Rumah Sakit Jiwa Bengkulu Benarkan Rawat Pasien Stres karena Pemilu

Kompas.com - 27/05/2019, 13:21 WIB
Rumah sakit khusus jiwa, Soeprapto, BengkuluKOMPAS.com/FIRMANSYAH Rumah sakit khusus jiwa, Soeprapto, Bengkulu

BENGKULU, KOMPAS.com - Rumah Sakit Khusus Jiwa, Soeprapto (RSKJS), Provinsi Bengkulu, membenarkan saat ini lembaga tersebut sedang menangani sejumlah pasien yang alami gangguan kejiwaan akibat Pemilu 2019.

Kepala Bagian Humas RSKJS Provinsi Bengkulu Sainuri menyebutkan terdapat 10 persen lonjakan pasien yang harus mereka rawat pasca-Pemilu 2019.

"Kebetulan pasca Pemilu terdapat 10 persen lonjakan pasien. Memang banyak faktor tidak semuanya diakibatkan oleh Pemilu, memang ada tapi jumlahnya sedikit. Jadi, faktor penyebab gangguan jiwa tidak mutlak karena Pemilu ada banyak pendorong lainnya," kata Sainuri saat ditemui di RSKJS di Bengkulu, Senin (27/5/2019).

Baca juga: Caleg Gerindra Terduga Suap PPK di Bengkulu Belum Penuhi Panggilan Polisi

Rerata per bulan pasien yang dirawat di tempat itu berkisar 150 orang dengan penyebab penyakit yang beragam.

Tenaga medis RSKJS, Dokter Lucy saat dimintai keterangan secara medis membenarkan terjadi lonjakan pasien pasca Pemilu. Namun tidak semua pasien yang datang ke RSKJS karena Pemilu.

"Memang ada tapi tidak banyak hanya ada beberapa kasus. Mereka yang dirawat bukan Caleg gagal atau tim sukses Capres. Mereka orang biasa, simpatisan saja cuma Baper (Bawa Perasaan)," ujar Lucy.

Baca juga: Pengobatan Caleg Stres di Padepokan Maung Bodas, Depresi Suara Jeblok karena Di-PHP Timses (1)

Lucy menambahkan sulit untuk memastikan apakah pasien yang dirawat betul-betul karena Pemilu, harus ada penelitian lebih lanjut.

Ia menjelaskan secara terperinci, bisa jadi pasien sebelumnya memang sudah mengalami gangguan jiwa, namun karena kesehariannya di rumah atau lingkungan sering berdebat atau diskusi soal negara, Pemilu, Pilpres dan sejenisnya. Sehingga hal tersebut terekam oleh penderita.

"Jadi saat dia meracau, yang keluar dari mulut pasien itu ya soal negara, soal Pemilu, Pileg, Pilpres dan sejenisnya. Itu tidak bisa kita ukur murni gangguan jiwa karena Pemilu, tapi salah satu faktor dugaan sementara bisa diterima," jelas Lucy.

Baca juga: Suka Duka Perawat Caleg Stres, Harus Sabar Dengar Janji Kampanye hingga Tak Boleh Baper

Menurutnya ada dua hal penyebab gangguan kejiwaan, pertama penyakit fisik. Untuk fisik sedikit lebih mudah penanganannya dengan cara menemukan akar penyakit fisik dan ditangani.

Faktor kedua non fisik, ini berasal dari psikologi, kejiwaan dan semacamnya. Untuk penyebab kedua ini dibutuhkan penanganan lebih rumit dan teliti.

"Jadi saya tegaskan, sedikit pasien di sini dirawat karena Pemilu, ada banyak faktor lain. Namun kalau ditanya apakah ada yang gangguan jiwa karena Pemilu, maka saya jawab salah satu faktor penyebabnya, iya ada," ungkap Lucy.

Ditekankannya tidak ada pasiennya secara langsung politisi aktif seperti Caleg gagal atau anggota tim sukses caleg dan Pilpres terentu.

"Politisi di Bengkulu semua kuat, tidak ada mereka dirawat dan alami gangguan jiwa, yang ada itu tim pendukung yang Baper (Bawa Perasaan) gitu," demikian Lucy.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Ini Cara Menyelamatkan Diri Jika Dililit atau Digigit Ular Sanca

Ini Cara Menyelamatkan Diri Jika Dililit atau Digigit Ular Sanca

Regional
Heboh Paus Terdampar di Geopark Ciletuh, Tubuh Penuh Luka hingga Jadi Tontonan Warga

Heboh Paus Terdampar di Geopark Ciletuh, Tubuh Penuh Luka hingga Jadi Tontonan Warga

Regional
Kemarau Datang Lebih Awal, 7.000 Warga Terdampak Kekeringan

Kemarau Datang Lebih Awal, 7.000 Warga Terdampak Kekeringan

Regional
Cerita Dahlan Sang Petugas 'Cleaning Service', Menangis Haru Saat Dihadiahi Umrah

Cerita Dahlan Sang Petugas "Cleaning Service", Menangis Haru Saat Dihadiahi Umrah

Regional
Hutan Bukit Kondo di Taman Nasional Gunung Rinjani Terbakar

Hutan Bukit Kondo di Taman Nasional Gunung Rinjani Terbakar

Regional
Ribuan Orang Bakal Banjiri Kota Semarang Bulan Depan

Ribuan Orang Bakal Banjiri Kota Semarang Bulan Depan

Regional
Pleidoi Bahar Bin Smith Ditolak, Jaksa Menilai Penasihat Hukum Kurang Cermat Urai Tuntutan

Pleidoi Bahar Bin Smith Ditolak, Jaksa Menilai Penasihat Hukum Kurang Cermat Urai Tuntutan

Regional
PAN Siapkan 3 Nama untuk Bertarung di Pilgub Sumbar 2020

PAN Siapkan 3 Nama untuk Bertarung di Pilgub Sumbar 2020

Regional
Kecewa Anak dan Cucunya Ditelantarkan, Pria Ini Bunuh Menantunya

Kecewa Anak dan Cucunya Ditelantarkan, Pria Ini Bunuh Menantunya

Regional
Fakta Pabrik Korek Api yang Terbakar, Pekerja Digaji Rp 500 Ribu per Bulan hingga Pekerjakan Anak

Fakta Pabrik Korek Api yang Terbakar, Pekerja Digaji Rp 500 Ribu per Bulan hingga Pekerjakan Anak

Regional
Beredar Kabar Jenazah Mantan Striker Persis Ditemukan, SRI Susuri Semua Pantai Kulon Progo

Beredar Kabar Jenazah Mantan Striker Persis Ditemukan, SRI Susuri Semua Pantai Kulon Progo

Regional
Selingkuh, Tiga ASN Papua Barat Akan Disidang Kode Etik

Selingkuh, Tiga ASN Papua Barat Akan Disidang Kode Etik

Regional
Abang Angkat Pelaku Pembunuhan Balita 1,8 Tahun Dijerat Pasal Berlapis

Abang Angkat Pelaku Pembunuhan Balita 1,8 Tahun Dijerat Pasal Berlapis

Regional
Pria Ini Tawarkan Istri untuk Layanan Seks Menyimpang Bertarif Rp 3 Juta

Pria Ini Tawarkan Istri untuk Layanan Seks Menyimpang Bertarif Rp 3 Juta

Regional
Anak Korban Tragedi Truk Terjun ke Jurang Terpukul, Mengaku sedang Mendaftar SMK...

Anak Korban Tragedi Truk Terjun ke Jurang Terpukul, Mengaku sedang Mendaftar SMK...

Regional

Close Ads X