Anjing Pelacak

Regional
Cerita Putra Amrozi Pelaku Bom Bali I, Sempat Dikucilkan, Tak Ingin Anak Alami Hal Sama

Cerita Putra Amrozi Pelaku Bom Bali I, Sempat Dikucilkan, Tak Ingin Anak Alami Hal Sama

Regional
BNN Amankan 3 Juta Pil PCC dari Pabrik Narkoba di Lahan Pemkot Bandung

BNN Amankan 3 Juta Pil PCC dari Pabrik Narkoba di Lahan Pemkot Bandung

Regional
KPK Soroti Pengelolaan Aset di Kepri Usai Rapat Evaluasi di Batam

KPK Soroti Pengelolaan Aset di Kepri Usai Rapat Evaluasi di Batam

Regional
IAIN Surakarta Akan Berubah Nama Jadi UIN Raden Mas Said

IAIN Surakarta Akan Berubah Nama Jadi UIN Raden Mas Said

Regional
Kronologi Penemuan KM Beringin Jaya, Delapan Hari Terombang-ambing dan Ditarik Kapal Nelayan

Kronologi Penemuan KM Beringin Jaya, Delapan Hari Terombang-ambing dan Ditarik Kapal Nelayan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X