Sempat Meroket, Harga Cabai Rawit di Timika Kembali Turun

Kompas.com - 27/05/2019, 12:47 WIB
ilustrasi cabai rawit merah KOMPAS.com/ACHMAD FAUZIilustrasi cabai rawit merah


TIMIKA, KOMPAS.com - Harga cabai rawit di Pasar Sentral Kota Timika, Papua, kembali turun sejak Senin (27/5/2019) pagi.

Sebelumnya dalam beberapa hari terakhir, harga cabai rawit ini tembus dengan harga Rp 120.000 perkilogram. Namun, kini sudah turun Rp 80.000 ribu perkilogram.

Menurut sejumlah pedagang, harga cabai rawit sudah mulai turun sejak stok di agen mulai banyak, setelah adanya pesawat yang mengangkut cabai rawit tersebut.

Baca juga: Jelang Lebaran, Harga Cabai Rawit di Timika Capai Rp 120.000 per Kilogram


"Cabai rawit mulai turun karena stok cabai mulai meningkat setelah adanya pesawat yang tiba membawa cabai," kata Hj Kasmawati, yang ditemui Kompas.com, di Pasar Sentral Timika, Senin pagi.

Menurut Kasmawati, untuk cabai rawit impor dari luar Timika kini dijual seharga Rp 80.000 perkilogramnya. Sedangkan, cabai rawit lokal dijual seharga Rp 100.000 perkilogramnya.

Meski demikian, Kasmawati tidak menjamin harga cabai rawit ini tetap normal hingga Lebaran nanti. Karena dia menduga, harga cabai rawit ini akan kembali naik.

"Harga cabai turun kemungkinan hanya beberapa hari kedepan saja," kata dia.

Senada dengan Kasmawati, Edi, yang juga kesehariannya menjual cabai mengakui harga cabai rawit sudah turun sejak Senin pagi.

Baca juga: Siasati Kondisi Cuaca, Petani Tutupi Lahan Cabai dengan Plastik

Turunnya harga cabai rawit ini setelah cabai yang didatangkan dari Merauke dan Makassar sudah tiba dengan menggunakan pesawat.

Edi juga tidak menjamin, bila harga cabai rawit ini tetap normal hingga Lebaran nanti.

"Kalau tidak ada pesawat beberapa hari ke depan, kemungkin harga cabai rawit ini meningkat kembali," ujar dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

Regional
Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Regional
Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Regional
Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Regional
Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Regional
19 Tahun Hidup di 'Dunia Malam' Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

19 Tahun Hidup di "Dunia Malam" Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

Regional
Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Regional
Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

Regional
Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Regional
Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Regional
Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Regional
Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Regional
Cerita di Balik Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning, Berdiri Sejak 53 Tahun dengan Omzet 1 Miliar Per Malam

Cerita di Balik Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning, Berdiri Sejak 53 Tahun dengan Omzet 1 Miliar Per Malam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X