Kronologi Meninggalnya Bupati Ende, Sempat Berdiskusi Sebelum Jatuh Pingsan

Kompas.com - 27/05/2019, 05:50 WIB
Bupati Ende Marselinus YW Petu (Tengah) saat menggelar jumpa pers dengan sejumlah wartawan di Hotel Sasando Kupang, Sabtu (6/4/2019) KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BEREBupati Ende Marselinus YW Petu (Tengah) saat menggelar jumpa pers dengan sejumlah wartawan di Hotel Sasando Kupang, Sabtu (6/4/2019)

KUPANG, KOMPAS.com - Bupati Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) Marselinus YW Petu, meninggal di Rumah Sakit Umum Siloam Kota Kupang, Minggu (26/5/2019) dinihari.

Sebelum meninggal, Marselinus yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Ende itu, sempat duduk dan berdiskusi bersama sejumlah kader dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Hal itu diceritakan oleh Kader PDI-P NTT, Chen Abubakar kepada sejumlah wartawan di Rumah Sakit Siloam. Ia mengaku sempat duduk berdiskusi dengan Marselinus, hingga akhirnya orang nomor satu di Ende itu jatuh pingsan.

Chen menyebut, pada Sabtu (25/5/2019) malam sekitar pukul 21.30 WITA, dirinya ditelepon oleh Marselinus, yang saat itu tengah makan di Pasar Malam Kampung Solor, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang.

Baca juga: Bupati Ende Meninggal, Bendera Merah Putih Dikibarkan Setengah Tiang Selama 2 Hari

"Beliau telepon saya bahwa akan datang ke rumah saya di Jalan Kosasi Nomor 15, Kelurahan Bonipoi. Kebetulan jarak dari tempat beliau makan hanya beberapa ratus meter saja,"ungkap Chen.

Selanjutnya pada pukul 23.30 WITA, Marselinus datang bersama Ketua dan Wakil Ketua I DPRD Ende ke rumahnya.

Saat itu kata Chen, di rumahnya ada juga politisi PDI-P NTT lain yang juga adalah calon wakil gubernur NTT dalam Pilkada 2018 lalu, Emi Nomleni.

"Saat tiba di rumah, kami pun diskusi tentang banyak hal dan beliau bicara tentang Ende khususnya tentang pengembangan Ende sebagai Kota Pancasila dan pembangunan infrastruktur di Ende,"kata Chen.

Baca juga: Perjalanan Bupati Ende, Dua Kali Menjabat hingga Meninggal Dunia

Chen mengatakan, pada waktu asyik berdiskusi, Marselinus tiba-tiba jatuh tepat di pangkuan Emi Nomleni.

"Pada waktu beliau jatuh pingsan itu sekitar pukul 1.00 Wita dinihari, sehingga langsung dilarikan ke Rumah Sakit Siloam Kupang,"ucapnya.

Dokter pun berupaya menangani secara intensif hingga pukul 2.10 Wita, namun nyawa Marselinus tidak bisa diselamatkan.

Sebelumnya diberitakan, Bupati Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) Marselinus YW Petu, meninggal dunia, Minggu (26/5/2019) dinihari.

Baca juga: Dalam Rapat Partai Golkar, Bupati Ende Sempat Bicara Wisata Sejarah Pancasila dan Bung Karno

"Bupati Ende Marselinus YW Petu bupati Ende periode 2019-2024 meninggal di Kota Kupang,"ucap Staf Ahli Gubernur NTT Bidang Politik dan Pemerintahan Semuel Pakereng melalui pesan multimedia, Minggu pagi.

Marselinus meninggal di Rumah Sakit Siloam Kupang sekitar pukul 02.10 Wita, akibat serangan jantung.

Untuk diketahui, Marselinus adalah bupati Ende dua periode. Pada pemilu kepala daerah serentak 27 Juni 2018 lalu, Marselinus YW Petu yang berpasangan dengan Djafar Achmad menang di Kabupaten Ende.

Pasangan Marselinus dan Djafar juga unggul dalam pilkada Ende pada tahun 2013 lalu.

Sebelum menjabat sebagai bupati, Marselinus juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Ende.

Baca juga: Kemendagri Berbelasungkawa atas Meninggalnya Bupati Ende

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

15 Jam Mengapung di Lautan Pakai Jeriken, 2 ABK Diselamatkan Tim SAR, Ini Ceritanya

15 Jam Mengapung di Lautan Pakai Jeriken, 2 ABK Diselamatkan Tim SAR, Ini Ceritanya

Regional
Pemuda di Yogyakarta Sulap Saluran Irigasi Jadi Tempat Budi Daya Ikan

Pemuda di Yogyakarta Sulap Saluran Irigasi Jadi Tempat Budi Daya Ikan

Regional
Kisah Perawat Terpapar Covid-19, Isolasi 4 Bulan dan Fitnes Saat Bosan, Sembuh Setelah 11 Kali Test Swab

Kisah Perawat Terpapar Covid-19, Isolasi 4 Bulan dan Fitnes Saat Bosan, Sembuh Setelah 11 Kali Test Swab

Regional
Ayah Cabuli Anak Tiri, Diduga Paksa Korban Menikah Tutupi Aib dan Ancam Ceraikan Istri

Ayah Cabuli Anak Tiri, Diduga Paksa Korban Menikah Tutupi Aib dan Ancam Ceraikan Istri

Regional
Cerita MTs Lubuk Kilangan, Sekolah Gratis yang Luluskan 100 Persen Siswa di SMA Negeri

Cerita MTs Lubuk Kilangan, Sekolah Gratis yang Luluskan 100 Persen Siswa di SMA Negeri

Regional
Puluhan Pengungsi Rohingya Dipindahkan ke BLK Lhokseumawe

Puluhan Pengungsi Rohingya Dipindahkan ke BLK Lhokseumawe

Regional
Fakta 37 Pasangan ABG Terjaring Razia di Hotel, Berawal dari Laporan Masyarakat, Diduga Hendak Pesta Seks

Fakta 37 Pasangan ABG Terjaring Razia di Hotel, Berawal dari Laporan Masyarakat, Diduga Hendak Pesta Seks

Regional
Jenazah Positif Corona Dimakamkan Tanpa Protokol Covid-19, 209 Orang Tes Swab Massal

Jenazah Positif Corona Dimakamkan Tanpa Protokol Covid-19, 209 Orang Tes Swab Massal

Regional
Terombang-ambing 15 Jam, 2 ABK KM Ismail Jaya Ditemukan Selamat

Terombang-ambing 15 Jam, 2 ABK KM Ismail Jaya Ditemukan Selamat

Regional
Cabuli Anak Tiri Selama 2 Tahun, Ayah di Pinrang Nikahkan Korban dengan Penyandang Disabilitas, Ini Motifnya

Cabuli Anak Tiri Selama 2 Tahun, Ayah di Pinrang Nikahkan Korban dengan Penyandang Disabilitas, Ini Motifnya

Regional
Terbawa Arus Sungai Usai Mendaki Gunung Tambusisi, Anggota Mapala Untad Meninggal

Terbawa Arus Sungai Usai Mendaki Gunung Tambusisi, Anggota Mapala Untad Meninggal

Regional
Gadis di Bawah Umur Dicabuli Ayah Tiri 2 Tahun, Lalu Dinikahkan, Diduga untuk Tutupi Aib

Gadis di Bawah Umur Dicabuli Ayah Tiri 2 Tahun, Lalu Dinikahkan, Diduga untuk Tutupi Aib

Regional
Pelaku Pembunuhan Perempuan Muda di Palembang Sempat Cabuli Mayat Korban

Pelaku Pembunuhan Perempuan Muda di Palembang Sempat Cabuli Mayat Korban

Regional
Dinilai Rugikan Pemprov Babel, Erzaldi Rosman Minta UU Minerba Dikaji Lagi

Dinilai Rugikan Pemprov Babel, Erzaldi Rosman Minta UU Minerba Dikaji Lagi

Regional
Kisah Dr Andani, Pahlawan Sumbar Melawan Covid-19: Jihad Melawan Wabah, Swab dan Tracing Cepat Jadi Kuncinya (2)

Kisah Dr Andani, Pahlawan Sumbar Melawan Covid-19: Jihad Melawan Wabah, Swab dan Tracing Cepat Jadi Kuncinya (2)

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X