Jelang Lebaran, Harga Cabai Rawit di Timika Capai Rp 120.000 per Kilogram

Kompas.com - 26/05/2019, 18:26 WIB
Ilustrasi cabaiKOMPAS/Alif Ichwan Ilustrasi cabai

TIMIKA, KOMAPAS.com - Menjelang hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, harga cabai rawit di Pasar Sentral Timika, Papua, naik mencapai Rp 120 ribu perkilogram.

Kenaikan harga cabai rawit ini sudah mulai terjadi dalam beberapa hari tekahir. Sebelumnya, harga cabai rawit ini hanya Rp 60.000 per kilogram.

Menurut sejumlah pedagang, kenaikan harga ini disebabkan stok dari agen maupun dari petani lokal berkurang.

"Semenjak empat hari yang lalu harga cabai ini mahal, karena kita beli dari agen juga mahal apalagi kalau belinya dari petani lokal, itu malah lebih mahal lagi," tutur Ida, salah satu pedagang, Minggu (26/5/2019).

Baca juga: Harga Cabai dan Bawang Merah Melambung hingga 100 Persen di Majene

Ida mengaku, cabai rawit yang dibeli dari agen seharga Rp 85.000 per kilogramnya. Sedangkan dari petani lokal Rp100.000 per kilo.

Mahalnya harga cabai rawit dari petani lokol dipengaruhi akibat cuaca sehingga berdampak pada hasil panen.

"Jadi kalau saya beli dari Agen itu biasa saya jual Rp 100.000 per kilo, tapi kalau dari petani lokal itu kadang saya jual Rp 120.000 per kilo karena mereka jual ke kami juga mahal," ucap Ida.

Sama halnya dengan pedagang lainnya, Hery. Ia mengatakan bahwa harga cabai rawit selama beberapa hari ini melonjak naik.

"Saya membeli cabai dari agen itu per kilonya Rp 85.000, tapi itupun cabainya banyak yang busuk," ungkap Hery.




Terkini Lainnya

Rekrutmen CPNS 2019, Pemprov Riau Butuh 10.381 PNS

Rekrutmen CPNS 2019, Pemprov Riau Butuh 10.381 PNS

Regional
Bima Arya: PAN Kembali Tentukan Arah Usai Sidang MK

Bima Arya: PAN Kembali Tentukan Arah Usai Sidang MK

Regional
Monumen Korban KM Sinar Bangun Jadi Rumah Kedua Bagi Keluarga yang Ditinggalkan

Monumen Korban KM Sinar Bangun Jadi Rumah Kedua Bagi Keluarga yang Ditinggalkan

Regional
Pasangan Suami Istri yang Suguhkan Seks 'Live' ke Anak-anak Dituntut 10 Tahun Penjara

Pasangan Suami Istri yang Suguhkan Seks "Live" ke Anak-anak Dituntut 10 Tahun Penjara

Regional
2 Orang Pelaku Pungli di Lokasi Jembatan Mesuji Dibekuk Polisi

2 Orang Pelaku Pungli di Lokasi Jembatan Mesuji Dibekuk Polisi

Regional
Isak Tangis Iringi Peringatan Setahun Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba

Isak Tangis Iringi Peringatan Setahun Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba

Regional
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
Ini Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Yos Sudarso Selama Pengerjaan Alun-alun Surabaya

Ini Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Yos Sudarso Selama Pengerjaan Alun-alun Surabaya

Regional
Polisi Gagalkan 4 Kontainer Kayu Merbau yang Akan Diselundupkan ke Surabaya

Polisi Gagalkan 4 Kontainer Kayu Merbau yang Akan Diselundupkan ke Surabaya

Regional
2 Terduga Pembunuh Pegawai Bank Syariah Mandiri Merupakan Pasangan Suami Istri

2 Terduga Pembunuh Pegawai Bank Syariah Mandiri Merupakan Pasangan Suami Istri

Regional
Suami Istri yang Suguhkan Seks 'Live' ke Anak-anak Ditetapkan Tersangka

Suami Istri yang Suguhkan Seks "Live" ke Anak-anak Ditetapkan Tersangka

Regional
Bobot Turun dari 192 Kg Jadi 85 Kg, Arya Akan Jalani Operasi Gelambir

Bobot Turun dari 192 Kg Jadi 85 Kg, Arya Akan Jalani Operasi Gelambir

Regional
Alun-alun Bawah Tanah Surabaya Mulai Dibangun, Jalan Yos Sudarso Ditutup Separuh

Alun-alun Bawah Tanah Surabaya Mulai Dibangun, Jalan Yos Sudarso Ditutup Separuh

Regional
WN, Tersangka Kasus Hoaks 'Server KPU Diatur' Dikenal sebagai Sosok yang Cerdas dan Ahli Komputer

WN, Tersangka Kasus Hoaks "Server KPU Diatur" Dikenal sebagai Sosok yang Cerdas dan Ahli Komputer

Regional
Hujan Lebat, 3 Penambang Timah Tewas Tertimbun

Hujan Lebat, 3 Penambang Timah Tewas Tertimbun

Regional

Close Ads X