Jadi Kurir, Ibu yang Suruh Anak Ambil Paket Narkoba Dibayar Rp 5 Juta

Kompas.com - 27/05/2019, 14:29 WIB
Ilustrasi narkoba ThinkstockIlustrasi narkoba

MAKASSAR, KOMPAS.com - Polisi membeberkan beberapa fakta usai menangkap T (32), ibu dari N (14) yang menyuruh anaknya  mengambil paket narkoba seberat 1 kilogram yang dikirim dari Jakarta pada Sabtu (18/5/2019) lalu.

Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Sulsel, Kompol Supriyanto mengatakan T turut mengawasi N, saat anaknya mengambil paket di depan toko Ramayana, Kecamatan Panakukang, Makassar.

Namun ia langsung memilih kabur saat melihat anaknya diamankan anggota kepolisian.

Baca juga: Polisi Tangkap Ibu yang Suruh Anak Ambil Paket Narkoba


Setelah pelarian itu, T langsung dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh tim Resmob Polda Sulsel. Selama kurang lebih seminggu, ibu rumah tangga itu menjadi buronan polisi.

"Anggota yang mendapat informasi keberadaan pelaku langsung mengamankan pelaku di tengah jalan saat sedang turun dari gunung bersama anak balitanya," ungkap Supriyanto, Minggu (26/5/2019).

Di lokasi anaknya menjemput paket narkoba dari Jakarta yang disimpan dalam tas wanita tersebut, T terus berkomunikasi dengan pengirim. Ia juga mengawasi keadaan sekitar dan memastikan anaknya tidak mengetahui paket yang dijemputnya itu berisi narkoba.

"Pelaku awalnya ingin kabur ke Pasangkayu, Karena merasa tidak aman, pelaku berniat kembali ke Makassar. Tapi di tengah jalan, ia dihubungi oleh seseorang dan diminta agar bersembunyi di Toraja, sehingga pelaku pun langsung ke Toraja," kata Supriyanto.

Baca juga: Ibu Suruh Anak Jemput Paket, Ternyata Isinya Narkoba

Dari hasil interogasi penyidik, T merupakan kurir narkoba yang bertugas menyerahkan paket tersebut ke sesesorang yang beralamat di Jalan Pelita, Kecamatan Panakukang, Makassar.

T mengaku baru sekali melibatkan anaknya dalam aksinya dan dia mendapatkan imbalan Rp 5 juta untuk sekali jemput paket.

Saat ini, T bersama anaknya N diserahkan ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulsel untuk penyidikan lebih lanjut.

“Dia hanya menjemput dan kemudian menyerahkan sabu itu kepada seseorang di jalan Pelita. Setelah itu tugasnya sudah selesai," ungkapnya.

Polisi sampai saat ini masih belum bisa melepaskan N meski ia sudah mengaku tidak mengetahui paket yang dijemputnya itu berisi narkoba.

Baca juga: Polisi Minta Ibu yang Suruh Anak Ambil Paket Narkoba Serahkan Diri

Polisi menjerat Tdengan Pasal 112 dan 114 UU No 35 tahun 2009 dengan ancaman maksimal hukuman penjara seumur hidup. Sementara N, diancam hukuman maksimal 7 tahun penjara.

"Baru sekali katanya. Untuk asal barang dan kaitan jaringan masih diperiksa," kata Direktur Ditresnarkoba Polda Sulsel Kombes Pol Hermawan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Regional
Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Regional
Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Regional
19 Tahun Hidup di 'Dunia Malam' Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

19 Tahun Hidup di "Dunia Malam" Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

Regional
Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Regional
Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

Regional
Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Regional
Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Regional
Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Regional
Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Regional
Cerita di Balik Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning, Berdiri Sejak 53 Tahun dengan Omzet 1 Miliar Per Malam

Cerita di Balik Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning, Berdiri Sejak 53 Tahun dengan Omzet 1 Miliar Per Malam

Regional
Jelang Pelantikan Presiden, Bupati Bogor Minta Semua Pihak Tak Terbujuk Ajakan Provokatif

Jelang Pelantikan Presiden, Bupati Bogor Minta Semua Pihak Tak Terbujuk Ajakan Provokatif

Regional
Kritik Radio Kampus di Grup WA, Dosen UIN Makassar Jadi Tersangka UU ITE

Kritik Radio Kampus di Grup WA, Dosen UIN Makassar Jadi Tersangka UU ITE

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X