Ini Rekayasa Lalin di Jalur Mudik Cianjur

Kompas.com - 26/05/2019, 07:12 WIB
Kondisi ruas jalan Raya Bandung di jalur lintas selatan Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (25/05/2019) pagi tampak lengang, namun pada musim mudik dan balik lebaran tahun ini diprediksi akan terjadi peningkatan volume yang drastis imbas dari one way ruas tol Trans Jawa KOMPAS.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Kondisi ruas jalan Raya Bandung di jalur lintas selatan Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (25/05/2019) pagi tampak lengang, namun pada musim mudik dan balik lebaran tahun ini diprediksi akan terjadi peningkatan volume yang drastis imbas dari one way ruas tol Trans Jawa

CIANJUR, KOMPAS.com – Jalur non tol, salah satunya jalur lintas selatan Cianjur, Jawa Barat diprediksi akan terimbas sistem satu arah yang akan diterapkan di ruas tol Trans Jawa pada arus mudik dan balik lebaran tahun ini.

Rencana one way tersebut nantinya akan diberlakukan untuk arus mudik mulai dari tol Cikarang Utama hingga Brebes Barat atau sampai dengan kilometer 262.

Imbasnya, kendaraan dari arah Jawa Tengah atau Bandung yang hendak menuju wilayah Jabodetabek yang biasa masuk ruas tol diprediksi akan melintas ke Cianjur, sehingga praktis akan memicu kemacetan di sejumlah titik.

Guna menekan beban volume kendaraan di jalur arteri, jajaran Polres Cianjur bersama Dinas Perhubungan setempat berencana untuk melakukan rekayasa lalu lintas berupa buka tutup jalan dan contra flow di wilayah Ciranjang atau tepatnya mulai di pintu rel kereta Cipeuyeum, Haurwangi, Cianjur.


Baca juga: Sambut Mudik, Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang Dibuka Fungsional

“Rekayasa lalu lintas pasti (dilakukan) karena di wilayah Ciranjang tidak ada jalur alternatif,” kata Kapolres Cianjur AKBP Soliyah kepada Kompas.com, belum lama ini.

Namun begitu, agar rekayasa lalu lintas tersebut berjalan efektif, perlu sinergi dengan jajaran polres lainnya, dalam hal ini Polres Cimahi.

“Kita harus kordinasi dengan (Polres) Cimahi karena belajar pada pengalaman tahun lalu kita lakukan one way namun di daerah Cipatat ternyata tidak siap sehingga terjadi penumpukan panjang di sana,” terangnya.

“Alhamdulilah kita telah berkomunikasi dengan mereka sehingga diharapkan pada pelaksanaannya nanti bisa bersinergi,” sebut Soliyah.

Selain rencana buka tutup di kawasan Ciranjang, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur, Joni menambahkan, buka tutup juga akan dilakukan di bunderan Lampu Gentur untuk mengatur volume kendaraan di kawasan puncak Cipanas.

Baca juga: Mudik ke Solo, Kunjungi Mural Flyover Manahan yang Instagramable

“Kalau puncak macet, jalur ke atas (puncak Cipanas) akan ditutup mulai dari bunderan Lampu Gentur. Nantinya kendaraan yang akan masuk ke sana akan diarahkan lewat Sukabumi atau bisa melalui Jonggol,” terang Joni kepada Kompas.com, Jumat (24/05/2019).

Pihaknya memprediksi volume kendaraan yang melintas di jalur selatan Cianjur pada musim mudik lebaran tahun ini akan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Karena itu segala kemungkinan kita persiapkan agar arus mudik maupun balik dari dan ke Jakarta dan wilayah sekitarnya yang melewati jalur lintas selatan Cianjur bisa berlangsung tertib dan lancar,” ungkapnya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X