Siap-siap Mudik, Ini Jalur Alternatif di Bantul Yogyakarta

Kompas.com - 25/05/2019, 15:44 WIB
Ilustrasi: Arus Mudik di Jalur Selatan - Pemudik melintas di Jalan Wates KM 12, Sedayu, Bantul, DI Yogyakarta, yang merupakan bagian dari jalur selatan Pulau Jawa, Senin (13/8/2012).   KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOIlustrasi: Arus Mudik di Jalur Selatan - Pemudik melintas di Jalan Wates KM 12, Sedayu, Bantul, DI Yogyakarta, yang merupakan bagian dari jalur selatan Pulau Jawa, Senin (13/8/2012).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul, Yogyakarta, menyiapkan beberapa jalur alternatif bagi pemudik. Jalan Bantul masih ditutup sehingga diharapkan melalui jalur lainnya.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kabupaten Bantul, Agus Jaka Sunarya mengatakan, untuk arus mudik Lebaran tahun ini, Dishub telah menyediakan 3 jalur utama arus mudik, yakni dari Purworejo ke Klaten yang melalui Temon-Wates-Gamping Sleman Ringroad Utara-Yogyakarta-Klaten.

Baca juga: Spanduk Kemenangan Prabowo-Sandiaga di Bantul Dilepas Satpol PP

Jalur kedua adalah jalur Yogyakarta ke Bantul melalui Bantul-Sewon-Yogyakarta dan untuk jalur ketiga adalah jalur Bantul-Wonosari yang melintasi Yogyakarta-Piyungan-Patuk-Playen-Wonosari.

Untuk jalur alternatif ke DIY lewat Bantul ada 2, pertama jalur Kulon Progo-Yogyakarta lewat Toyan Wates-Panjatan - Brosot - Srandakan - Pandak - Parangtritis - Ringroad Yogyakarta. Kedua jalur alternatif Yogyakarta-Wonosari, jalurnya lewat Yogyakarta - Pleret - Imogiri - Panggang - Playen - Wonosari.

"Kami menyiapkan jalur altrenatif agar tidak terjadi penumpukan kendaraan," katanya di kantor Dishub Bantul, Jumat (24/5/2019).

Baca juga: Gerbang Tol Salatiga dan Boyolali Bakal Diberlakukan Sistem Satu Arah Pada Puncak Arus Mudik

Jalan Bantul-Yogyakarta memang belum bisa dipergunakan secara maksimal karena jembatan Winongo belum selesai diperbaiki. Karena itu pengendara diimbau melintas jalur alternatif untuk melintasi sungai Winongo.Kalau dari arah utara bisa lewat perempatan Madukismo ke selatan, atau dari ringroad bisa lurus ke selatan dan lewat jalan di sebelah utara Pasar Niten, terus nanti ke arah timur lalu ke selatan.

Dari pantauan, Penggunaan jalur alternatif itu terkadang membuat antrean panjang kendaraan. Seperti di simpang empat Kali Putih, Dusun Jogoripon, Desa Bangunharjo, Kecamatan Sewon, yang ruas jalannya terbilang sempit.

Sejumlah "Pak Ogah" tengah mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi antrean panjang kendaraan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul, Aris Suhariyanta mengakui, penutupan jalur utama Yogyakarta-Bantul karena adanya perbaikan jembatan.

"Penutupan Jembatan Winongo memang mengharuskan pengendara lewat jalur-jalur alternatif," ucapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Menghancurkan Secara Fisik atau Menghancurkan Program Bu Risma yang Sudah 10 Tahun Dilakukan?'

"Menghancurkan Secara Fisik atau Menghancurkan Program Bu Risma yang Sudah 10 Tahun Dilakukan?"

Regional
Tim Covid-19 Gadungan Tipu Warga Padang, Curi Ratusan Juta untuk Foya-foya

Tim Covid-19 Gadungan Tipu Warga Padang, Curi Ratusan Juta untuk Foya-foya

Regional
Janin Bayi Dalam Kantong Plastik Ditemukan Menggantung di Pintu Masjid

Janin Bayi Dalam Kantong Plastik Ditemukan Menggantung di Pintu Masjid

Regional
Mayat Perempuan di Pinggir Jalur Pantura Ternyata Tewas Dibunuh Suaminya

Mayat Perempuan di Pinggir Jalur Pantura Ternyata Tewas Dibunuh Suaminya

Regional
Tak Disiplin Isolasi Mandiri, Pasien Covid-19 di Boyolali Tulari 24 Warga

Tak Disiplin Isolasi Mandiri, Pasien Covid-19 di Boyolali Tulari 24 Warga

Regional
Aksi Demo di Sorong Ricuh, 3 Brimob dan 1 Jurnalis Terluka Terkena Lemparan Batu dan Botol

Aksi Demo di Sorong Ricuh, 3 Brimob dan 1 Jurnalis Terluka Terkena Lemparan Batu dan Botol

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 November 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 November 2020

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 November 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 November 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 November 2020

Regional
Sejumlah Pejabat Jalani Swab Tes Usai Walkot Samarinda Positif Covid-19, Semua Negatif

Sejumlah Pejabat Jalani Swab Tes Usai Walkot Samarinda Positif Covid-19, Semua Negatif

Regional
Polisi Tangkap Warga Kota Palopo Penjual Tramadol di E-Commerce

Polisi Tangkap Warga Kota Palopo Penjual Tramadol di E-Commerce

Regional
Cerita dari Warga Suku Togutil yang Mendapat Manfaat dari BPJS Kesehatan

Cerita dari Warga Suku Togutil yang Mendapat Manfaat dari BPJS Kesehatan

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 27 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 27 November 2020

Regional
Saat Zulkifli Hasan dan Putra Amien Rais Terjun ke Solo untuk Menangkan Gibran

Saat Zulkifli Hasan dan Putra Amien Rais Terjun ke Solo untuk Menangkan Gibran

Regional
3 Anak yang Hilang Secara Misterius Diduga Diculik, Polisi Bentuk Tim Gabungan

3 Anak yang Hilang Secara Misterius Diduga Diculik, Polisi Bentuk Tim Gabungan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X