Dapat 12 Kursi di DPRD Jabar, PKB Beberkan Agenda Prioritas

Kompas.com - 26/05/2019, 12:46 WIB
Jajaran pengurus DPW PKB Jawa Barat saat meluncurkan tagline baru Peduli Ummat Melayani Rakyat. KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANA.Jajaran pengurus DPW PKB Jawa Barat saat meluncurkan tagline baru Peduli Ummat Melayani Rakyat.

BANDUNG, KOMPAS.com - Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB) merasa cukup sukses dalam ajang Pileg 2019 di Jawa Barat.

Dengan raihan 1,9 juta suara atau 8 persen PKB dipastikan menempatkan 136 orang wakil rakyat di DPRD kabupaten/kota dan 12 orang di DPRD Provinsi Jawa Barat. Bahkan, PKB dipastikan juga berhak mendapat kursi wakil ketua DPRD Provinsi Jawa Barat.

Dalam rangka mengawal kesuksesan tersebut, DPW PKB Jawa Barat meluncurkan tagline baru sebagai salah satu bentuk komitmen perjuangan politik baru PKB di tanah Pasundan. Tagline baru tersebut adalah ‘Peduli Ummat Melayani Rakyat’. 

“PKB adalah partai agamis nasionalis. Agamis dan nasionalis harus jadi satu tarikan napas sekaligus,” kata Ketua DPW PKB Jawa Barat Syaiful Huda saat konferensi pers di Kantor DPW PKB Jawa Barat Jalan KH. Ahmad Dahlan, Kota Bandung, Minggu (26/5/2019).

Baca juga: Rekapitulasi KPU: Di Papua, Nasdem, PAN, dan PKB 3 Besar

Dalam tagline tersebut, Huda mengklaim pihaknya akan memperjuangkan beberapa program yang bersifat agamis dan nasionalis. Program prioritas pertama adalah mendorong Peraturan Daerah (Perda) Keagamaan di level provinsi Jawa Barat.

Perda ini nantinya memayungi isu pendidikan keagamaan, pembentukan lembaga sosial keumatan, hingga mengurusi tajug (tempat ibadah) dan fakir miskin.

“Kang Emil (Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil) sudah oke. Saya minta Perda Keagamaan ini menjadi agenda pertama 12 orang anggota dewan. Mereka wajib mengawal lahirnya Perda ini di Jawa Barat,” tuturnya.

Huda menjelaskan, inisiasi Perda Keagamaan timbul dari masih minimnya kepedulian pemerintah kepada lembaga keagamaan terutama di bidang pendidikan keagamaan.

Dengan Perda ini, Huda berharap santri yang menuntut ilmu di sejumlah pesantren di Jawa Barat bisa mendapatkan fasilitas setara dengan sekolah negeri seperti fasilitas Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Kehidupan sosial kita tidak lepas dari pendidikan keagamaan yang sejak merdeka perhatian pemerintah justru minim terhadap lembaga keagamaan. Ini komitmen kami yang langsung pada konteks aksi peduli ummat,” tuturnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Riset Media Sosial: Netizen Beri Nilai Rapor 66 untuk Kinerja Jokowi

Riset Media Sosial: Netizen Beri Nilai Rapor 66 untuk Kinerja Jokowi

Regional
7 Rumah di Pangandaran Rusak Akibat Diguncang Gempa Magnitudo 5,9

7 Rumah di Pangandaran Rusak Akibat Diguncang Gempa Magnitudo 5,9

Regional
KPU Kota Semarang Sediakan 3.447 Alat Bantu Huruf Braille untuk Pemilih Tunanetra

KPU Kota Semarang Sediakan 3.447 Alat Bantu Huruf Braille untuk Pemilih Tunanetra

Regional
Istri Polisi di Kaltim Jadi Tersangka Investasi Bodong dan Arisan Online Rp 200 Juta

Istri Polisi di Kaltim Jadi Tersangka Investasi Bodong dan Arisan Online Rp 200 Juta

Regional
Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Regional
[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

Regional
 Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Regional
2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

Regional
8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

Regional
Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Regional
Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Regional
Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Regional
'Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah' 

"Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah" 

Regional
Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Regional
Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X