Tim Mudik Gesit Kompas: 2 Juta Kendaraan Bakal Padati Tol Tangerang Merak, Ini Strategi Pengelola Antisipasi Macet

Kompas.com - 27/05/2019, 07:26 WIB
Pelebaran jalan di ruas tol Tangerang - Merak, Selasa (21/5/2019). Pekerjaan pelebaran jalan dimulai dari KM 39 hingga KM 51 dan dijadwalkan rampung pada September 2019 merupakan titik rawan kemacetan saat mudik Lebaran. KOMPAS.COM/GARRY LOTULUNGPelebaran jalan di ruas tol Tangerang - Merak, Selasa (21/5/2019). Pekerjaan pelebaran jalan dimulai dari KM 39 hingga KM 51 dan dijadwalkan rampung pada September 2019 merupakan titik rawan kemacetan saat mudik Lebaran.

SERANG, KOMPAS.com - Sebanyak dua juta kendaraan diprediksi bakal memadati tol Tangerang - Merak mulai H-7 hingga H+7 lebaran. Sementara puncak arus mudik, diperkirakan terjadi pada H-5 dan H-3 lebaran.

"Saat puncak arus mudik, diprediksi 173.900 kendaraan akan melintas di Tol Tangerang - Merak per hari," kata Presiden Direktur PT Marga Mandalasakti (MMS), Krist Ade Sudiyono, kepada wartawan di Serang, Senin (27/5/2019).

Jumlah tersebut meningkat 19,3 persen dibandingkan dengan rata-rata lalu lintas harian yang berada di kisaran 145.749 kendaraan. Serta meningkat 15,69 persen dibandingkan puncak arus mudik tahun lalu, yakni sebanyak 162.900 kendaraan.

Baca juga: Tim Mudik Gesit Kompas: Ini 14 Lokasi Top Up Saldo E-Toll Sepanjang Tol Tangerang-Merak

Sebagai pengelola Jalan Tol Tangerang - Marak, PT MMS, kata Krist, sudah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi kemacetan, di antaranya adalah menerapkan skenario lalu lintas untuk mengurai kepadatan di gerbang tol.

"Untuk mengurai antrean di GT Merak, kendaraan akan dialihkan ke GT Cilegon Barat atau Cilegon Timur, sementara jika di Serang Timur, dialihkan ke Serang Barat," jelas Krist.

Selain itu, para pengendara juga diimbau untuk istirahat di rest area KM 43 dan KM 68 arah Merak jika terjadi kepadatan di jalan tol.

Sementara untuk kendaraan yang sudah keluar tol dan terjebak antrean menuju pelabuhan, juga disiapkan penampungan mobil di Jalan Cikuasa.

Baca juga: Tim Mudik Gesit Kompas: Jabar Dilewati 3,7 Juta Pemudik hingga e-Toll Sebabkan Antrean Kendaraan

Kepadatan kendaraan di jalan tol, biasanya dipicu oleh antrean di Gerbang Tol. Untuk menghindari hal tersebut, kata Krist, PT MMS telah memasang total 29 unit Gardu Transaksi Otomatis (GTO). Rinciannya 15 unit gardu masuk tol, 11 unit gardu keluar dan tiga unit gardu ramp.

"Kita juga sudah siapkan penambahan lajur transaksi exit di GT Serang Timur dan Merak yang beroperasi mulai H-10," kata dia.

Letak posko kesehatan

Sebagai layanan penunjang, Krist mengatakan, pihaknya menyiapkan posko kesehatan di rest area KM 68 arah Jakarta dan KM 68 arah Merak.

Di sana, pengendara bisa memeriksa kesehatan gratis mulai H-7 hingga H+7.

Baca juga: Mudik Gesit: Hampir 50 Titik Kemacetan Tersebar di Jabar

"Selain itu juga ada layanan bengkel gratis di rest area KM 45 arah Jakarta," ujar dia.

Adapun untuk layanan Top Up E-Toll bisa dilakukan di empat rest area, yakni KM 43 dan KM 68 arah Merak serta KM 45 dan KM 68.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gas Beracun Proyek Geothermal Sebabkan 5 Warga Tewas, PT SMGP: Kami Sangat Menyesal...

Gas Beracun Proyek Geothermal Sebabkan 5 Warga Tewas, PT SMGP: Kami Sangat Menyesal...

Regional
Takut Video Berpelukan dengan Pria Diadukan ke Ibu, Siswi SMP Malah Diperkosa Tetangga

Takut Video Berpelukan dengan Pria Diadukan ke Ibu, Siswi SMP Malah Diperkosa Tetangga

Regional
Bus Mogok Raib Digondol Maling, Didorong Para Pelaku hingga Mesin Menyala

Bus Mogok Raib Digondol Maling, Didorong Para Pelaku hingga Mesin Menyala

Regional
Puluhan Eks Anggota FPI di Sumsel Bergabung ke GP Ansor

Puluhan Eks Anggota FPI di Sumsel Bergabung ke GP Ansor

Regional
PPKM Jilid II, Warga Luar Kota yang Akan Masuk Cilacap Wajib Kantongi Surat Bebas Covid-19

PPKM Jilid II, Warga Luar Kota yang Akan Masuk Cilacap Wajib Kantongi Surat Bebas Covid-19

Regional
Video Viral Pemuda Pukul dan Tendang Rombongan Pengendara Motor, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Pemuda Pukul dan Tendang Rombongan Pengendara Motor, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Fan Artis Tiktok Berkerumun dan Tak Jaga Jarak, Manajemen Viens Boys: Kami Minta Maaf

Fan Artis Tiktok Berkerumun dan Tak Jaga Jarak, Manajemen Viens Boys: Kami Minta Maaf

Regional
5 Korban Tewas Keracunan Gas Geothermal di Mandailing Natal Dimakamkan, Pemkab Beri Santunan

5 Korban Tewas Keracunan Gas Geothermal di Mandailing Natal Dimakamkan, Pemkab Beri Santunan

Regional
Lokasi Penampungan TKI Ilegal Digerebek, 6 Orang Berhasil Diselamatkan

Lokasi Penampungan TKI Ilegal Digerebek, 6 Orang Berhasil Diselamatkan

Regional
Gelapkan Uang SPP Siswa Rp 90 Juta, Bendahara Sekolah di Banjarmasin Ditangkap

Gelapkan Uang SPP Siswa Rp 90 Juta, Bendahara Sekolah di Banjarmasin Ditangkap

Regional
Bapak Cabuli Anak Tiri hingga Hamil, Korban Diperkosa Saat Ibu Pergi Kerja

Bapak Cabuli Anak Tiri hingga Hamil, Korban Diperkosa Saat Ibu Pergi Kerja

Regional
Duduk Perkara Kasus Istri Bantu Suami Perkosa Rekan Kerja, Terbongkar Berkat Laporan Seorang Pengacara

Duduk Perkara Kasus Istri Bantu Suami Perkosa Rekan Kerja, Terbongkar Berkat Laporan Seorang Pengacara

Regional
Kota Serang Jadi Zona Merah Pertama Kalinya, Pemkot Batasi Kegiatan Masyarakat

Kota Serang Jadi Zona Merah Pertama Kalinya, Pemkot Batasi Kegiatan Masyarakat

Regional
Banjir Kalsel Berangsur Surut, Puluhan Pengungsi Mulai Pulang ke Rumah

Banjir Kalsel Berangsur Surut, Puluhan Pengungsi Mulai Pulang ke Rumah

Regional
PPKM di Jatim Diperpanjang 2 Pekan, Berlaku untuk 17 Daerah Zona Merah Covid-19

PPKM di Jatim Diperpanjang 2 Pekan, Berlaku untuk 17 Daerah Zona Merah Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X