Terkait Tewasnya Anggota TNI, Polres Jayapura Kota Tetapkan Tiga Tersangka

Kompas.com - 27/05/2019, 13:54 WIB
Situasi di Terminal Expo Waena, Kota Jayapura, Papua pada Sabtu siang (25/05/2019). Sebelumnya pada Jumat malam (24/05/2019), dilokasi tersebut terjadi keributan antar massa yang menyebabkan satu anggota TNI, Serda Herman Tabuni tewas karena luka tusuk KOMPAS.com/Dhias SuwandiSituasi di Terminal Expo Waena, Kota Jayapura, Papua pada Sabtu siang (25/05/2019). Sebelumnya pada Jumat malam (24/05/2019), dilokasi tersebut terjadi keributan antar massa yang menyebabkan satu anggota TNI, Serda Herman Tabuni tewas karena luka tusuk

JAYAPURA, KOMPAS.com - Polres Jayapura Kota telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus tewasnya anggota TNI Serda Herman Tabuni dalam sebuah keributan antarwarga pada Sabtu (25/5/2019) malam.

Hanya saja, ketiga orang tersebut baru ditetapkan sebagai tersangka atas kepemilikan senjata tajam.

"Ada tiga orang jadi tersangka untuk kasus kepemilikan senjata tajam," ujar Kasubag Humas Polres Jayapura Kota, Iptu Jahja Rumra, saat dihubungi, Senin (27/5/2019).


Baca juga: Kronologi Anggota TNI Gugur Ditikam karena Lerai Keributan Antarwarga

Menurut dia, kini polisi masih mendalami siapa pelaku yang menyebabkan Serda herman Tabuni tewas karena luka tusukan.

"Belum dipastikan siapa yang menikam, tetapi kemungkinan nanti ketiga orang tersebut akan didalami keterlibatannya dalam masalah pengeroyokannya. Ketiga orang ini sudah ditahan karena kepemilikan senjata tajam, dari sini akan didalami untuk mengarah kepada pengeroyokan itu," tutur dia.

Namun, Jahja meyakini di antara ketiga orang tersebut akan ada yang ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Serda Herman Tabuni. "Mungkin minimal dua orang akan kena," cetus dia.

Baca juga: Redakan Keributan, Seorang Anggota TNI Gugur Diamuk Massa

Serda Herman Tabuni tewas di Terminal Expo Waena, Kota Jayapura, Papua, pada Sabtu malam ketika terjadi keributan antarkedua kelompok warga.

Akibat kejadian tersebut, Serda Herman Tabuni mengalami beberapa luka tusukan di bagian perut dan nyawanya tidak terselamatkan, meski sudah diberikan penanganan di rumah Sakit Dian Harapan.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Regional
Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Regional
19 Tahun Hidup di 'Dunia Malam' Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

19 Tahun Hidup di "Dunia Malam" Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

Regional
Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Regional
Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

Regional
Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Regional
Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Regional
Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Regional
Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Regional
Cerita di Balik Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning, Berdiri Sejak 53 Tahun dengan Omzet 1 Miliar Per Malam

Cerita di Balik Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning, Berdiri Sejak 53 Tahun dengan Omzet 1 Miliar Per Malam

Regional
Jelang Pelantikan Presiden, Bupati Bogor Minta Semua Pihak Tak Terbujuk Ajakan Provokatif

Jelang Pelantikan Presiden, Bupati Bogor Minta Semua Pihak Tak Terbujuk Ajakan Provokatif

Regional
Kritik Radio Kampus di Grup WA, Dosen UIN Makassar Jadi Tersangka UU ITE

Kritik Radio Kampus di Grup WA, Dosen UIN Makassar Jadi Tersangka UU ITE

Regional
Wali Kota Bandung Kenalkan Program Kang Pisman di Konferensi Internasional

Wali Kota Bandung Kenalkan Program Kang Pisman di Konferensi Internasional

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X