Dalami Dugaan Penembakan, Tim Labfor Olah TKP di Mako Brimob Purwokerto

Kompas.com - 25/05/2019, 15:36 WIB
Polisi melakukan penyisiran di depan Mako Brimob Batalyon B Pelopor Kompi 3, Purwokerto, Jawa Tengah, Sabtu (25/5/2019).KOMPAS.com/FADLAN MUKHTAR ZAIN Polisi melakukan penyisiran di depan Mako Brimob Batalyon B Pelopor Kompi 3, Purwokerto, Jawa Tengah, Sabtu (25/5/2019).

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mendalami kasus dugaan penembakan di Mako Brimob Batalyon B Pelopor Kompi 3, Purwokerto, Jawa Tengah, Sabtu (25/5/2019).

Berdasarkan pantauan Kompas.com, tiga mobil Labfor tiba di Mako Brimob Jalan Letjend Pol Soemarto Purwokerto sekitar pukul 12.30. Tim langsung menuju pos penjagaan untuk melakukan pemeriksaan.

Anggota Labfor terlihat memeriksa bagian kaca dan bagian atap pos penjagaan yang diduga tertembus peluru. Polisi juga terlihat melakukan rekonstruksi proses penembakan di sekitar pos penjagaan.

Baca juga: Polda Benarkan Pos Penjagaan Mako Brimob Purwokerto Ditembak


Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Agus Triatmaja saat dihubungi wartawan mengatakan, tim labfor sedang melakukan olah TKP untuk mencari barang bukti.

Pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap kasus dugaan penembakan Mako Brimob tersebut.

Sebelumnya, Mako Brimob Purwokerto ditembak orang tak dikenal.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Regional
Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Regional
Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Regional
Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Regional
Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Regional
Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Regional
DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

Regional
Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Regional
Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Regional
Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Regional
4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Regional
Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Regional
Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Regional
Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Regional
Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Regional
Close Ads X