BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Sido Muncul

Belajar dari Samini, Tetap Tegar meski Pendapatan Keluarga Pas-pasan

Kompas.com - 27/05/2019, 03:05 WIB
Samini (65), warga Desa Biwak, Kabupaten Semarang saat menghadiri acara pemberian bantuan 1.000 duafa dan 200 anak yatim oleh PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Jumat (24/5/2019). KOMPAS.com/ALEK KURNIAWANSamini (65), warga Desa Biwak, Kabupaten Semarang saat menghadiri acara pemberian bantuan 1.000 duafa dan 200 anak yatim oleh PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Jumat (24/5/2019).

SEMARANG, KOMPAS.com – Ekspresi gembira terpancar dari wajah Samini (65) saat sedang memomong cucu kesayangannya, Astiah (4).

Meskipun kebugaran tubuh Samini sudah tidak seperti dulu lagi, tapi ia tetap cekatan dalam menjaga Astiah yang saat itu sedang menari-nari bak penari terkenal.

“Hati-hati nanti jatuh,” ujar Samini kepada cucunya dengan intonasi yang lembut, Jumat (24/5/2019).

Menjaga Astiah memang merupakan salah satu aktivitasnya sehari-hari. Kegiatan itu ia lakukan lantaran kedua orangtua Astiah harus bekerja untuk mencari nafkah.

Selain Astiah, Samini juga mempunyai tiga cucu lainnya yang harus ia momong setiap harinya.

“Ya beginilah sehari-harinya aktivitas saya, menemani cucu bermain,” jelasnya.

Dalam menjaga cucu-cucunya tersebut, ia memang tidak sendiri. Biasanya, sang suami juga turut membantu Samini.

Namun, Samini juga bercerita bahwa sang suami masih harus bekerja untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Padahal, di usia tua seperti ini harusnya mereka sudah santai menikmati hidup, tapi ternyata hal tersebut belum bisa dilakukan.

“Suami saya meskipun sudah tua tapi tetap bekerja sebagai tukang (bangunan). Ya, meskipun penghasilannya enggak pasti tapi harus kami syukuri,” jelasnya lirih.

Penghasilan sang suami, lanjutnya, hanya berkisar sekitar Rp 80.000 - 100.000 per hari. Itu juga tergantung negosiasi dengan pemilik rumah yang akan dibangun sehingga pemasukannya jadi tidak tetap.

“Syukur-syukur dapat kerjaan, kadang juga enggak dapat sama sekali,” tambahnya.

Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Irwan Hidayat didampingi oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj meresmikan Masjid Sido Muncul di Kawasan Pabrik Sido Muncul, Kabupaten Semarang, Jumat (24/5/2019).KOMPAS.com/ALEK KURNIAWAN Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Irwan Hidayat didampingi oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj meresmikan Masjid Sido Muncul di Kawasan Pabrik Sido Muncul, Kabupaten Semarang, Jumat (24/5/2019).

Berbagi dengan sesama

Meskipun memiliki pendapatan yang terbilang pas-pasan. Samini dan suami tetap ikhlas menjalani kehidupan. Ikhlas memang menjadi pedoman hidup mereka agar tetap tegar.

Terkadang, tak jarang pula banyak orang yang bersimpati kepada keluarga Samini dengan memberikan sejumlah bantuan.

Apalagi, saat ini merupakan bulan Ramadhan. Bulan di mana setiap orang berlomba-lomba untuk berbagi dengan sesama.

Hal itu pula yang menjadi dorongan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk untuk menyalurkan bantuan kepada 1.000 kaum duafa dan 200 anak yatim di Kabupaten Semarang, Jumat (24/5/2019).

Irwan Hidayat selaku Direktur Sido Muncul menuturkan bahwa berbagi kepada sesama adalah tugas utama seorang manusia.

“Cinta kasih sayang harus selalu ditumbuhkan kepada sesama. Apalagi, bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, berbagi jadi hal yang harus dilakukan,” jelasnya saat memberikan sambutan.

Masjid Sido Muncul telah dibangun sejak Desember 2018 dengan luas 2.500 meter persegi. Masjid ini mampu menampung hingga 700 orang.KOMPAS.com/ALEK KURNIAWAN Masjid Sido Muncul telah dibangun sejak Desember 2018 dengan luas 2.500 meter persegi. Masjid ini mampu menampung hingga 700 orang.

Peresmian  masjid

Selain memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan, Irwan juga turut meresmikan Masjid Sido Muncul yang berlokasi di Kawasan Pabrik Sido Muncul, Ungaran, Kabupaten Semarang.

Peresmian masjid ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj.

“Menurut saya momen ini sangat tepat karena setelah peresmian, masjid langsung digunakan untuk berbagi kebaikan. Saya berharap dengan adanya masjid dapat mempermudah karyawan Sido Muncul untuk menjalankan ibadahnya,” ujar Irwan.

Irwan menambahkan, pembangunan Masjid Sido Muncul sebenarnya sudah direncanakan pembangunannya sejak 2010. Namun, baru terealisasi tahun 2018 karena harus mencari lokasi pembangunannya terlebih dahulu.

Asal tahu saja, masjid ini memiliki total luas sebesar 2.500 meter persegi. Masjid ini pun mampu menampung jamaah hingga 700 orang.

Melalui peresmian masjid ini, Irwan juga berharap agar umat beragama di Indonesia tetap rukun dan damai.

Ungkapan tersebut  pun diamini secara langsung oleh Said Aqil Siroj. Ia mendukung penuh terciptanya keharmonisan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Saya mendukung upaya Sido Muncul untuk kegiatan baik ini. Memang, kita sebagai manusia harus hidup harmonis, berdampingan, serta menjaga perdamaian,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Said pun turut memberikan masukan kepada Sido Muncul agar penamaan masjid ini diubah menjadi Masjid Hidayat Sido Muncul.

“Semoga dengan nama itu menjadi doa tersendiri bagi jemaah yang melakukan ibadah di masjid ini,” pungkas Said.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya