Mimpi Aldi Setelah Diluluskan, Kuliah di Fakultas Hukum untuk Bela yang Tertindas

Kompas.com - 27/05/2019, 06:00 WIB
Aldi Irpan, siswa SMAN 1 Sembalun, memeluk Kepala Sekolahnya, Sadikin Ali setelah menerima surat kelulusan, Sabtu (25/5/2019) KOMPAS.COM/FITRI.RAldi Irpan, siswa SMAN 1 Sembalun, memeluk Kepala Sekolahnya, Sadikin Ali setelah menerima surat kelulusan, Sabtu (25/5/2019)

LOMBOK TIMUR, KOMPAS.com-Perjuangan Aldi Irpan, mantan siswa kelas XII jurusan IPS SMAN 1 Sembalun, Lombok Timur, yang tidak diluluskan karena bersikap kritis pada kebijakan kepala sekolah, telah berbuah manis.

Kelulusan telah di tangannya kini dan masa depan terhampar di depan mata. Keluarga dan sahabat Aldi tak henti hentinya bersyukur atas kelulusannya.

Keluarga sederhana Aldi menitipkan harapan padanya, kelulusannya akan mengubah kehidupan keluarga menjadi lebih baik.

Baca juga: Akhirnya Diluluskan, Aldi Menangis Lalu Peluk Kepala Sekolah

Dengan adanya ijazah, kesempatan Aldi untuk bekerja akan terbuka, termasuk melanjutkan studinya ke perguruan tinggi.

"Kami berterima kasih pada semua yang telah membantu sehingga anak kami Aldi bisa diluluskan sekolah. Kami berharap dia dapat beasiswa, karena untuk biaya kuliah kami belum punya," kata Nuin, ayah Aldi, Minggu (26/5/2019).

Aldi sendiri mengaku sangat lega dan sulit mengungkapkannya dengan kata-kata. Bagi Aldi, apa yang didapatkannya saat ini, surat kelulusan yang sempat tertunda, bukanlah perjuangannya sendiri.

Surat kelulusan ini juga buah dari perjuangan keluarga, warga kampungnya di Desa Sembalun, tim pendampingnya, Ombudsman RI perwakilan NTB, pemerintah (Dikbud NTB) serta guru-guru yang selama ini mendukungnya.

"Guru-guruku terima kasih. Apa yang telah mereka berikan sungguh tak bisa saya lupakan, sangat berharga, saya sangat mencintai mereka," kata Aldi sambil menangis tak bisa lagi melanjutkan apa yang ingin disampaikannya.


Ingin kuliah di Fakultas Hukum

Mendapatkan kelulusan makin menguatkan Aldi untuk bisa masuk Fakultas Hukum seperti yang dicita-citakannya.

Kata Aldi, dengan masuk Fakultas Hukum, akan banyak kesempatan membantu masyarakat yang tertindas.

Komisioner Ombudsman RI Perwakilan NTB Sahabuddin, yang menangani kasus Aldi saat tak lukus, memberi sedikit catatan bahwa Aldi memang memiliki latar belakang yang unik.

Berdasarkan pengakuan Aldi, kata Sahabuddin, selama duduk di bangku SMA Aldi aktif terlibat di organisasi pemuda yang berjuang menjaga tanah Sembalun, termasuk menjaga lahan kekuarganya yang merupakan petani di desa kaki Rinjani itu.

"Nampaknya Aldi ini memiliki keberanian dan sikap kritis terbentuk dari kegiatan di luar sekolah. Nah, sikap kritis ini harusnya diatanggapi positif oleh sekolah dengan tetap memberi bimbingan. Kasus Aldi ini bisa menjadi pelajaran bagi sekolah SMAN 1 Sembalun dan sekolah-sekolah lainnya, agar cara menangani anak anak kritis dengan baik dan sesuai prosedur yang ada, karena sekolah adalah layanan publik bagi pendidikan," kata Sahabuddin.

Baca juga: KPAI Keluarkan 4 Poin Rekomendasi atas Kasus Tidak Meluluskan Aldi

Aldi mengaku sangat ingin melanjutkan pendidikan, tetapi dirinya harus melihat kondisi ekonomi keluarga,

Bagi anak ke 4 dari 6 bersaudara ini, banyak jalan yang bisa ditempuh setelah mendapatkan ijazah nanti.

"Ini nikmat dari Allah SWT, jika Allah tak berkehendak, kita tak akan bisa apa apa. Kenikmatan berupa kelulusan ini membuat saya harus banyak belajar," kata Aldi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Terima Dicekik Saat Berhubungan Badan, Wanita Ini Pukul Pasangan Selingkuhnya hingga Tewas

Tak Terima Dicekik Saat Berhubungan Badan, Wanita Ini Pukul Pasangan Selingkuhnya hingga Tewas

Regional
Ditangkap Usai Mengamuk Bawa Pisau di Polres Jember, Pria ODGJ Ditolak Keluarga, Ini Alasannya

Ditangkap Usai Mengamuk Bawa Pisau di Polres Jember, Pria ODGJ Ditolak Keluarga, Ini Alasannya

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 15 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 15 Agustus 2020

Regional
3 Pelajar Positif Covid-19, Kota Serang Tetap Buka Sekolah pada 18 Agustus

3 Pelajar Positif Covid-19, Kota Serang Tetap Buka Sekolah pada 18 Agustus

Regional
HUT ke-70 Jateng, Ganjar: Pandemi Jadi Momentum Kita untuk Bangkit!

HUT ke-70 Jateng, Ganjar: Pandemi Jadi Momentum Kita untuk Bangkit!

Regional
Dapat Internet Gratis, Siswa Kurang Mampu Belajar di Markas Brimob

Dapat Internet Gratis, Siswa Kurang Mampu Belajar di Markas Brimob

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 15 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 15 Agustus 2020

Regional
Kisah Hadi, Perutnya Membesar sejak Usia 1 Tahun hingga Sulit Berjalan

Kisah Hadi, Perutnya Membesar sejak Usia 1 Tahun hingga Sulit Berjalan

Regional
'Pak, Tempat Kami Ada Sekolah Tatap Muka Diam-diam...'

"Pak, Tempat Kami Ada Sekolah Tatap Muka Diam-diam..."

Regional
'Memang Saya Putra Ibu Risma, kalau Direkomendasikan, Saya Akan Berdiri Sendiri'

"Memang Saya Putra Ibu Risma, kalau Direkomendasikan, Saya Akan Berdiri Sendiri"

Regional
Siap Maju di Pilkada Surabaya, Putra Sulung Yakin Dapat Restu Risma

Siap Maju di Pilkada Surabaya, Putra Sulung Yakin Dapat Restu Risma

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 15 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 15 Agustus 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 15 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 15 Agustus 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 15 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 15 Agustus 2020

Regional
6 Guru Positif Covid-19 di Padang Panjang, Belajar Tatap Muka di 3 SMP Dihentikan

6 Guru Positif Covid-19 di Padang Panjang, Belajar Tatap Muka di 3 SMP Dihentikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X