Manfaatkan Limbah, Guru SMKN di Madiun Ciptakan Paving Block Penangkal Banjir

Kompas.com - 27/05/2019, 08:51 WIB
Guru SMKN I Mejayan Kabupaten Madiun, Septa Krisdiyanto ( 37) sementara menjelaskan cara pembuatan paving block ramah lingkungan di kantor SMKN I Mejayan. Karya paving block ramah lingkungannya itu berhasil meraih juara satu nasional pada lomba pembelajaran kesiapsiagaan bencana tingkat nasional yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana di Bandung, 26 April 2019. KOMPAS.com/MUHLIS AL ALAWI Guru SMKN I Mejayan Kabupaten Madiun, Septa Krisdiyanto ( 37) sementara menjelaskan cara pembuatan paving block ramah lingkungan di kantor SMKN I Mejayan. Karya paving block ramah lingkungannya itu berhasil meraih juara satu nasional pada lomba pembelajaran kesiapsiagaan bencana tingkat nasional yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana di Bandung, 26 April 2019.


MADIUN, KOMPAS.com - Banyaknya bencana banjir dan longsor yang melanda tanah air beberapa waktu lalu membuat Septa Krisdiyanto (37), seorang guru sains SMKN Mejayan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur terketuk hatinya.

Dengan riset dan upayanya, bapak dua anak ini menciptakan sebuah paving block ramah lingkungan berbahan limbah yang mampu menangkal banjir. Hasil karyanya pun sudah teruji.

Sebulan yang lalu, Septa meraih juara satu nasional pada lomba pembelajaran kesiapsiagaan bencana tingkat nasional yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Baca juga: Hutan Rusak Diduga Jadi Penyebab Banjir Bandang di Kabupaten Lebak

Paving block ramah lingkungan besutannya itu mengalahkan ratusan peserta lomba dari seluruh Indonesia. Tak hanya itu, suami dari Latifatul Wastiah dinobatkan sebagai guru sains terbaik SMK se-Jawa Timur.

Septa menceritakan awal mulanya ia membesut kumpulan limbah kayu itu menjadi paving block ramah lingkungan.

"Saya melihat keadaan lingkungan di sekitar maupun pada umumnya adanya bencana banjir dan tanah longsor. Bencana geohidrologi berupa geologi yakni tanah longsor dan hidrologinya volume air yang melebar menjadi banjir," kata Septa kepada Kompas.com, saat ditemui di kantornya, Minggu (26/5/2019).

Bagi Septa, masalah banjir baik di perkotaan maupun pedesaan sudah jamak karena beton menjadi fondasi dasar jalan. Beton memiliki kelemahan yakni tidak bisa menyerap air.

Hal itu menginspirasinya untuk menciptakan material yang bisa meresapkan air. Ia kemudian bereksperimen dengn bahan limbah kayu yang konturnya lembut berupa grajen kayu dan grajen bambu.

Sementara penguatnya bahannya dari sepahnya tebu dan sekam untuk perekat.

"Material bio organik itu saya kolaborasikan dengan agregat pasir, kerikil dan campuran semen tetapi tidak sebanyak seperti biasanya," kata Septa.

Setelah diuji dua kali, air yang dituang di paving buatannya itu langsung terserap. Makanya ia memberikan nama untuk paving ciptaannya yang ramah lingkungannya itu dengan bio material konblok dan vegetasi.

Septa juga mengembangkan paving ramah lingkungannya itu agar bisa mengatasi longsor pada sungai. Bila longsor di sungai dibiarkan, maka tanah di sisi kanan dan kiri sungai terus tergerus.

Tergerusnya sisi kanan dan kiri sungai membuat vegetasi hilang dan tidak memiliki penguat. Untuk itu paving ramah lingkungannya itu dikolaborasikan dengan vegetasi berupa bambu. 

Halaman:


Terkini Lainnya

9 PSK di Mojokerto Terjaring Razia, Salah Satunya Hamil 7 Bulan

9 PSK di Mojokerto Terjaring Razia, Salah Satunya Hamil 7 Bulan

Regional
Tanggapan Ridwan Kamil atas Pelecehan Remaja Penyandang Disabilitas oleh Oknum ASN Jabar

Tanggapan Ridwan Kamil atas Pelecehan Remaja Penyandang Disabilitas oleh Oknum ASN Jabar

Regional
Hari Kedua Pencarian, Nelayan Hilang di Perairan Pulau Buru Belum Ditemukan

Hari Kedua Pencarian, Nelayan Hilang di Perairan Pulau Buru Belum Ditemukan

Regional
 Jalur Dibuka, Pendaki Gunung Rinjani Didominasi Turis Asing

Jalur Dibuka, Pendaki Gunung Rinjani Didominasi Turis Asing

Regional
Oknum ASN di Jabar Lecehkan Remaja Wanita Penyandang Disabilitas

Oknum ASN di Jabar Lecehkan Remaja Wanita Penyandang Disabilitas

Regional
Gubernur NTT Optimistis Miras Sophia Bisa Bersaing dengan Miras Kelas Atas

Gubernur NTT Optimistis Miras Sophia Bisa Bersaing dengan Miras Kelas Atas

Regional
Hamili Anak Kandung hingga Melahirkan, Istri Laporkan Suami ke Polisi

Hamili Anak Kandung hingga Melahirkan, Istri Laporkan Suami ke Polisi

Regional
Ma'ruf Amin: Kemenangan 01 Masih Digantung

Ma'ruf Amin: Kemenangan 01 Masih Digantung

Regional
Nelayan yang Hilang Diseret Buaya Ditemukan Tewas Tanpa Tangan dan Kaki

Nelayan yang Hilang Diseret Buaya Ditemukan Tewas Tanpa Tangan dan Kaki

Regional
Diduga Korupsi Dana Dinkes, Mantan Plt Dirut RSUD Diperiksa Kejaksaan Parepare

Diduga Korupsi Dana Dinkes, Mantan Plt Dirut RSUD Diperiksa Kejaksaan Parepare

Regional
Sri Sultan: Kalau Turun dari Airport Diterima Tol, Yogyakarta Dapat Apa?

Sri Sultan: Kalau Turun dari Airport Diterima Tol, Yogyakarta Dapat Apa?

Regional
Jembatan Darurat Dibangun di Lokasi Ambruknya Jembatan Penghubung Sumsel-Lampung

Jembatan Darurat Dibangun di Lokasi Ambruknya Jembatan Penghubung Sumsel-Lampung

Regional
Diprotes Wali Murid, PPDB SMA 2019 Ditutup Sementara di Jatim

Diprotes Wali Murid, PPDB SMA 2019 Ditutup Sementara di Jatim

Regional
Seorang Warga Hilang di Sungai Saat Merakit Kayu, Diduga Diserang Buaya

Seorang Warga Hilang di Sungai Saat Merakit Kayu, Diduga Diserang Buaya

Regional
6 Fakta Uji Coba Malioboro Bebas Kendaraan, Sri Sultan Pungut Sampah hingga Steril Selama 15 Jam

6 Fakta Uji Coba Malioboro Bebas Kendaraan, Sri Sultan Pungut Sampah hingga Steril Selama 15 Jam

Regional

Close Ads X